Daerah Perbatasan, “Indonesia yang Belum Indonesia”

Disaat masyarakat kota hidup dengan bergemilangan fasilitas yang berkecukupan bahkan lebih, namun jauh dari sudut terpencil dan asing mungkin saja. Mereka hidup dengan keterbatasan ya karena mereka memang tinggal di daerah perbatasan dengan sejuta keterbatasan yang ada. Ironis memang, kita sudah merdeka puluhan tahun tapi tidak berarti bagi masyarakat perbatasan yang selalu hidup dengan keterbatasan.

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di ASEAN bahkan di Dunia, mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Nias sampai pulau Rote tapi apakah sudah merata pembangunannya….??? Jawabannya adalah belum, bahkan Listrik yang digadai-gadai merupakan sumber penerangan nasional belum mampu menyentuh daerah perbatasan dan terpencil lainnya.

Mungkin inilah yang menjadi kelemahan bangsa yang besar dan hal ini bisa dimanfaatkan oleh negara lain untuk menambah daerah kekuasaannya dan ini sudah terbukti dengan lepasnya pulau sipada dan lingitan.

Indonesia, sebagai negara ASEAN yang memiliki wilayah paling luas tidak memiliki ambisi teritorial untuk mencaplok wilayah negara lain. Hal tersebut sangat berbeda dengan negara tetangga kita, Malaysia, yang tidak pernah berhenti untuk memperluas wilayahnya. Usaha itu di antaranya dengan mengakuisisi pulau-pulau dalam sengketa dan memindah-mindah patok perbatasan darat seperti yang dilakukan oleh Malaysia terhadap Indonesia di mana titik-titik perbatasan darat Indonesia – Malaysia di Pulau Kalimantan selalu digeser oleh Malaysia. Akibat dari aktivitas ilegal Malaysia itu wilayah kita semakin sempit sementara wilayah Malaysia semakin luas. Perkembangan terakhir dalam konsep strategi maritim Malaysia (dengan membangun setidaknya tiga pangkalan laut besar di Teluk Sepanggar, Sandakan dan Tawau) menunjukkan bahwa mereka semakin serius “mengarah ke timur” alias ke perairan antara Kalimantan dan Sulawesi. Continue reading

Belendung Sebelum Menikah…?? Salah Siapa Yaa..!!!

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 pengertian pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu Perkawinan adalah salah satu bentuk ibadah yang kesuciannya perlu dijaga oleh kedua belah pihak baik suami maupun istri. Perkawinan bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia sejahtera dan kekal selamanya. Perkawinan memerlukan kematangan dan persiapan fisik dan mental karena menikah / kawin adalah sesuatu yang sakral dan dapat menentukan jalan hidup seseorang.

Pernyataan diatas merupakan pengertian pernikahan  menurut UU yang berlaku di Indonesia. Nah, kalau menurut agama khususnya Islam bagaimana ya..

Untuk Dasar Hukum Agama mengenai Pernikahan / Perkawinan itu tertuang dalam (Q.S. 24-An Nuur : 32), “Dan kawinlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan mereka yang berpekerti baik. Termasuk hamba-hamba sahayamu yang perempuan.”  Continue reading

  • Buku Kedua

  • Buku Pertama

  • Chat With Me

  • Readers

    counter
  • Visitors

    free counters
  • Kamus

    dictionary on your finger
  • ISBN

    Indonesians’ Beautiful Sharing Network
  • My Blog Price