Belendung Sebelum Menikah…?? Salah Siapa Yaa..!!!

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 pengertian pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu Perkawinan adalah salah satu bentuk ibadah yang kesuciannya perlu dijaga oleh kedua belah pihak baik suami maupun istri. Perkawinan bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia sejahtera dan kekal selamanya. Perkawinan memerlukan kematangan dan persiapan fisik dan mental karena menikah / kawin adalah sesuatu yang sakral dan dapat menentukan jalan hidup seseorang.

Pernyataan diatas merupakan pengertian pernikahan  menurut UU yang berlaku di Indonesia. Nah, kalau menurut agama khususnya Islam bagaimana ya..

Untuk Dasar Hukum Agama mengenai Pernikahan / Perkawinan itu tertuang dalam (Q.S. 24-An Nuur : 32), “Dan kawinlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan mereka yang berpekerti baik. Termasuk hamba-hamba sahayamu yang perempuan.” 

Sedangkan tujuan dari Pernikahan / Perkawinan (Q.S. 30-An Ruum : 21) adalah “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Akan tetapi mengapa ya, banyak orang yang sudah tahu dan beragama Islam masih saja melakukan hubungan suami istri diluar ikatan pernikahan. Sudah banyak contohnya bahkan kasus pornografi mulai dari Anggota Dewan, Artis bahkan sampai dengan masyarakat biasa. Memang banyak hal atau faktor yang menentukan terjadinya hubungan badan yang bukan suami istri dan dalam ikatan pernikahan yang sah menurut UU dan Agama.

Jika kita melihat kasus aborsi itu rata-rata dilakukan oleh pihak yang melakukan hubungan bada atau hubugan gelap dengan kekasihnya. Sudah banyak sekali kasus tersebut terjadi di negeri ini. Hal yang membuat lebih parah lagi hubungan badan sudah dilakukan oleh kaum remaja yang masih berstatus SMA.

Jika ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin generasi yang akan datang itu akan jauh tertinggal dan akan meningkatnya jumlah penduduk. Jika sudah demikian terjadi hal ini bisa membuat angka kemiskinan meningkat dan tentu saja angka kemiskinan ini merupakan pangkal dari tindak kriminal.

Belendung sebelum menikah kerap sekali mewarnai lingkungan ini, jika memang mereka mengetahui baik dan buruknya dan siap menangung konsekuensinya pasti bisa dipertanggungjawabkan. Namun jika belendung sebelum menikah dan mereka tidak berani bertanggungjawab alias mau enaknya saja pasti yang dirugikan adalak kaum WANITA, karena dalam hal ini wanita pasti meninggalkan bekas kalau kaum laki-laki tidak meninggalkan bekas ya kan.

Ada beberapa penafsiran penulis yang melatarbelakangi “Belendung Sebelum Menikah” yaitu diantaranya:

  1. Lemahnya Keimanan. Pangkal dari sering terjadinya belendung sebelum menikah adalah rasa atau tingkat keimanan seseorang itu rendah bahkan diambang standar. Waduh diambang standar seperti apa, saya pun tak tahu.
  2. Nafsu. Ya, nafsu kerap sekali sering melanda para muda mudi yang dimabuk asmara sehingga demi cinta apapun pasti akan diberikan dan dilakukan.
  3. Niat. Adakalanya niat yang melatarbelakangi hal ini. Mungkin karena pergaulan yang bebas, free sex ataupun hal lain. Niat bisa berawal dari pasangannya karena adanya kesempatan dan nafsu yang bergejolak.
  4. Kesempatan. Ada ibarat yang mengatakan “Kejahatan terjadi bukan hanya niat tapi juga karena ada kesempatan”.  Kesempatan memang bisa melatarbelakangi terjadinya hal ini. Misalnya keadaan dan situasi yang memungkinkan, bisa saja di rumah, kos’an, hotel itu segelintir contoh tempat-tempat terbuka yang bisa menjadi timbulnya kesempatan. Akan tetapi banyak juga loch yang bisa terjadi ditempat terbuka namun sepi pengunjung.

Itu merupakan beberapa hal yang mengkin bisa terjadinya “Belendung Sebelum Menikah”. Nah, bagaimana ya cara untuk minimal sich mencegah karena kan mencegah lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa gambaran atau karangan yang saya tulis berdasarkan pengamatan pribadi yaitu:

  1. Tegakkanlah syariah dan berpeganglah kepada Agama dan pertebal keimanan. Insya Allah, barang siapa yang berpegang pada tali agama niscaya bisa selamat dari segala hal yang buruk dan nista. Agama merupakan tiang merupak pondasi yang kokoh yang ada dalam diri seseorang, jika sudah tidak berpegang pada tali agama hal apapun bisa terjadi. Dalam Islam, memang tingkat keimanan itu yang hanya tahu adalah Allah SWT namun adakalanya dengan keimanan kita bisa mencegah perbuatan yang dilarang dan merugikan.
  2. Menikah, ya nikah yang sah bisa menjadi jalan yang terbaik, karena setelah halal, kapanpun dan ditempat yang benar bisa saja melakukannya wong dan menjadi suami istri jadinya boleh-boleh saja. Asalkan bukan pada tempat yang salah dan tidak disebarluarkan kepada khalayak ramai karena bisa melanggar UU yang berlaku. Nah bagi kalian yang sudah siap dan tidak tahan dengan hasrat yang terpendam segeralah menikah untuk menghindari fitnah dan perbuatan yang dilarang namun ada baiknya dasar menikah bukan karena nafsu tapi karena semata-mata untuk ibadah sehingga pernikahan tersebut dapat menjadi baik dan berpahala.
  3. Berkomitmen dengan pasangan anda. Komitmen memang terlihat sepele namun dengan komitmen dari kedua pasangan untuk tidak melakukannya sebelum ada ikatan pernikahan. Hal ini juga bisa membentengi diri untuk tidak melakukan kegiatan atau perbuatan yang tidak disetujui pasangan masing-masing.

Belendung sebelum menikah artinya adalah “Hamil diluar Nikah”, sebagai orang tua ini merupakan tantangan yang luar bisa dalam menjaga anaknya terutama anak perempuan. Jika lalai bukan tidak mungkin akan menimpa kepada anaknya, dan untuk anak yang menyayangi orang tuanya hendaklan dapat mempertahankan tanggungjawab yang diberikan orang tua sehinggan belendung sebelum menikah itu bisa dihindari.

Memang enak saat melakukannya namun percayalah, setiap perbuatan pasti ada akibatnya dan itu tersurat dalam Al-Qur’an yang penafsirannya adalah “Perbuatan baik sebesar biji Zahrah pun pasti ada balasannya, dan perbuatan jahat sebesar biji Zahrah juga ada balasannya”. Oleh karena itu hindarilah perbuatan zinah sebelum menikah, tapi kalau sudah menikah silakan saja sah-sah saja kok.

Tak ada gading yang tak retak, bukan munafik penulis juga memiliki pemikiran yang sama namun dalam hal ini hanya untuk berbagi dan berbagi itu setidanknya tidak akan merugikan.

Oke saia kira itu saja yang dapat saya bagikan informasinya, jika ada yang beranggapan norak atau ga gaul bahkan mengatakan cupu silakan renungi sebelum berbicara hal itu.

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s