Keadilan.. Heemmm.. Apa Kata Dunia…???

DPR RI berencana membangun gadung baru yang berfasilitas lengkap dan mewah. Bermilyar-milyar uang rakyat dikeluarkan untuk membangun gedung baru tersebut. Fasilitas yang rencananya ada di gedung DPR RI yang baru itu ada Kolam Renang, Fitness dan masih banyak fasilitas lainnya. Kata mereka itu untuk pelengkap dan agar para anggota dewan YTH betah namun pada kenyataannya, tidak sedikit anggota dewan yang jarang berada dikantornya ya karena aktifitas ini dan itu.

Sementara, kita lihat diberbagai penjuru di bumi Indonesia tercinta masih banyak jangankan untuk membangun rumah, untuk tinggal saja mereka tidak tahu kemana dan dimana yang lebih parah lagi yaitu untuk makan sehari saja mereka sangat sulit bahkan tidak jarang mereka keseharian tidak makan. Kenapa ini terjadi, jawabannya adalah kenapa pemerintah Negeri kita tercinta ini tidak bisa melihat mana yang perlu diutamakan dan yang didahulukan.

Pembangunan rumah susun saja tidak banyak yang terrealisir karena itulah-inilah. Bahkan setelah rusun jadi yang menikmati tetap orang2 yang mampu sementara yang tidak mampu tetap saja tidak mendapatkan jatah mereka. Sementara dalam Islam bahwa dari sebagian harta yang engkau miliki itu terdapat hak dari orang-orang miskin. Kalau sudah begini, Apa Kata Dunia….???

Kita lihat, pada saat kampenye semua para anggota dewan meng-eluh-eluhkan janji-janji manis akan inilah-itulah. Kini setelah terpilih apa dan sejauh mana janji mereka yang telah direalisasikan……????

Kita setiap tahun bayar pajak, motor, mobil PBB bahkan pada saat makan direstoran kita sudah mengikut andil dalam mambayar pajak. Tapi apa yang rakyat dapatkan, tidak lain dan tidak bukan adalah uang pajak yang dibayarkan malah di KORUPSI oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Gayus, ya lagi-lagi Gayus itu hanya sebagian kecil contoh yang nyata padahal masih banyak Ikan Besar dan nyatanya Luput dari Perhatian para pengambil keputusan dan yang berwenang dalam hukum ini.

Sekarang ini tikus berdasi lebih banyak dari pada tikus yang hanya makan dari sisa-sisa makanan. Tikus berdasi ini lebih buas dan bisa semuanya diambil. Otak tikus ini bukan sembarang otak udang, karena yang menjadi tikus berdasi adalah orang-orang yang pintar dan tahu mana yang baik dan benar serta yang tidak baik juga mereka tahu. Inilah sepenggalan penafsiran dari lagu Iwan Fals yang berjudul Tikus Kantor.

Belum lama ini Presiden kita mengatakan bahwa “sudah 7 tahun gaji Presiden tidak naik”, kutipan pidato presiden dalam sambutan atau pidato dihadapan anggota Polri dan TNI. Dari ucapannya banyak yang mengkritik apa yang telah diucapkan atau disampaikan oleh sang Presiden. Ada yang menanggapi sinis ada juga yang menanggapi gimana gitu. Bahkan muncul gerakan prihatin atau pengumpulan Koin Untuk Preseden. Sebagai anggota partai Demokrat yaitu Pak Anas dan Pak Ahmad Mubarok hal ini merupakan tindakan sinis.

Tidak sedikit yang tidak setuju akan aksi pengumpulan koin untuk preseden ini, hal ini karena bisa membuat kesan atau membuat diri sang presiden merasa dihina atau apalah. Oleh karena itu sebagai negarawan sebaiknya perkataan yang keluar merupakan cerminan dari dalam diri seseorang. Bahkan sang Presiden sering sekali curhat, mungkin untuk mendapat perhatiaan atau apalah. Sementara Rakyat yang curhat bahkan sampai turun ke jalan saja tidak pernah terbukti realisasinya.

Mungkin saja sang presiden mengatakan hal ini untuk memberikan hal yang baik yaitu jika yang saya tafsirkan adalah, seorang pemimpin saja tidak pernah menagih ingin naik gaji tapi kenapa yang anggota dibawahnya selalu ingin naik Gaji. Presiden sebenarnya mengatakan atau menyampaikan hal  yang baik namun disalahartikan oleh yang mendengar atau lainnya.

Carut marut kekacauan ini sejalan dengan keadilan hukum di Indonesia. Saya jadi ingat dari ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Zainuddin MZ disela-sela acara disalah satu stasiun TV setiap minggu bahwa “Hukum Itu Seperti Pisau, Tajam Kebawah Namun Tumpul Keatas”. Uraian ini bukan hanya omong kosong dan telah terbukti keabsahannya. Contohnya maling ayam sudah digebukin dan dihukum lama lagi (4-5 tahun kali ya dihukumnya) sementara kasus Bank Century dan Mafia Pajak serta KORUPTOR hukumannya berlarut-larut dan lama sekali prosesnya.

Memang benar, hukum di negeri ini seperti pisau yaitu tajam dipermukaan bawah namun tumpul ke atas.. kalau sudah begini bagaimana seharusnya. Jawabannya adalah ada pada yang berwenang dalam penanggulangan ini.

Dimanakah letak keadilan dimuka bumi ini, lalu Apa Kata Dunia…..????

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s