Gedung Mewah Pejabat vs Gubuk Rakyat

Akhir-akhir ini dan lagi-lagi wakil kita yang katanya sih di DPR lagi rame-ramenya. Mulai dari dulu rencana membuat gedung baru yang menghabiskan bermilyar-milyar. Coba dari mana uangnya? Yups, uang rakyat yang jelas. Mereka kan digaji dari uang kite-kite, pajak yang kita bayarkan belum lagi yang lainnya. Ehh, setelah isu pembangunan gedung baru redup dan tidak jadi kina gempar lagi berita untuk wakil kita yang banyak disana yang menikmati fasilitas serba wah.

Aneh tapi nyata, toilet saja direnovasi sampe bermilyar-milyar lagi padahal mereka jarang ditempat. Bahkan saat sidang kursi-kursi pada kosong walau mana yang katanya Wakil rakyat yang mewakili rakyat.

Giliran Bangar yang kini kena sorot media. Renovasi ruang rapat yang ukuran sepetak buat mereka tapi se-hektar untuk rakyat. Kursinya aja harganya Rp. 9jt’an wah kalau buat mereka yang serba kekurangan sudah sangat mewah buat mereka. Itu baru kursinya, belum layar digitalnya, belum lagi mejanya dan lainnya yang menghabiskan bermilyar-milyar loh.

Hadoh kalau ngomong dan demo terus kayanya percuma, mereka tetap saja jalan yang penting sini dan sana enak. Memang sih tidak semua wakil kita seperti itu masih banyak mereka kalau di TV bilang harus pro rakyat tapi tidak tahu aslinya. Bagaimana tidak kalau satu yang pro rakyat namun 99% anggota komisi lain bilang beda pasti hasilnya akan beda toh jadi tidak mungkin bisa melawan sendiri.

Mahasiswa demo disana dan disini bahkan sampe menghilangkan nyawa mereka tapi apakah mereka mau melihat atau memenuhi permintaan rakyat yang kini terus bertambah. Coba sekali-kali para pejabat di Senayan dan di Gedung dengan fasilitas mewah itu nonton acara “Orang Pinggiran” yang ditayangkan disalah satu tv swasta. Untuk makan saja mereka  mengeluarkan keringat yang hasilnya sudah habis tapi keringatnya belum kering. Bukan tidak mungkin mereka terkadang tidak makan seharian karena memang tidak ada yang bisa dimakan. Belum lagi harus menyekolahkan anaknya, bahkan tidak sedikit mereka banyak yang putus sekolah.

Jauh api dari panggang itu mungkin yang tepat untuk menggambarkan keadaan antara wakil rakyat di Senayan dan Pejabat yang mewah dengan kehidupan rakyat yang semakin melarat.

Semboyan “Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat” diganti menjadi “Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Pejabat dan Wakil Rakyat.” Mudah-mudahan segala itikat baik dari mereka yang pro rakyat bisa membawa negeri ini sejahtera dan rakyat tidak ada satupun yang tidak makan dan mereka tercukupi semua kebutuhannya. Barulah bisa dikatakan Negeri Ini Sudah Makmur dan Sejahtera.

1 Comment

  1. sudah biasa terjadi di negeri ini mas…semoga terjadi perubahan yang lebih baiki..salam kenal

    http://www.batu-mustika.indonetwork.co.id

    salam dari ayu mustika


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s