Tips Untuk Cara Survive Di Lingkungan Si Dia

MENGHADAPI teman-teman Si Dia, sama (bahkan lebih) mengerikannya dengan menghadap calon mertua. Salah gaya, Anda bisa kena persona nongrata alias masuk daftar pacar teman yang pantas dihindari. Supaya selamat, pelajari triknya.

Idealnya, teman dia teman kita juga. Begitu pula sebaliknya. Tapi, faktanya tentu tak semudah membuat sandwich. Gagasan menyatukan “teman-teman kita” meski terdengar indah, dalam banyak kasus justru tidak berakhir happy end. Penyebab kegagalan yang paling sering dialami justru karena terlalu memaksakan diri.

Nah, di situ letak tantangannya. Bila Anda masuk ke dalam lingkungan pergaulannya, separuh hatinya sudah Anda menangkan. Bagi banyak laki-laki, teman masuk dalam daftar prioritas. Selain itu, suka tidak suka, para lelaki itu terlanjur percaya bahwa perempuan adalah tulang rusuknya yang hilang. Mereka mendambakan kekasih yang bisa menjadi pendamping yang oke dan pantas “diajak ke mana-mana”.

1. BACA PETA
Ketika baru berkenalan dengan teman-teman Si Dia, bersikaplah wajar. Anggap Anda sedang berkenalan dengan teman-teman baru Anda sendiri. Tak perlu bersikap berlebihan. Paling aman, bila Anda memutuskan untuk lebih banyak diam sambil memerhatikan karakter masing-masing. Dari situ Anda bisa memutuskan akan “masuk dari sisi mana”.   

2. IKUTI ARUS
Cobalah pahami bahasa pergaulan mereka. Jangan memaksakan diri untuk langsung masuk pada topik diskusi. Untuk permulaan, menjadi pendengar yang baik adalah pilihan yang masuk akal. Bila mendengar lelucon lucu, berusahalah tertawa dengan tulus. Kalau toh Anda pikir sebenarnya lelucon itu sama sekali tidak lucu, coba nikmati saja. Kalau tertawa Anda anggap terlalu royal, cukup beri senyum terbaik Anda (percayalah, Anda akan terlihat menarik dalam “pose” itu).

3. JAGA SIKAP
Bukan bermaksud jaim. Tapi lebih pada upaya mengendalikan diri untuk mencegah komentar miring bila Anda sudah tak bersama mereka. (Anda mungkin tahu bahwa dalam pertemanan lelaki, mengomentari pacar temannya sudah jadi kebiasaan. Seperti juga kita). Misalnya, selama berada di antara teman-temannya, simpan dulu keinginan Anda untuk bermesraan di depan teman-temannya. Percayalah, itu tidak akan membuat mereka iri, Anda dan pacar malah bisa jadi bulan-bulanan mereka.

4. JAGA JARAK
Meski Anda sudah berhasil mencuri sedikit perhatian, tak perlu langsung SASA (Sok Akrab Sok Asyik). Keramahan mereka, bukan lantas berarti Anda diterima sepenuh hati. Bersikap ramah adalah bagian dari tata krama pergaulan. Usahakan tetap menjaga jarak wajar sampai Anda yakin bahwa Anda memang sudah dianggap bagian dari mereka.

5. BE CALM
Meski teman-teman Si Dia sudah bersikap ramah, Anda tetap tak merasa tune-in. Bila itu terjadi, jangan langsung kabur atau terus mencolek pinggangnya minta pulang. Tahan sedikit keinginan itu. Toh, Anda tak harus selalu bersama mereka.

6. Let Him Go
Kini Anda sudah tahu seperti apa teman-teman Si Dia. Jika Anda tak terlalu menyukai mereka, bukan berarti Anda tak membolehkan Si Dia bergaul. Berikan Si Dia kebebasan bertemu teman-temannya. Jika Anda terus membatasinya, keadaan bisa berbalik. Mereka akan membenci Anda, dan bukan tak mungkin membujuk Si Dia memutuskan Anda. Bisa gawat, kan?
Erma Dwi Kusumastuti

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s