Antara Cemburu Buta Vs Cemburu Romantis

Banyak orang berpendapat, kehadiran perasaan cemburu dalam diri seseorang terhadap pasangan merupakan bukti cinta kepada pasangan. Benarkah?

”saya benar-benar bingung dan jengkel sekali dengan sifat pasangannya yang sangat pencemburu. Awalnya saya merasa berbahagia karena kecemburuan pasangannya membuat saya yakin dia sangat mencintai saya, dia takut kehilangan saya”.

Saat itu saya justru merasa tertekan oleh kecemburuannya yang menjadi-jadi. Saya merasa terkekang, tidak bebas bergerak, bahkan dalam beraktivitas saja seolah seperti dikejar-kejar. Mengapa? Karena dia akan sangat marah bila saya terlambat. Padahal, seperti diketahui, kemacetan lalu lintas sering tidak terduga, belum lagi karena posisi saya di bank cukup tinggi, sering harus menghadiri rapat mendadak yang diadakan atasan.

Belum sampai saya bernafas lega, dia sudah menghadang dan bertanya kenapa saya terlambat. Kalau saya mengatakan alasan apa pun, tidak pernah dia terima dengan baik. Bahkan, sering pertanyaannya diikuti cacian yang tidak dapat diterima akal sehat.

Dia dengan mudah mengungkap kata-kata kotor: “cari kepuasan lain ya; dasar pelacur; tukang bohong; dan bahkan sering diikuti makian berisi nama-nama binatang secara beruntun.

Saya benar-benar jengkel dan terkadang tidak dapat menahan emosi sehingga dia saya pukul. Apa lacur, karena dia pikir dialah yang lebih berkuasa padahal itu sebearnya tidak juga iyakan.

Saat kami pergi bersama, bila saya bertemu teman lain jenis, apakah mantan teman sekolah atau teman kantor, saya dilarang menegur lebih dulu. Dan, kalaupun menjawab tegur sapa dengan ramah, saya akan mendapat interogasi dan bahkan tuduhan saya pernah menjalin asmara dengan teman lain jenis tersebut.

Kejadian itu membuat saya meragukan cemburu pertanda cinta. Kalau cinta, mengapa memaki, menghina, melecehkan, bahkan memukuli. Kalau memang dia mencintai dan tidak mau kehilangan saya, seharusnya dia memperlakukan saya dengan baik, penuh kasih dan lembut, ya Bu.

Yang lebih menyakitkan, setelah memaki dan bahkan memukuli saya, Saya ingin sekali menggugat cerai, Bu, tetapi saya tidak berani. Apa yang harus saya lakukan, Demikianlah kisah yang bisa kita renungkan

Cemburu buta

Di samping istilah dan pemahaman tentang cinta buta, demikian pula dengan cemburu buta. Artinya, orang yang dilanda cemburu buta adalah orang yang perasaan cemburunya berlebihan, bahkan ekstrem. Rasa takut kehilangan sedemikian besarnya sehingga ketakutan ini justru memicu meluapnya dorongan agresi mereka.

Luapan dorongan agresi itu diungkap baik secara verbal dalam bentuk makian, cercaan, dan lecehan maupun secara nonverbal dalam bentuk pukulan dan tamparan. Jika itu sering terjadi apa yang harus kita lakukan..??

Cara mengungkap rasa cemburu tersebut justru terkesan meragukan dasar cinta kasih yang seyogianya melandasi sikap cemburu.”Kalau memang dia mencintai, kenapa sikapnya seperti itu?”

Pencemburu buta pada dasarnya memiliki karakteristik kepribadian spesifik yang membuka peluang berkembangnya tingkat kecemburuan. Karakteristik itu, antara lain, adalah kurang percaya diri, tidak yakin akan cinta kasih dan kesetiaan pasangan, serta memiliki kecenderungan posesif sehingga apa pun yang dirasakan menjadi miliknya akan dipertahankan dengan segala cara. Jadi, fokus perhatian dan penghayatan harus ditujukan hanya kepada dirinya seorang.

Apabila pencemburu buta melihat kita menegur kawan jenis lain, apalagi sambil tersenyum, dapat dipastikan mereka akan meradang.

Permasalahan lain, sering mereka kurang berhasil secara ekonomi sehingga terpaksa melepas Jika kemudianpasangan kita lebih tinggi baik karier dan penghasilannya, kemungkinan kekejaman perlakuan sebagai manifestasi kecemburuan bisa lebih serius, bahkan mungkin saja fatal.

Cemburu romantis berbeda dari cemburu buta. Dalam cemburu romatis unsur kasih lebih dominan daripada unsur agresif yang terkait dengan sikap posesif. Kalaupun terdapat sedikit kecurigaan terhadap pasangan, kadar ungkapan agresi sangat minim, sekadar mengingatkan komitmen pasangan.

Karakter ungkapnya pun mengandung unsur kasih yang tulus dari pasangan yang memiliki kemantapan dan stabilitas emosi optimal. Biasanya kecemburuan romantis justru meningkatkan kadar kemesraan pasangan. Dengan dasar kemantapan kepribadian kedua pasangan, keyakinan akan kasih antarkedua pasangan pun mantap pula.

Solusi

Tergesa-gesa memutuskan gugat cerai bukanlah solusi bijaksana. Kiranya dapat dicari waktu yang tenang guna mendiskusikan masalah kepercayaan dan kesetiaan antarpasangan.

1. Mendiskusikan iklim relasi yang terjalin antara pasangan kita.

2. Menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing dengan jiwa besar.

3. Bersama mencari jalan keluar dengan berkonsultasi ke ahli dengan profesi yang relevan dan kompeten.

4. Mematuhi saran konstruktif dari ahli tersebut.

Sumber by www.kompas.com

9 Comments

  1. katanya sih…
    cemburu itu sifatnya iblis..heheheeh

  2. itu bukan cemburu tapi over protektif yg berlebihan
    kelaut aja deh buat cowo2 kyk gitu🙂

  3. Haduuuhh, na;udzubillahimindzalik deh, mudah-mudahan jodoh saya kelak bukan orang yang suka mengumpat gitu yah??! Serem deh, rasanya gimanaaaa gitu…
    Tapi ada juga sih temen deket yang punya kasus hampir sama kayak gitu, sampe sedih saya kalo dia curhat tentang pasangannya.

  4. cemburu karena kurang komunikasi secara terbuka kali yah…

  5. Hmmm…Cemburu sich boleh asal gak cemburu buta😀

  6. kaTanYa oRang DuLu,,
    CembuRu tu siCh tanda cinTa.. * kataNya lho.,*

  7. jd cemburu itu terdiri dr dua jenis toh??!:mrgreen:

    prefer cemburu romantis aja deh..

  8. Intinya tetap cemburu……. bagi-ku cemburu it’s ga seru banget deh…

  9. Itu cerita persis sama dgn kisahku gan….
    dan sampai skrgpun gua jg ga bs bergerak bebas sprt dulu,pdhal gua udh benar2 yakin akan mencintai sampai akhir hidupku
    trimksh


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s