Desember 2010 Bulannya Sepakbola Indonesia

Pergelaran ajang Piala AFF, ajang bergengsi tingkat ASEAN menjadi salah satu magnet timbulnya Nasionalisme rakyat Indonesia. Indonesia saat itu bergabung dengan ya bisa dibilang grup Neraka karena diisi oleh Thailand, Malaysia dan Laos. Namun hal tersebut tidak membuat gentar Timnas Indonesia. Pada perhelatan pertama Indonesia menjamu Malaysia yang pada tahun 2009 sukses menjuarai SEA GAMES dengan pasukan atau tim yang masih muda semua.

Perhelatan pertemuan pertama antara Indonesia VS Malaysia digelar pada tanggal 1 Desember 2010 dan tanpa diduga Indonesia berhasil mengganyang Malaysia dengan skor telak 5:1. Sukses ini juga diikuti pada pertemuan selanjutnya yaitu bertemu Laos dan lagi-lagi penampilan ekspresif Timnas Indonesia sangat ketara yaitu berhasil mencukur Laos dengan skor telak 6:0 untuk Indonesia. Dengan kemenangan ini membuat Indonesia menjadi juara grup dan lolos ke fase semi final karena pada pertandingan tim lain hanya bermain seri dan malaysia menang atas laos. Pada pertandingan akhir yaitu Indonesia VS Thailand, walaupun pertandingan ini tidak lagi menentukan Indonesia karena sudah pasti lolos ke semi final. Pertandingan melawan Thailand menjadi salah satu ajang pembuktian balas dendam karena Indonesia sudah lama sekali tidak bisa mengalahkan Thailand. Tanpa diduga penampilan menawan Timnas Indonesia berjalan dengan baik dan mampu melewati semua lawannya termaksud Thailand yang dikalahkan dengan skor 2:1. Kedua gol tersebut dihasilkan dari titik putih yang sukses dieksekusi oleh BP (Bambang Pamungkas).

Akhirnya Indonesia melaju ke semi final dan bertemu dengan tim kejutan yaitu Philipina. Ada yang berbeda dengan skuad Philipina yaitu diisi oleh 9 pemain naturalisasi yang bermain aktif di beberapa klub Eropa bahkan Keeper Philipina merupakan keeper akhtir ketiga di tim fulham. Pada perhelatan semi final ini Indonesia diuntungkan karena 2 laga tersebut dihelat di Indonesia karena Philipina tidak memiliki stadion berkapasistas Internasional dan layak untuk menyelenggarakan event akbar ini. Hal ini tentu saja sangat menguntukan Indonesia dan keuntungan ini pun tidak disia-siakan oleh Indonesia.

Skuad Philipina memang tidak bisa dianggap remeh, hal ini terbukti karena pada dua laga yang berhasil dimenangkan oleh Indonesia hanya unggul tipis yaitu sama-sama unggul 1:0. Penampilan yang diberikan skuad Philipina memang sungguh bagus, tentu saja karena diisi oleh skuad Naturalisasi. Permainan Philipina memang sangat bagus pada permainan Individu tapi secara tim masih kalah dibandingkan Indonesia yang bermain baik dan tampil ngotot. Akhirnya Timnas Indonesia berhasil mencapai puncak pada pagelaran Piala AFF 2010 ini.

Munculnya Bintang dan Idola baru Timnas, ya memang pada pagelaran Piala AFF 2010 ini banyak melahirkan Idola baru. Tentu saja yang pertama adalah Idola kau Hawa, siapa lagi kalau bukan Irfan Bachdim yang bernomor punggung 17 dan penjualan kaos Timnas bernomor punggung 17 sangat laris dipasaran. Irfan Bachdim merupakan warga negara Indonesia campuran yaitu antara Indonesia dan Belanda. Idola kedua muncul dari Bintang yang bersinar di kompetisi LSI/ pada Liga Indonesia dan beberapa kali menjadi Top Skor. Siapa lagi kalau bukan Cristian Gonzales yang juga menjadi penyelamat atau Pahlawan kemenangan antara Indonesia melawan Philipina dengan gol semata wayangnya pada dua pertemuan tersebut.  Selain itu muncul bintang dari Mutiara Hitam yaitu Oktovianus Maniani, kecepatan larinya membuat gentar lawan-lawan Indonesia dan dia juga sukses menciptakan gol untuk Timnas.

Menangnya Penjual Kaos Timnas ini memang sangat terasa bagi penjual kaos Timnas. Hal ini terbukti dari peningkatan penjualan kaos tersebut. Tentu saja ini membuat pemilik usaha rakyat kebanjiran order bahkan sempat sulit mencari atribut kaos atau jaket Timnas Indonesia. Mulai dari yang murah sampai yang mahal habis ludes terjual dan sangat sulit mendapatkannya.

Disaat euforia Timnas Garuda mengepakkan sayapnya, ada saja ya mungkin mencari popularitas atau apalah motifnya atau memang seorang WNI yang patuh hukum kama diadukannya Lambang Garuda di Kaos Timnas Indonesia karena menurut dia itu melangggar UU tentang, Bendera, Lambang Negara de el el dech. Tapi karena kecerdasan masyarakat Indonesia hal ini tidak terlalu digubris. Bahkan ada yang beranggapan bahwa dia itu mencari sensasi semata dan mencari popularitas saja tapi apapun itu yang penting Bravo Timnas Indonesia yang sangat menawan penampilannya di ajang piala AFF tahun ini. Penampilan Timnas RI juga pernah membara saat pagelaran piala Asia yang Indonesia menjadi tuan rumah bersama 3 neraga ASEAN lainnya. Penampilan tersebut membuat rasa Nasionlisme bangsa Indonesia bergemuruh dan berkumandang dibelahan seantero bumi Indonesia dan hal ini terulangi di ajang AFF 2010.

Penampilan Timnas Indonesia yang Heroic mungkin menimbulkan peluang bagi politis tanah air, betapa tidak Timnas disaat menang begitu disanjung dan dijamu oleh beberapa politisi ya mungkin nyelem sambil minum air kali yaa. Acara tidak Penting buat Timnas seperti sarapan disalah satu petinggi partai dan jamuan wawancara yang bisa membuat fokus pemain bisa terpecahkan.

Hal ini membuat Ekspose Media yang seperti berlebihan padahal perjuangan ini belum berhenti, masih ada final melawan Malaysia. Walaupun pada babak penyisihan berhasil ditaklukan oleh Indonesia namun dari waktu ke waktu penampilan Malaysia membaik. Hal ini membuat khawatir pelatih Alfred Reild yang menangani Timnas Indonesia.

Kekhawatiran pun terjadi dan Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysi di Leg Final Pertama dengan skor yang cukup berat 3:0 . Pertandingan ini juga memicu protes dari pemain Timnas karena adanya sorotan sinar laser kearah pemain Timnas, sehingga  pemain Indonesia mogok untuk bertandaing namun tidak lama berselang pertandingan akhirnya dilanjutkan dengan adanya jaminan bahwa tidak ada lagi laser. Petaka pun terjadi, karena konsentrasi pemain Indonesia telah bubar dan fokusnya tidak lagi pada pertandingan akubat ulah supporter Malaysia yang bertindak tidak fair play. Gol pertama pun menghancurkan segalanya dan tidak lama berselang gol kedua dan ketiga bersarang ke gawang Markus Haris Maulana Keeper Timnas Indonesia sehingga pada akhirnya Indonesia kalah dari Malaysia dan harus bisa mengalahkan dengan selisih minimal 4:0 jika ingin menang di leg kedua di GBK Jakarta.

Aktifitas diluar sepakbola yang dilakukan pemain Timnas salah satu penyebab kurang fokusnya para pemain. Selain itu wawancara dan ekspose berlebihan membuat para pemain lelah dan mudah seperti bebesar hati. Walaupun pada babak penyisihan Indonesia berhasil mencukur Malaysia 5:1 namun pada Leg pertam Final di Bukit Jalil Malaysia bangkit. Sebaliknya buat Indonesia setelah tampil gemilang dibabak penyisihan sampai semi final tapi melempem di Final Leg Pertama. Sejatinya Indonesia harus bisa membalas di Leg Final Kedua di GBK Jakarta dengan agregat minimal 4:0 dan itu sepertinya sulit namun skor 3:0 masih memungkinkan dilakukan.

Penampilan menjanjikan pun terjadi di final GBK Jakarta pada Leg Kedua Final piala AFF 2010, Indonesia tampil ngotot untuk meraih kemenangan dan banyak peluang didapat Indonesia namun penyelesaian akhir yang kurang baik membuat Indonesia belum bisa menjebol gawang Malaysia. Puncaknya Firman Utina yang dipercaya mengeksekusi Pinalti gagal karena tendangan yang lemah dan mudah dibaca oleh Keeper Malaysia. Jika saja bisa membobol besar kemungkinan Indonesia bisa menyamakan agregat tersebut namun apa daya keberuntungan pun masih belum memihak Indonesia. Bukan itu saja karena keasikan menyerang, pertahanan pun lupa dijaga dengan baik sehingga bukannya menjebol malah dijebol, Malaysia akhrinya berhasi menambah agregat menjadi 4:0 dan tentu saja menambah beban sendiri. Tapi penampilan pemain Timnas tidak gentar hingga akhirnya bisa menyamakan kedudukan  melaui gol hebat M. Ridwan tapi sayang penambahan gol pada menit akhir M. Nasuha tidak bisa mengangkat kemenangan Indonesia sehingga Indonesia lagi-lagi dan lagi-lagi hanya mampu menjadi runner up Piala AFF 2010.

Manfaat yang diambil dari ajang piala AFF 2010 adalah:

  1. Rasa nasionalisme masyarakat Indonesia begitu tinggi
  2. Sepakbola bisa menyatukan rakyat Indonesia
  3. Rasa cinta maysarakat Indonesia terhadap dunia sepak bola semakin tinggi dan yang tadinya sepak bola hanya digandrungi oleh laki-laki, kini para wanita bahkan Ibu-ibu juga menggilainya.
  4. SEPAK BOLA BUKA POLITIK, SEPAK BOLA BUKAN PANGGUNG POLITIK. JANGAN PERNAH MENYATUKAN SEPAKBOLA DENGAN ALAT UNTUK BERPOLITIK

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s