<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rahman Faisal</title>
	<atom:link href="http://faisal14.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faisal14.wordpress.com</link>
	<description>Nothing problem without solutions and be yourself because It's Me</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 02:13:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='faisal14.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ed047a7b221586799773451ecafc9164?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rahman Faisal</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Penegakan Hukum Bagi Rakyat Kecil,  Apakah sudah Adil..????</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/11/23/penegakan-hukum-bagi-rakyat-kecil-apakah-sudah-adil/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/11/23/penegakan-hukum-bagi-rakyat-kecil-apakah-sudah-adil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:50:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Gara-gara Buah Kakao]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Bu Imah]]></category>
		<category><![CDATA[Penegak Hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh hal yang memilukan jika kita melihat kasus yang beredar di Negeri kita tercinta ini, cobalah lihat dan tegaklah kesamarataan kita akan hukum memang ada tapi lihatlah ketegakan bagi rakyat kecil cepat sekali diproses dan juga cepat sekali ditindak serta cepat sekali dihukum dan divonis. Sekarang kita lihat sisi lain dari petegakan hukum bagi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=541&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sungguh hal yang memilukan jika kita melihat kasus yang beredar di Negeri kita tercinta ini, cobalah lihat dan tegaklah kesamarataan kita akan hukum memang ada tapi lihatlah ketegakan bagi rakyat kecil cepat sekali diproses dan juga cepat sekali ditindak serta cepat sekali dihukum dan divonis. Sekarang kita lihat sisi lain dari petegakan hukum bagi yang lainnya terutama kasus yang lebih luas, masalah Polri dan KPK belum selesai padahal KPK sudah ada rekamannya tapi apa yang terjadi..??? Hem, gimana yak ok ngono!!! Belum lagi masalah hukum bagi para koruptor yang jelas-jelas merugikan Negara yang sangat besar tapi kenapa proses hukum dan penegakan hukumnya kok lebih sulit dan tidak secepat proses hukum bagi rakyat kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasus yang beredar di Negeri kita dan fenomena yang terjadi apa, seorang Nenek yang hanya mengambil buah Kakao hanya tiga buah dan beliau juga merupakan pekerja disana dan sudah 3 tahun bekerja disana dan proses hukumnya cepat sekali ditegakkan.  <span id="more-541"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan kita lihat, para koruptor, importir dan exportir illegal dan juga kasus besar sulit sekali atau bahkan jauh dibandingkan dengan penegakan hukum bagi rakyat kecil. Apakah Negeri kita sudah tegak hukum walaupun kita semua sama dimata hukum tapi penegakan hukum masih belum setara. Kronologi yang terjadi pada si Nenek adalah mau mengambil buah Kakao untuk dijadikan bibit sedangkan pada saat mau mengambilnya diperkebunan itu tidak ada orang lain atau bisa dikatakan hanya si nenek, pada saat wawancara disalah satu Stasiun TV swasta di Indonesia, “Jika pada saat mengambil buah kakao itu ada orang atau mandor, maka si Nenek akan meminta izin untuk dapat membawa buah tersebut”. Padahal pada saat itu buah kakaonya tidak langsung dibawa melainkan hanya diletakkan dibawah mungkin si Nenek itu berfikir jika suatu waktu ada orang atau penjaga atau mandor perkebunan itu bisa meminta izin untuk membawa buah kakao itu. Si Nenek sudah minta maaf kepada si Mandor ya setidaknya rasa kemanusiaan yang harus ditanamkan walaupun memang dalam usaha itu yang merugikan adalah musih perusahaan. Namun menurut salah satu sumber dari perwakilan perkebunan itu menjelaskan didalam wawancara via telepon di salah satu Stasiun TV mengatakan &#8220;Bahwa si Nenek itu mengambil 3 Kg dan bukan yang pertama kalinya sedangkan yang terjadi sekarang merupakan yang tertangkap tangan, begitu menurutnya&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Hemm sungguh kasus yang berbeda dan menarik sekali untuk disimak dan juga diperhatikan bagi kita semua dan juga oknum penegak hukum kita yang seharusnya menegakan hukum tanpa melihat status dan kalau bisa dengan kasus lain yang sudah terbukti dan juga ada bukti itu seharusnya sudah harus ditegakkan tidak sepertinya sulit untuk diproses tapi melihat kejadian si Nenek yang mengambil buah kakao 3 buah saja langsung ditindak, langsung dihukum, langsung disidang, langsung divonis tapi lihatlah para koruptor yang merugikan Negara kita ini yang jelas-jelas bersalah atau para golongan masyarakat yang bergelimangan harta jika kita perhatikan mungkin atau tidak langsung terjadi seperti yang dialami oleh si Nenek itu. Dimana ya kesalahan atau beratnya penegakan hukum ini, kita tahu memang setiap orang yang bersalah itu harus dihukum tapi yang dipertanyakan adalah mengapa ya prosesnya jauh lebih sulit dibandingkan yang dialami si Nenek yang berusia 53 tahun. Hukuman yang diterima si Nenek yaitu 3 bulan hukuman, dengan keringanan 1,5 bulan dan tanpa adanya pembela atau pengacara yang bisa membantu atau memberikan pembelaannya. Seharusnya minimal adanya musyawarah untuk menyelesaikan kasus ini, tapi ini sudah terjadi bahkan kalau tidak salah hakimnya sampai menangis saat membacakan hukumannya, hemmm sungguh memilukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Versi manakah yang bisa dipertanggungjawabkan, menurut si Nenek beliau hanya mengambil 3 buah sedangkan menurut versi yang punya perkebuanan itu 3 Kg dan si nenek (Ibu Minah) hanya mengaku 3 Buah, lalu beda lagi versinya dengan yang pihak berwenang di Perkebunan itu, menurut yang punya perkebunan itu si Nenek (Ibu Minah) sudah sering sekali mengambil hasil perkebunan dan itu didapat informasi dari yang lainnya. Kenapa ya kok si Nenek (Ibu Minah) tidak ada maaf atau proses musyawarah tapi yang lainnya tidak sedangkan kata salah satu wakil dari perusahaan perkebunan. Hal ini mungkin dijadikan contoh bagi yang lainnya untuk membuat efek jera, katanya tidak ada permintaan maaf kepada pusat dari perkebunan itu dan kata dari kapolsek sudah mengadakan atau merancang menjadi fasilitator agar kasus ini tidak sampai ke pengadilan atau istilah adanya usaha damai tapi menurut yang punya atau yang berwenang tidak menginginkannya dan hanya ingin membuat efek jera sehingga kita bisa mengetahui akibat yang kita lakukan apapun itu. Heemmmm, inilah salah satu cerminan yang perlu kita cermati dan juga kita perlu perhatikan agar kita bisa mengetahuinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita harus bisa menanamkan nilai kejujuran dalam diri kita ini sekecil apapun itu yang namanya kesalahan harus mempunyai konsekuensi yang harus ditanggung dan itu memang harus kita jalankan, prinsip jujur dalam bekerja dan lain sebagainya perlu kita tanamkan dan juga kita tingkatkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan penegakan hukum di Negeri ini bisa seadil-adilnya ditegakkan tanpa adanya perbedaan baik itu status sosial dan lainnya sehingga kita bisa bangga akan hukum kita ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/541/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=541&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/11/23/penegakan-hukum-bagi-rakyat-kecil-apakah-sudah-adil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh Makalah &#8220;Roti Buaya Sebagai Simbol Pernikahan Adat Betawi&#8221;</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/11/10/contoh-makalah-roti-buaya-sebagai-simbol-pernikahan-adat-betawi/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/11/10/contoh-makalah-roti-buaya-sebagai-simbol-pernikahan-adat-betawi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 04:32:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Roti Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Roti Buaya Simbol Pernikahan Adat Betawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[Kata Pengantar
 
 
Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah Allah SWT,  karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Roti Buaya Sebagai Simbol Pernikahan Adat Betawi”, suatu kebudayaan yang  selalu dialami bagi setiap masyarakat Betawi pada saat melangsungkan resepsi pernikahaan.
Makalah ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=534&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kata Pengantar</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah Allah SWT,  karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Roti Buaya Sebagai Simbol Pernikahan Adat Betawi”, suatu kebudayaan yang  selalu dialami bagi setiap masyarakat Betawi pada saat melangsungkan resepsi pernikahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam  pemahaman kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya kebudayaan Betawi terutama keberadaan roti buaya sebagai simbol adat pernikahan kebudayaan Betawi. Rasa terima kasih Aku persembahkan kepada kedua orang tua aku yang senanitasa memberikan dukungan dan doanya untuk aku yang tidak pernah putus, keluarga yang memberikan motivasi, dosen dan guru-guru yang memberikan ilmu dan pengetahuannya serta teman-teman yang telah membantu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Bandung, November 2009</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><strong>BAB I</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>A. </strong><strong>Latar Belakang Masalah</strong></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Disetiap daerah mempunyai simbol pernikahan yang beranekaragam jenis dan bentuknya dan pastinya memiliki arti tersendiri serta kepercayaan dari masing-masing adat dan kebudayaan. Kita pasti tahu apa arti dari simbol pernikahan, yang dimaksud dengan simbol pernikahan adalah sesuatu hal atau barang yang menjadi ciri khas atau identik dari setiap perayaan atau resepsi pernikahan dan selalu ada dalam acara pernikahan tersebut. Banyak yang berangapan bahwa dari suatu jenis atau macam dari simbol pernikahan itu pasti berbeda-beda dari kebudayaan ke budaya lainnya. Dalam hal ini yang menjadi simbol pernikahaan adat betawi yaitu menggunakan roti buaya. Alasan masyarakat Betawi menggunakan simbol buaya adalah kalau dilihat dari sejarahnya bahwa buaya laki itu hanya setia pada satu pasangan buaya perempuan sampai mereka mati itulah yang menjadi dasar dari simbol roti buaya tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah kalau kita sering mendengar atau melihat buaya itu identik dengan hal yang negative contohnya <em>buaya darat</em> istilah ini di identikan dengan orang yang suka mempermainkan orang lain tapi masyarakat Betawi menganggap roti buaya itu sebagai lambang kesetiaan. Biasanya roti buaya yang dibawa pada saat pernikahaan masyarakat Betawi umumnya adalah tiga roti, yang pertama itu roti buaya jantan, yang kedua roti buaya perempuan dan ditambah dengan roti buaya anakan. Sehingga simbol inilah yang menjadi ciri khas sebagai symbol pernikahaan masyarakat betawi saat melakukan resepsi pernikahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-534"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter atau tergantung yang memesan ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan. Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga. Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib. Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Haji Ilyas, salah satu tokoh Betawi di Tanahtinggi, Jakarta Pusat, meski saat ini banyak warga Betawi yang merayakan pernikahan secara modern, tapi mereka masih memakai roti buaya sebagai simbol kesetiaan. Karena roti buaya sudah membudaya bagi warga Betawi.  <em>“Adat kite ntu kagak ilang. Masih banyak nyang pake. Kite ambil contoh di kawasan Condet, Palmerah sampe ke Bekasi, malahan sampe Tangerang,”</em> lanjut pria yang sering disapa Haji ini. Sayangnya, saat ini roti buaya tidak mudah dijumpai di toko-toko roti. Untuk itu, bagi pasangan yang akan menikah harus pesan dulu ke tukang roti. Dan harganya juga bervariasi tergantung ukuran yang dipesan, yakni mulai dari 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Itu sudah termasuk rasa roti, keranjang, dan asesoris pelengkapnya. <em>“Roti buaya adalah kue perayaan, jadi nggak setiap hari ada. Kalau mau beli harus pesan dulu,”</em> kata Ari, salah satu pedagang kue di Pasar Senen. Sejatinya, bagi warga yang sudah terbisa membuat roti, tidak terlalu sulit membuat roti buaya ini. Sebab, bahan dasarnya sangat sederhana, yakni terigu, gula pasir, margarine, garam, ragi, susu bubuk, telur dan bahan pewarna. Keseluruhan bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga rata dan halus, kemudian dibentuk menyerupai buaya. Setelah bentuk kemudian dioven/panggang hingga matang.</p>
<p style="text-align:justify;">Roti buaya, katanya roti khas Betawi yang selalu ada di setiap perhelatan orang Betawi, yang makanan pokoknya rasanya beras. Karena dari ujung Sabang sampai sekarang Merauke, orang yang menamakan dirinya orang Indonesia sudah makan nasi. Jadi, boleh diambil kesimpulan roti buaya ini pasti peninggalan sang penjajah yang memang makanannya roti. Kalau begini, mengakui peninggalan atau mengakui sesuatu yang bukan berasal dari kebiasaan penduduk setempat tetapi mempunyai kaitan historis sah-sah sajakan? Kalau memperhatikan cara berpakaian, makanan, tarian, way of life berbagai suku bangsa di Indonesia, yang mana bisa kita katakan &#8216;ASLI&#8217; Indonesia? Menilik sejarah Indonesia, Indonesia sudah menjadi &#8216;melting pot&#8217; berbagai ragam budaya manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Asli Indonesia kah Ramayana dan Bharatayuda? huruf-huruf  yang digunakan mencatat oleh nenek moyang kita? ASLI Indonesia kah nenek moyang kita? Mudah-mudahan, doa ini terutama buat yang masih muda-muda, bangsa Indonesia tidak terperangkap pada elemen-elemen primordialisme. Memang menjaga milik itu wajib hukumnya, tetapi kita tidak pernah hidup terisolasi dan terpisah dari manusia-manusia lain di muka bumi ini. Jadi, untuk bangga menjadi orang  Indonesia,  perlukah kita  memusuhi  tetangga kita  sendiri?</p>
<p style="text-align:justify;">Asal muasal adanya roti buaya ini, konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun. Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan. Karenanya, tak heran jika setiap kali prosesi pernikahan, mempelai laki-laki selalu membawa sepasang roti buaya berukuran besar, dan satu roti buaya berukuran kecil yang diletakkan di atas roti buaya yang disimbolkan sebagai buaya perempuan. Ini mencerminkan kesetian mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sampai beranak-cucu. Tradisi ini masih berlangsung sampai sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang menjadi motivasi penulis dalam membuat makalah ini adalah untuk memberikan informasi kepada orang lain mengenai ragam kebudayaan di Indonesia khususnya mengenai kebudayaan roti buaya menjadi simbol dari pernikahaan masyarakat Betawi. Selain itu juga untuk mengetahui kenapa masyarakat Betawi menggunakan roti buaya sebagai simbol adat pernikahan dan untuk memahami makna dari roti buaya pada pernikahan adat Betawi yang menjadi simbol masyarakat Betawi serta kebiasaan masyarakat Betawi menjadikan roti buaya sebagai simbol pernikahan.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>A. </strong><strong>Tujuan Penelitian</strong></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Tujuan penelitian dalam makalah ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1)      Mengetahui kenapa masyarakat Betawi menggunakan roti buaya sebagai simbol adat pernikahan.</p>
<p style="text-align:justify;">2)      Untuk memahami makna dari roti buaya pada pernikahan adat Betawi yang menjadi simbol masyarakat Betawi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B.</strong><strong> Manfaat Penelitian</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam penulisan makalah ini ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari penjelasan dalam makalah ini, dalam hal ini manfaat penelitian dari penulisan makalah ini terbagi dua yaitu: Manfaat untuk penulis itu sendiri, manfaat dari yang mambaca. Manfaat untuk penulis adalah untuk mengetahui dan mendalami sejauh mana roti buaya menjadi simbol pernikahaan adat Betawi. Sedangkan manfaat dari pembaca adalah untuk mendapatkan informasi, berbagi pengetahuan dan juga mengetahui alasan kenapa masyarakat Betawi menggunakan roti buaya sebagai simbol dari pernikahan adat Betawi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>C.  Perumusan Masalah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan uraian permasalahan tersebut di atas, maka dapat penulis rumuskan permasalahan yang diangkat dalam makalah ini yaitu “Mengapa Roti buaya menjadi simbol pernikahan adat Betawi”.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>D.  Pembatasan Masalah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena keterbatasan waktu maka penulis membatasi masalah yang akan dibahas antara lain:</p>
<p style="text-align:justify;">1)      Bagaimana masyarakat Betawi menjadikan roti buaya sebagai simbol pernikahan.</p>
<p style="text-align:justify;">2)      Bagaimana asal mula roti buaya bisa dijadikan sebagai simbol pada pernikahan adat Betawi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>E.  Sistematika Penulisan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sistematika yang dipergunakan dalam penulisan Makalah ini adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Bab I.   Pendahuluan</p>
<p style="text-align:justify;">Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah dan pokok-pokok pembahasan, tujuan dan manfaat dari penelitian serta sistematika penulisan makalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Bab II. Isi</p>
<p style="text-align:justify;">Berisikan dasar teori yang mendasari keseluruhan topik makalah ini; Sekilas tentang Betawi, bahasa Betawi, seni dan kebudayaan betawi, Kepercayaan, Profesi, Perilaku dan sifat. Roti buaya sebagai simbol pernikahan adat Betawi, Asal mulanya roti buaya menjadi simbol pernikahan adat Betawi, sekilas tentang sejarah buaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bab III. Penutup</p>
<p style="text-align:justify;">Berisi tentang kesimpulan dan saran dari peneliti.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><strong>BAB II</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>ISI</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>A.   Sekilas Tentang Betawi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun <a title="1930" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1930">1930</a>, kategori orang Betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang Betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk <a title="Batavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia">Batavia</a> waktu itu. <a title="Antropologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi">Antropolog</a> Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr <a title="Parsudi Suparlan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Parsudi_Suparlan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Parsudi Suparlan</a> menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang <a title="Kemayoran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemayoran">Kemayoran</a>, orang <a title="Senen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senen">Senen</a>, atau orang <a title="Rawabelong (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rawabelong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rawabelong</a>. Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni <a title="Hindia Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindia_Belanda">Hindia Belanda</a>, baru muncul pada tahun <a title="1923" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1923">1923</a>, saat <a title="Husni Thamrin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Husni_Thamrin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Husni Thamrin</a>, tokoh masyarakat Betawi mendirikan <a title="Perkoempoelan Kaoem Betawi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perkoempoelan_Kaoem_Betawi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Perkoempoelan Kaoem Betawi</a>. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional. Hal ini terjadi karena pada abad ke-6, kerajaan Sriwijaya menyerang pusat kerajaan <a title="Tarumanagara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tarumanagara">Tarumanagara</a> yang terletak di bagian utara Jakarta sehingga pengaruh bahasa Melayu sangat kuat disini. Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa Portugis pada tahun 1512 yang membolehkan Portugis untuk membangun suatu komunitas di Sunda Kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis yang menurunkan darah campuran Portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong.</p>
<p style="text-align:justify;">Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh <a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a> ke <a title="Batavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia">Batavia</a>. Apa yang disebut dengan orang atau Suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang <a title="Suku Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sunda">Sunda</a>, <a title="Suku Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa">Jawa</a>, <a title="Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab">Arab</a>, <a title="Suku Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bali">Bali</a>, <a title="Suku Sumbawa (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suku_Sumbawa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sumbawa</a>, <a title="Suku Ambon (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suku_Ambon&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ambon</a>, <a title="Suku Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Melayu">Melayu</a> dan <a title="Suku Tionghoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Tionghoa">Tionghoa</a>.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>1. </strong><strong>Bahasa Betawi</strong><strong> </strong></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sifat campur-aduk dalam <a title="Dialek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dialek">dialek</a> <a title="Bahasa Betawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Betawi">Betawi</a> adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar <a title="Batavia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batavia">Batavia</a> juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal <a title="Abad ke-20" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20">abad ke-20</a>, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis <a title="Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda">Sunda</a> dan menyebutnya sebagai etnis <a title="Betawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betawi">Betawi</a> (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam <a title="Bahasa Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sunda">bahasa Sunda</a> seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno <a title="Bujangga Manik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bujangga_Manik">Bujangga Manik</a> yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris. Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah <a title="Bahasa Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia">Bahasa Indonesia</a>, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek <a title="Betawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Betawi">Betawi</a>.</p>
<h2 style="text-align:justify;">2.   Seni dan kebudayaan Betawi</h2>
<p style="text-align:justify;">Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni <a title="Gambang Kromong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gambang_Kromong">Gambang Kromong</a> yang berasal dari seni musik <a title="Tionghoa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a>, tetapi juga ada <a title="Rebana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebana">Rebana</a> yang berakar pada tradisi musik <a title="Bangsa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab">Arab</a>, <a title="Keroncong Tugu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keroncong_Tugu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Keroncong Tugu</a> dengan latar belakang <a title="Portugis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis">Portugis</a>-Arab,dan <a title="Tanjidor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanjidor">Tanjidor</a> yang berlatarbelakang ke-<a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan seni <a title="Lenong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lenong">Lenong</a>, <a title="Gambang Kromong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gambang_Kromong">Gambang Kromong</a>, <a title="Rebana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebana">Rebana</a> <a title="Tanjidor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanjidor">Tanjidor</a> dan <a title="Keroncong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keroncong">Keroncong</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sifat campur-aduk dalam <a title="Dialek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dialek">dialek</a> Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing. Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni <a title="Gambang Kromong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gambang_Kromong">Gambang Kromong</a> yang berasal dari seni musik <a title="Tiongkok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok">Tiongkok</a>, tetapi juga ada <a title="Rebana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rebana">Rebana</a> yang berakar pada tradisi musik <a title="Bangsa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab">Arab</a>, <a title="Keroncong Tugu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keroncong_Tugu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Keroncong Tugu</a> dengan latar belakang <a title="Portugis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis">Portugis</a>-Arab,dan <a title="Tanjidor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanjidor">Tanjidor</a> yang berlatarbelakang ke-<a title="Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>-an. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai <strong>orang Betawi</strong> adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa. Mereka adalah hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu.</p>
<h2 style="text-align:justify;">3.   Kepercayaan</h2>
<p style="text-align:justify;">Orang Betawi sebagian besar menganut agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>, tetapi yang menganut agama <a title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen">Kristen</a>; <a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan">Protestan</a> dan <a title="Katholik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katholik">Katholik</a> juga ada namun hanya sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang beragama Kristen, ada yang menyatakan bahwa mereka adalah keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa <a title="Portugis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis">Portugis</a>. Hal ini wajar karena pada awal abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda mengadakan perjanjian dengan Portugis yang membolehkan Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan <a title="Sunda Kalapa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kalapa">Sunda Kalapa</a> sehingga terbentuk komunitas Portugis di Sunda Kalapa. Komunitas Portugis ini sekarang masih ada dan menetap di daerah <a title="Kampung Tugu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kampung_Tugu">Kampung Tugu</a>, <a title="Jakarta Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta_Utara">Jakarta Utara</a>.</p>
<h2 style="text-align:justify;">4.   Profesi dan Perilaku serta sifat Masyarakat Betawi</h2>
<p style="text-align:justify;">Di <a title="Jakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta">Jakarta</a>, orang Betawi sebelum era pembangunan orde baru, terbagi atas beberapa profesi menurut lingkup wilayah (kampung) mereka masing-masing. Semisal di kampung Kemanggisan dan sekitaran Rawabelong banyak dijumpai para petani kembang (anggrek, kemboja jepang, dan lain-lain). Dan secara umum banyak menjadi guru, pengajar, dan pendidik semisal K.H. Djunaedi, K.H. Suit, dll. Profesi pedagang, pembatik juga banyak dilakoni oleh kaum betawi. Petani dan pekebun juga umum dilakoni oleh warga Kemanggisan. Kampung yang sekarang lebih dikenal dengan Kuningan adalah tempat para peternak sapi perah. Kampung Kemandoran di mana tanah tidak sesubur Kemanggisan. Mandor, bek, jagoan silat banyak di jumpai disana semisal Ji&#8217;ih teman seperjuangan Pitung dari Rawabelong. Di kampung Paseban banyak warga adalah kaum pekerja kantoran sejak zaman Belanda dulu, meski kemampuan pencak silat mereka juga tidak diragukan. Guru, pengajar, ustadz, dan profesi pedagang eceran juga kerap dilakoni.</p>
<p style="text-align:justify;">Warga Tebet aslinya adalah orang-orang Betawi gusuran Senayan, karena saat itu Ganefonya Bung Karno menyebabkan warga Betawi eksodus ke Tebet dan sekitarnya untuk &#8220;terpaksa&#8221; memuluskan pembuatan kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang kita kenal sekarang ini. Karena asal-muasal bentukan etnis mereka adalah multikultur (orang Nusantara, Tionghoa, India, Arab, Belanda, Portugis, dan lain-lain), profesi masing-masing kaum disesuaikan pada cara pandang bentukan etnis dan bauran etnis dasar masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah Muhammad Husni Thamrin, <a title="Benyamin Sueb" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benyamin_Sueb">Benyamin Sueb</a>, dan Fauzi Bowo yang menjadi <a title="Gubernur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur">Gubernur</a> Jakarta saat ini . Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain Jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun terkadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orang tua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat betawi dan pendatang dari luar Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi, terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B.   Roti Buaya Sebagai Simbol Pernikahan Adat Betawi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan. Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga. Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib. Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu masyarakat Betawi telah turun temurun menggunakan roti buaya sebagai simbolisasi disetiap pernikahan adat Betawi. Kenapa bentuknya  buaya? tapi kita sering mendengar bahwa ada istilah <em>Buaya Darat</em> alias mata keranjang? Persepsi ini yang perlu dijelaskan. Buaya adalah hewan yang panjang umur dan paling setia kepada pasangannya, buaya itu hanya kawin sekali seumur hidup, sehingga orang Betawi menjadikannya sebagai <em>Lambang Kesetiaan</em> dalam rumah tangga. Selain itu buaya termasuk hewan perkasa &amp; hidup di dua alam, ini juga bisa dijadikan lambang dari harapan agar rumah tangga menjadi tangguh &amp; mampu bertahan hidup di mana aja. Roti Buaya ini dibuat sepasang, yang betina ditandai dengan roti buaya kecil yg diletakan di atas punggungnya atau di samping. Maknanya adalah kesetiaan berumah tangga sampai beranak cucu. Peningset ini harus dijaga sepanjang jalan, supaya tetap mulus hingga sampai ke tangan penganten perempuan. Selain itu, roti memiliki makna sebagai lambang kemapanan, karna ada anggapan bahwa roti merupakan makanan orang golongan atas. Pada saat selesai akad nikah, biasanya roti buaya ini diberikan pada saudara yang belum nikah, hal ini juga memiliki harapan agar mereka yang belum menikah bisa ketularan dan segera mendapatkan jodoh.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>C.   Asal mulanya roti buaya menjadi simbol pernikahan adat Betawi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Asal mula adanya roti buaya ini, konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun. Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.  Karenanya, tak heran jika setiap kali prosesi pernikahan, mempelai laki-laki selalu membawa sepasang roti buaya berukuran besar, dan satu roti buaya berukuran kecil yang diletakkan di atas roti buaya yang disimbolkan sebagai buaya perempuan. Ini mencerminkan kesetian mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sampai beranak-cucu. Tradisi ini masih berlangsung sampai sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Haji Ilyas, salah satu tokoh Betawi di Tanahtinggi, Jakarta Pusat, meski saat ini banyak warga Betawi yang merayakan pernikahan secara modern, tapi mereka masih memakai roti buaya sebagai simbol kesetiaan. Karena roti buaya sudah membudaya bagi warga Betawi. &#8220;<em>Adat kite ntu kagak ilang.</em> Masih banyak <em>nyang pake</em>. Kite ambil contoh di kawasan Condet, Palmerah sampe ke Bekasi, <em>malahan sampe</em> Tangerang,&#8221; lanjut pria yang sering disapa Haji ini. Sayangnya, saat ini roti buaya tidak mudah dijumpai di toko-toko roti. Untuk itu, bagi pasangan yang akan menikah harus pesan dulu ke tukang roti. Dan harganya juga bervariasi tergantung ukuran yang dipesan, yakni mulai dari 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Itu sudah termasuk rasa roti, keranjang, dan asesoris pelengkapnya. &#8220;Roti buaya adalah kue perayaan, jadi nggak setiap hari ada. Kalau mau beli harus pesan dulu,&#8221; kata Ari, salah satu pedagang kue di Pasar Senen.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejatinya, bagi warga yang sudah terbisa membuat roti, tidak terlalu sulit membuat roti buaya ini. Sebab, bahan dasarnya sangat sederhana, yakni terigu, gula pasir, margarine, garam, ragi, susu bubuk, telur dan bahan pewarna. Keseluruhan bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga rata dan halus, kemudian dibentuk menyerupai buaya. Setelah bentuk kemudian dioven/panggang hingga matang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>D.   Sekilas Tentang Sejarah Buaya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kata buaya berasal dari bahasa<em> </em>Yunani yang umum digunakan untuk mengacu kepada kadal. Souchian adalah istilah ilmiah untuk buaya yang berasal dari kata Archosuchian, di mana awalan <em>Arho</em> berarti <em>Tua/Kuno</em> dan <em>Souchian</em> sebagai bentuk distorsi bahasa Yunani Untuk &#8220;Sobek&#8221; yaitu sosok <em>Dewa buaya Mesir</em>. Sobek di sembah sebagai manifestasi dewa matahari atau Ra; dan kota yang merupakan sentra penyembahan dewa tersebat adalah <em>Crocodilopolis. </em>Buaya memiliki makna yang berbeda-beda dari setiap tempat dan menurut lambang buaya juga memiliku arti tersendiri yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1)      Pada zaman Mesir Kuno buaya sering diasosiasikan dengan kebijaksanaan</p>
<p style="text-align:justify;">2)      Di Eropa buaya diasosiasikan dengan <em>kekayaan.</em></p>
<p style="text-align:justify;">3)      Di <em>China</em> buaya ditulis dalam suatu karakter(tulisan kanji kuno) pada satu milenium sebelum Kristus lahir. Saat itu dianggap sebagai suatu massa penuh dosa dan kejahatan. Buaya juga dipercayai sebagai sebuah simbol ketidakberuntungan</p>
<p style="text-align:justify;">4)      Di Afrika, buaya disembah karena dianggap sebagai sebagai penerima spirit dari leluhurnya</p>
<p style="text-align:justify;">5)      Di Asia Tenggara buaya dianggap sebagai <em>reinkarnasi</em>. Ada sebuah versi dongeng mengisahkan Seorang Putri dari Kupang (Timur Barat) mempersembahkan  seorang pelayan perempuan yang cantik sebagai istri untuk nenek moyang mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">6)      Di Kalimantan, buaya dianggap sebagai saudara  yang memiliki hubungan darah yang erat dan dapat mengusir setan.</p>
<p style="text-align:justify;">7)      Orang Aborigin tempo dulu membuat ukir-ukiran dibatu dengan pesan bahwa buaya akan kembali dalam 30 ribu tahun, termasuk ukiran yang menunjukkan seekor buaya yang melahirkan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">8)      Di <em>Peninsula</em>, hanya beberapa orang yang diijinkan makan telur buaya dan ini adalah bentuk kuno<em> konservasi</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">9)      Di daratan Papua, buaya muncul pada ukir-ukiran Suku <em>Asmat</em> dan Kamoro di daerah pantai selatan Papua.</p>
<p style="text-align:justify;">10)  Di Teluk Etna Papua, pernah terlihat kerangka buaya yang diletakkan di atas batu beberapa meter di atas air dan diberikan <em>sesajen </em>berupa kacang betel dan makanan dalam piring porselin.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><strong>BAB III</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>SARAN DAN KESIMPULAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>A.   Kesimpulan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter atau tergantung yang memesan ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan. Buaya adalah hewan yang panjang umur dan paling setia kepada pasangannya, buaya itu hanya kawin sekali seumur hidup, sehingga orang Betawi menjadikannya sebagai <em>Lambang Kesetiaan</em> dalam rumah tangga. Selain itu buaya termasuk hewan perkasa &amp; hidup di dua alam, ini juga bisa dijadikan lambang dari harapan agar rumah tangga menjadi tangguh &amp; mampu bertahan hidup di mana aja.</p>
<p style="text-align:justify;">Roti Buaya ini dibuat sepasang, yang betina ditandai dengan roti buaya kecil yg diletakan di atas punggungnya atau di samping. Maknanya adalah kesetiaan berumah tangga sampai beranak cucu. Peningset ini harus dijaga sepanjang jalan, supaya tetap mulus hingga sampai ke tangan penganten perempuan. Selain itu, roti memiliki makna sebagai lambang kemapanan, karna ada anggapan bahwa roti merupakan makanan orang golongan atas. Pada saat selesai akad nikah, biasanya roti buaya ini diberikan pada saudara yang belum nikah, hal ini juga memiliki harapan agar mereka yang belum menikah bisa ketularan dan segera mendapatkan jodoh.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal inilah yang membudaya sehingga keberadaan roti buaya sebagai simbol pernikahan ada Betawi tidak bisa lepas dan hal ini sudah turun temurun dilakukan olah masyarakat Betawi. Selain roti buaya yang menjadi symbol dari pernikahan ada Betawi pasti masih banyak lagi symbol-simbol pernikahan ada lainnya. Oleh karena itu kita harus bisa melestarikan dan menjaga kebudayaan yang kita miliki sehingga kebudayaan kita bisa dipertahankan dan dikenal oleh bangsa lain, nilai-nilai itulah yang perlu ditanamkan oleh generasi muda sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B.   Saran</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kebudayaan Indonesia itu banyak sekali sudah seharusnyalah kita berbangga dan menghargai kebudayaan kita ini. Dari Sabang sampai Merauke puluhan budaya Indonesia tidak bisa terkira dan ternilai harganya. Kita sebagai generasi muda sudah seharusnya bisa membudayakan dan melestarikan kebudayaan asli Indonesia dan jangan hanya atau bisa mencontoh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma atau nilai adat ke-timur-timuran. Umumnya masyarakat Indonesia lebih bangga terhadap budaya asing yang lebih mengedepankan budaya yang bermewah-mewah dan lebih gaya tapi melupakan budaya asli. Setelah diklaim oleh bangsa lain barulah kita rebut dan ingin mempertahankannya. Hal inilah yang membuktikan bahwa masih kurangnya penghargaan dan juga penghormatan kepada budaya asli Indonesia sehingga setelah hak kekayaan intelektualnya diakui oleh orang atau bangsa lain kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah saatnya kita bangkit dan melestarikan budaya kita, walaupun Negara kita ini menggunakan asas demokrasi akan tetapi ada nilai-nilai yang perlu kita hormati dan junjung tinggi yaitu nilai budaya yang tidak ternilai harganya. Bangsa lain saja bisa menghargai keberanekaragaman budaya kita bahkan mereka mengakui itu tapi kenapa kita tidak bisa menghargai dan juga mempertahankanya. Jangan sampai budaya asli kita kalah atau luntur karena budaya asing yang masuk tapi juga harus bisa mempertahankan dan menjaga serta mempromosikan budaya kita agar dikenal oleh bangsa lain. Oleh karena itu nilai kebanggaan perlu kita tanamkan dan juga kita tegakkan agar kita bisa menjadi bangsa yang berbudaya dan bisa menghargai budayanya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong><a href="http://books.google.co.id/books?q=+inauthor:%22S.+M.+Ardan%22&amp;source=gbs_metadata_r&amp;cad=5">Ardan</a>, S. M., Sjafi’ie, <a href="http://books.google.co.id/books?q=+inauthor:%22H.+Irwan+Sjafi%27ie%22&amp;source=gbs_metadata_r&amp;cad=5">Irwan. H., </a>Saputra, Andi, Yahya (2000). <span style="text-decoration:underline;">Siklus Betawi: upacara dan adat istiadat</span>, Lembaga Kebudayaan Betawi bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Propinsi DKI Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Liliweri, Alo, Dr, M, S. (2002). <span style="text-decoration:underline;">Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya</span>, Jakarta: LKiS Yogyakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Roti Buaya Simbol Kesetiaan, From: Kompas 2009, <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/19/09403272/Roti.Buaya.Simbol.Kesetiaan">http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/19/09403272/Roti.Buaya.Simbol.Kesetiaan</a></p>
<p style="text-align:justify;">Simbolisasi Roti Buaya di Pernikahan Betawi, From: <a href="http://kosmo.vivanews.com/news/read/70568-simbolisasi_roti_buaya_di_pernikahan_betawi">http://kosmo.vivanews.com/news/read/70568-simbolisasi_roti_buaya_di_pernikahan_betawi</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Shahab, Ali (2004). <span style="text-decoration:underline;">Saudagar Baghdag Dari Betawi</span>, Jakarta: Republika</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/534/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=534&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/11/10/contoh-makalah-roti-buaya-sebagai-simbol-pernikahan-adat-betawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Makna Dari Lagu &#8220;You Belong With Me&#8221;</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/10/30/analisis-makna-dari-lagu-you-belong-with-me/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/10/30/analisis-makna-dari-lagu-you-belong-with-me/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Analisi Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Contoh Analisis Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[You Belong With Me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita suka akan musik tentu hal tersebut akan selalu diperdengarkan dimanapun, kapanpun karena kita menyukai lagu tersebut. Musik tersebut mungkin sesuai dengan terjadi dengan diri kita, oleh karena itu setiap kata atau lirik yang ada pasti sama persis atau sejalan dengan yang dialami. Nah, oleh karena itulah Aku tertarik untuk menganalisis makna dari lagu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=527&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saat kita suka akan musik tentu hal tersebut akan selalu diperdengarkan dimanapun, kapanpun karena kita menyukai lagu tersebut. Musik tersebut mungkin sesuai dengan terjadi dengan diri kita, oleh karena itu setiap kata atau lirik yang ada pasti sama persis atau sejalan dengan yang dialami. Nah, oleh karena itulah Aku tertarik untuk menganalisis makna dari lagu &#8220;You Belong To Me&#8221; kalau dalam bahasa Indonesia itu artinya &#8220;Kamu Cocok Dengan Saya&#8221;. Lagu ini juga aku persembahkan saat aku merasa mungkin Dia cocok juga dengan Aku walaupun nantinya kita tidak tahu karena &#8220;Man Propose God Dispose&#8221;. Baiklah untuk menganalisis suatu lagu sebaginya kamu harus tahu lagunya terus jangan lupa untuk menyertakan Lyric dari lagu tersebut sehingga bisa diketahui secara mendetail. Untuk kepastian dari maksud nyata atau pesan yang disampaikan dalam lagu ini mungkin berbeda persepsi dengan yang Aku lakukan tapi hal itu tidak akan jauh berbeda dari yang aslinya. Dalam menganalisa lagu ini Aku juga menggunakan video dari lagu ini agar dari Video Clipnya bisa dipahami karena sebuah Video Clip pasti berisikan tentang cerita dari lagu tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menganalisa Aku menggunakan part per part sehingga lebih mengakomodatif.</p>
<p style="text-align:justify;">You&#8217;re on the phone with your girlfriend, she&#8217;s upset<br />
She&#8217;s going off about something that you said<br />
&#8216;Cause she doesn&#8217;t get your humor like I do</p>
<p style="text-align:justify;">Dari arti kedalam Bahasa Indonesia adalah kurang lebih seperti dibawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu sedang menelpon pacar kamu, dia marah-marah<br />
Dia akan pergi mengenai sesuatu hal yang telah Anda katakan<br />
Karena dia merasa tidak mendapatkan humor kamu sama seperti yang saya lakukan</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-527"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Disini menceritakan bahwa si perempuan itu memeperhatikan si laki-laki dimana dalam cerita lagu dan video clip nya rumah keduanya itu berdekatan bahkan saling berhadapan sehingga dengan mudah bisa mengetahuinya. Sementara si laki-laki itu rupanya tidak bisa mendapatkan hal yang sama seperti si perempuan (tetangganya berikan)</p>
<p style="text-align:justify;">I&#8217;m in the room, it&#8217;s a typical Tuesday night<br />
I&#8217;m listening to the kind of music she doesn&#8217;t like<br />
And she&#8217;ll never know your story like I do</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam lyric selanjutnya diatas ini menceritakan bahwa</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sedang di dalam ruangan, (itu kebiasaan si Perempuan) Selasa malam  dan Aku sedang mendengarkan jenis musik dia tidak suka  serta Dan dia tidak akan pernah tahu cerita Anda seperti yang saya lakukan begitu lirik yang diutarakan. Dalam hal ini si Perempuan selalu memperhatiakan si Laki-laki tapi si Laki-laki itu masih kurang mengetahuinya. Akan tetapi si Perempuan tidak pernah Berhenti memberikan Perhatiannya. Disinilah letak atau mulait cerita tersebut dibas dipahami</p>
<p style="text-align:justify;">But she wears short skirts, I wear T-shirts<br />
She&#8217;s Cheer Captain and I&#8217;m on the bleachers<br />
Dreaming about the day when you wake up and find<br />
That what you&#8217;re looking for has been here the whole time</p>
<p style="text-align:justify;">Pada bagian ini menceritakan perbedaan antara si Cewe yang menyukai si Laki-laki dan cewe yang disukai oleh laki-lakinya. Kurang lebihnya kalau si perempuan yang disukai oleh si laki-laki ibarat dai memakai Tapi dia memakai rok pendek sementara si perempuan yang satu mengenakan T-shirt terus si perempuan yang disukai oleh laki-laki itu sebagai Kapten Cheerleader dan sementara si perempuan yang menyukainya hanya berada bangku-bangku (penonton)<br />
dan dia Bermimpi tentang hari ketika Anda bangun dan menemukan  seuatau yang berbeda serta ingin mengetahui Bahwa apa yang Anda cari sudah ada di sini sepanjang waktu yaitu ada pada diri si Perempuan yang menyukainya tapi masih belum sadar.</p>
<p style="text-align:justify;">If you could see that I&#8217;m the one who understands you<br />
Been here all along, so why can&#8217;t you see?<br />
You, you belong with me, you belong with me</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam lirik ini menceritakan Jika saja seandainya kamu bisa melihat bahwa akulah yang mengerti dirimua dan Di sini selama ini dekat dengan kamu, jadi mengapa kamu tidak bisa melihat?   sebenarnya kita ini banyak persamaan dan kamu, kamu itu cocok atau serasi dengan saya. ya kamu dan aku itu cocok atau serasi. Dari setiap yang yang ingin dilakukan oleh si perempuan yang menyukainya tidak pernah lepas dari apa yang disukai oleh si Laki-laki itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Walking the streets with you and your worn-out jeans<br />
I can&#8217;t help thinking this is how it ought to be<br />
Laughing on a park bench, thinking to myself<br />
Hey, isn&#8217;t this easy?</p>
<p style="text-align:justify;">Disini menceritakan saat</p>
<p style="text-align:justify;">Berjalan-jalan dengan Anda dan Anda usang jins<br />
Aku tidak bisa berpikir ini adalah bagaimana seharusnya<br />
Tertawa di bangku taman, berpikir untuk diri sendiri<br />
Hei, bukankah ini mudah?</p>
<p style="text-align:justify;">And you&#8217;ve got a smile that could light up this whole town<br />
I haven&#8217;t seen it in a while since she brought you down<br />
You say you&#8217;re fine, I know you better than that<br />
Hey, what ya doing with a girl like that?</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kau punya senyum yang dapat menerangi seluruh kota  . Aku tidak melihatnya dalam beberapa waktu karena dia membawa Anda ke. Kau bilang kau baik-baik saja, aku tahu kau lebih baik dari itu. Hei, apa ya lakukan dengan seorang gadis seperti itu?</p>
<p style="text-align:justify;">She wears high heels, I wear sneakers<br />
She&#8217;s Cheer Captain and I&#8217;m on the bleachers<br />
Dreaming about the day when you wake up and find<br />
That what you&#8217;re looking for has been here the whole time</p>
<p style="text-align:justify;">Pada bagian ini menceritakan perbedaan antara si Cewe yang menyukai si Laki-laki dan cewe yang disukai oleh laki-lakinya. Kurang lebihnya kalau si perempuan yang disukai oleh si laki-laki ibarat dai memakai Tapi dia memakai rok pendek sementara si perempuan yang satu mengenakan T-shirt terus si perempuan yang disukai oleh laki-laki itu sebagai Kapten Cheerleader dan sementara si perempuan yang menyukainya hanya berada bangku-bangku (penonton)<br />
dan dia Bermimpi tentang hari ketika Anda bangun dan menemukan seuatau yang berbeda serta ingin mengetahui Bahwa apa yang Anda cari sudah ada di sini sepanjang waktu yaitu ada pada diri si Perempuan yang menyukainya tapi masih belum sadar.</p>
<p style="text-align:justify;">If you could see that I&#8217;m the one who understands you<br />
Been here all along, so why can&#8217;t you see?<br />
You belong with me</p>
<p style="text-align:justify;">Disini membahas seandainya atau jika kamu bisa melihat bahwa akulah yang mengerti kamu dan berada di sini selama ini dekat dengan kamu, lalu mengapa kamu tidak bisa lihat dan merasakannya? perasaan inilah yang ada dari si Perempuan yang menyukai laki-laki itu termasuk dengan saya.<br />
Standing by and waiting at your back door<br />
All this time how could you not know?<br />
Baby, you belong with me, you belong with me</p>
<p style="text-align:justify;">Saat Berdiri dan menunggu di pintu belakang rumah kamu. Selama ini dan dekat sekali bagaimana kamu tidak bisa tahu dan mengerti itulah yang diutarakan oleh si Perempuan? Sayang, sebenarnya kamu cocok atau seras dengan saya, Ya, kita memang cocok atau serasi dengan saya</p>
<p style="text-align:justify;">Oh, I remember you driving to my house in the middle of the night<br />
I&#8217;m the one who makes you laugh when you know you&#8217;re &#8217;bout to cry<br />
And I know your favorite songs and you tell me &#8217;bout your dreams<br />
Think I know where you belong, think I know it&#8217;s with me</p>
<p style="text-align:justify;">Oh, aku ingat kau mengemudi ke rumahku di tengah malam. Akulah yang membuat Anda tertawa saat kau tahu kau akan menangis. Dan aku tahu lagu favorit Anda dan Anda katakan &#8217;bout impian Anda. Kira aku tahu dimana anda berada, mengira aku tahu itu dengan saya</p>
<p style="text-align:justify;">Can&#8217;t you see that I&#8217;m the one who understands you?<br />
Been here all along, so why can&#8217;t you see?<br />
You belong with me</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak dapat melihat bahwa akulah yang mengerti Anda?  Di sini selama ini, jadi mengapa tidak bisa Anda lihat?<br />
Anda termasuk dengan saya</p>
<p style="text-align:justify;">Standing by and waiting at your back door<br />
All this time, how could you not know?<br />
Baby, you belong with me, you belong with me</p>
<p style="text-align:justify;">Berdiri dan menunggu di pintu belakang Anda. Selama ini, bagaimana kau bisa tidak tahu?  Bayi, Anda cocok dengan saya, Anda cocok dengan saya</p>
<p style="text-align:justify;">You belong with me<br />
Have you ever thought just maybe<br />
You belong with me?<br />
You belong with me</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, kita memang cocok  tapi apa pernah kamu berpikir itu mungkin dan bisa terjadi. Dan pada akhirnya memang mereka berdua cocok dimana si perempuan dalam video clipnya yang tadinya pakai kaca mata tapi saat pesta malah tidak paka kaca mata. Hal ini sebenarnya si Perempuan itu tidak datang tapi pada pesta ternyata si Perempuan itu datang bahkan mereka yang ada disana merasa kaget dan terkejut dengan penampilannya. Ya, benar penampilanya jauh berbeda. Jauh lebih cantik dari sebelumnya dan mereka tidak pernah melihat itu yang dilihat hanyalah kekurangannya bukan kecantikan dari dalam. Pada akhirnya mereka ternyata menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai satu sama lain dan serasi sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, begitulah pengamatan dan analisis Aku tentang lagu ini. Intinya adalah saat kita mau mencoba mengertia dan memahami suatu lagu hendaklah kita harus berada atau menjadi tokoh dalam cerita itu dengan cara membayangkannya serta senantiasa menyatu dari setia lirik-liriknya sehingga kita bisa memahami lagu ini lebih dalam dan sangat sesuai dengan yang diharapkan. Itu yang dapat Aku sampaikan semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi kalian yang sedang mencoba belajar menganalisis atau bahkan tugas dari Guru atau dosen.</p>
<p style="text-align:justify;">Good luck ya</p>
<p style="text-align:justify;">Me, Bandung 30 Oktober 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Didedikasikan untuk &#8220;Neng&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=527&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/10/30/analisis-makna-dari-lagu-you-belong-with-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh Skripsi Psikologi</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/09/07/contoh-skripsi-psikologi/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/09/07/contoh-skripsi-psikologi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 07:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Contoh Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Konsultasi Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas Akhir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN
PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II 
SMU LAB SCHOOL JAKARTA TIMUR
 
 
 
SKRIPSI


 
 
 
Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I
Untuk memenuhi sebagian dari Syarat-syarat Guna Memperoleh
Derajat Sarjana Psikologi
Oleh :
AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH
NIM : 981703229
NIRM : 983120380050241
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I
JAKARTA
2004

Dipertahankan di Depan Panitia Ujian Skripsi
Fakultas Psikologi Universitas Persada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=520&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>SMU LAB SCHOOL JAKARTA TIMUR</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>SKRIPSI</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I</p>
<p>Untuk memenuhi sebagian dari Syarat-syarat Guna Memperoleh</p>
<p>Derajat Sarjana Psikologi</p>
<p>Oleh :</p>
<p>AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH</p>
<p>NIM : 981703229</p>
<p>NIRM : 983120380050241</p>
<p>FAKULTAS PSIKOLOGI</p>
<p>UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I</p>
<p>JAKARTA</p>
<p>2004</p>
<p><span id="more-520"></span></p>
<p>Dipertahankan di Depan Panitia Ujian Skripsi</p>
<p>Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I</p>
<p>Dan Diterima untuk Memenuhi Sebagian</p>
<p>Dari Syarat-syarat Guna Memperoleh</p>
<p>Derajat sarjana</p>
<p>Pada Tanggal 30 Januari 2004</p>
<p style="text-align:center;">Mengesahkan</p>
<p style="text-align:center;">FAKULTAS PSIKOLOGI</p>
<p style="text-align:center;">UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I</p>
<p style="text-align:center;">Dekan,</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">(Drs. H. Zainuddin SK,M.Psi)</p>
<p>Dewan Penguji,                                                       Tanda Tangan</p>
<p>1.  <span style="text-decoration:underline;">Wazar Pulungan, M.Psi </span> 1. _______________</p>
<p>Ketua Dewan Penguji</p>
<p>2.  <span style="text-decoration:underline;">Erdina, M.Psi </span> 2. _______________</p>
<p>Anggota Dewan Penguji</p>
<p>3. <span style="text-decoration:underline;">Dra. Sondang Silaen, M.Psi </span> 3.________________</p>
<p>Anggota Dewan Penguji / Pembimbing I</p>
<p>4. <span style="text-decoration:underline;">Muchliyanto, S.Psi </span> 4. ________________</p>
<p>Anggota Dewan Penguji / Pembimbing II</p>
<p>Sebuah sukses terwujud</p>
<p>Karena diiktiarkan, melalui&#8230;</p>
<p>Perencanaan yang matang, keyakinan,</p>
<p>Kerja keras, keuletan dan niat baik</p>
<p>Karya ini kupersembahkan untuk</p>
<p>Orang-orang yang kucintai,</p>
<p>Mama, Papa, mas Bonang, mas Agung dan Pravi</p>
<p>KATA PENGANTAR</p>
<p style="text-align:justify;">Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur”.</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Bapak Drs. H. Zainuddin, SK. M. Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi UPI Y.A.I</li>
<li>Ibu Dra. Sondang Silaen, M.Psi selaku dosen pembimbing I atas bimbingan, pengarahan, saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi.</li>
<li>Bapak Drs. Muchliyanto selaku dosen pembimbing II atas bimbingan, pengarahan, saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi.</li>
<li>Ibu Dra. Hj Ulya Latifah selaku kepala sekolah SMU Lab School Jakarta Timur atas izinnya memperbolehkan penulis melakukan penelitian.</li>
<li>Ibu Ita selaku koordinator Bimbingan Penyuluhan/Bimbingan Konseling SMU Lab School yang banyak membantu penulis dalam mendapatkan data-data yang diperlukan.</li>
<li>Siswa siswi SMU Lab School Jakarta Timur khususnya kelas II yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi skala yang diberikan.</li>
<li>Mama, Papa, Mas Agung, Mas Bonang yang tercinta atas semua kasih sayang, dukungan moril maupun materil serta doa yang selalu menyertai penulis</li>
<li>Pravira SN, ST yang dengan sabar banyak memberikan doa, waktu, perhatian, serta dukungan yang sangat besar kepada penulis</li>
<li>Kiblat, Bunga, dan Iin atas segala doa, dukungan, perhatian serta canda tawa selama penulis meyelesaikan skripsi ini.</li>
<li>Endah, Lina, Eva,Ita, Emil, Dini, Arie, Yuke dan juga banyak lagi teman-teman angkatan ’98 yang tidak dapat disebutkan satu persatu yag telah memberikan doa, dukungan dan masukkan yang yag berguna untuk skripsi ini.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapatkan berkah dari Allah SWT. Akhir kata penulis mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan,. AMIN.</p>
<h2 style="text-align:justify;">DAFTAR ISI</h2>
<p style="text-align:justify;">DAFTAR ISI</p>
<p style="text-align:justify;">DAFTAR TABEL</p>
<p style="text-align:justify;">DAFTAR LAMPIRAN</p>
<p style="text-align:justify;">ABSTRAK</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">BAB I  PENDAHULUAN</p>
<p style="text-align:justify;">A. Latar belakang masalah</p>
<p style="text-align:justify;">B. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan</p>
<p style="text-align:justify;">C. Tujuan Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">D. Manfaat Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">E. Sistematika Skripsi</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">BAB II  TINJAUAN PUSTAKA</p>
<p style="text-align:justify;">A. Prestasi Belajar</p>
<p style="text-align:justify;">1. Pengertian Belajar</p>
<p style="text-align:justify;">2. Pengertian prestasi belajar</p>
<p style="text-align:justify;">3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar</p>
<p style="text-align:justify;">4. Pengukuran prestasi belajar</p>
<p style="text-align:justify;">B. Kecerdasan Emosiona</p>
<p style="text-align:justify;">1. Pengertian emosi</p>
<p style="text-align:justify;">2. Pengertian kecerdasan emosional</p>
<p style="text-align:justify;">3. Faktor Kecerdasan Emosional</p>
<p style="text-align:justify;">C. Keterkaitan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa      SMU</p>
<p style="text-align:justify;">D. Hipotesis</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">BAB III  METODE PENELITIAN</p>
<p style="text-align:justify;">A. Identifikasi variabel penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">B. Definisi Operasional</p>
<p style="text-align:justify;">C. Populasi dan metode pengambilan sampel</p>
<p style="text-align:justify;">D. Metode pengambilan data</p>
<p style="text-align:justify;">E. Metode Analisis Instrumen</p>
<p style="text-align:justify;">F. Metoda Analisis Data</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">BAB IV  LAPORAN PELAKSANAAN PENELITIAN</p>
<p style="text-align:justify;">A. Orientasi kancah Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">B. Uji Coba Instrumen Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">C. Pelaksanaan Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">D. Analisis Data Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">BAB V  KESIMPULAN</p>
<p style="text-align:justify;">A. Rangkuman Hasil Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">B. Pembahasan</p>
<p style="text-align:justify;">C. Kesimpulan</p>
<p style="text-align:justify;">D. Saran-saran</p>
<p style="text-align:justify;">DAFTAR PUSTAKA</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:justify;">DAFTAR TABEL</h2>
<p style="text-align:justify;">Tabel</p>
<p style="text-align:justify;">Tabel 1  Distribusi sampling</p>
<p style="text-align:justify;">Tabel 2  Blue print Skala kecerdasan Emosional</p>
<p style="text-align:justify;">Tabel 3  Distribusi Penyebaran Item Valid dan Gugur Skala Kecerdasan Emosional</p>
<p style="text-align:justify;">Tabel 4  Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional</p>
<h2 style="text-align:justify;">DAFTAR LAMPIRAN</h2>
<p style="text-align:justify;">Lampiran A     : Distribusi Skor Uji Coba Skala Kecerdasan Emosional</p>
<p style="text-align:justify;">Lampiran B     : Hasil Uji Validitas Item Skala Kecerdasan Emosional</p>
<p style="text-align:justify;">Lampiran C     : Hasil Uji Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional</p>
<p style="text-align:justify;">Lampiran D     : Reliabilitas Skala Kecerdasan Emosional</p>
<p style="text-align:justify;">Lampiran E     : Hasil Analisis Korelasi Antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Lampiran F      : Skala Kecerdasan Emosional</p>
<p style="text-align:justify;">Lampiran G     : Tabel Morgan</p>
<p style="text-align:justify;">Lampiran H     : Surat Keterangan Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;">ABSTRAK</h2>
<p style="text-align:justify;">Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang juga tinggi. Namun, menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang, tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi salah satunya adalah kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.</p>
<p style="text-align:justify;">Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasarkan pengukuran dan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar dalam bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam rapor. Bila siswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, maka akan meningkatkan prestasi belajar. Hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU dan Hipotesis nihil (Ho) adalah tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.</p>
<p style="text-align:justify;">Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar sebagai variable terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur yang seluruhnya berjumlah 240 orang. Sampel penelitian adalah 148 siswa, menggunakan metode proporsional random sampling. Dalam pengumpulan data digunalan metode skala untuk kecerdasan emosional berdasarkan teori Daniel Goleman yang terdiri dari mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain; dan untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan metode pemeriksaan dokumen dengan melihat nilai rapor semester I.</p>
<p style="text-align:justify;">Nilai korelasi yang diperoleh pada analisis validitas instrumen dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson berkisar antara 0,320 &#8211; 0,720 dan p berkisar antara 0,000 &#8211; 0,008. Berdasarkan pada taraf signifikan 0,05 diperoleh 85 item valid dan 15 item gugur dari 100 item yang ada pada skala kecerdasan emosional. Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh 0,9538 dihitung dengan rumus Alpha Cronbach.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,248 dengan p 0,002 (&lt;0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;">BAB I<br />
PENDAHULUAN</h2>
<p style="text-align:justify;">Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah dan pokok bahasan, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi.</p>
<h2 style="text-align:justify;">A. Latar belakang masalah</h2>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Melalui sekolah, siswa belajar berbagai macam hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pendidikan formal, belajar menunjukkan adanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan, kecakapan dan pengetahuan baru. Hasil dari proses belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajarnya. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatu yang penting,  karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya. Menurut Irwanto (1997 :105) belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Dengan belajar, siswa dapat mewujudkan cita-cita yang diharapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi, perlu adanya penilaian. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya. Penilaian terhadap hasil belajar seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Prestasi belajar menurut Yaspir Gandhi Wirawan dalam Murjono (1996 :178) adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">“ Hasil yang dicapai seorang siswa dalam usaha belajarnya sebagaimana dicantumkan di dalam nilai rapornya. Melalui prestasi belajar seorang siswa dapat mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya dalam belajar.”</p>
<p style="text-align:justify;">Proses belajar di sekolah adalah proses yang sifatnya kompleks dan menyeluruh. Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar, seseorang harus memiliki  <em>Intelligence Quotient</em> (IQ) yang tinggi, karena inteligensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Menurut Binet dalam buku Winkel (1997:529) hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu, dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataannya, dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan inteligensinya. Ada siswa yang mempunyai kemampuan inteligensi tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah, namun ada siswa yang walaupun kemampuan inteligensinya relatif rendah, dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Itu sebabnya taraf inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yang mempengaruhi. Menurut Goleman (2000 : 44), kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau <em>Emotional Quotient </em>(EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam proses belajar siswa, kedua inteligensi itu sangat diperlukan. IQ tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa partisipasi penghayatan emosional terhadap mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. Namun biasanya kedua inteligensi itu saling melengkapi. Keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan kunci keberhasilan belajar siswa di sekolah (Goleman, 2002). Pendidikan di sekolah bukan hanya perlu mengembangkan <em>rational intelligence </em>yaitu model pemahaman yang lazimnya dipahami siswa saja, melainkan juga perlu mengembangkan <em>emotional intelligence</em> siswa .</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil beberapa penelitian di University of Vermont mengenai analisis struktur neurologis otak manusia dan penelitian perilaku oleh LeDoux (1970) menunjukkan bahwa dalam peristiwa penting kehidupan seseorang, EQ selalu mendahului intelegensi rasional. EQ yang baik dapat menentukan keberhasilan individu dalam prestasi belajar membangun kesuksesan karir, mengembangkan hubungan suami-istri yang harmonis dan dapat mengurangi agresivitas, khususnya dalam kalangan remaja</p>
<p style="text-align:justify;">(Goleman, 2002 : 17).</p>
<p style="text-align:justify;">Memang harus diakui bahwa mereka yang memiliki IQ rendah dan mengalami keterbelakangan mental akan mengalami kesulitan, bahkan mungkin tidak mampu mengikuti pendidikan formal yang seharusnya sesuai dengan usia mereka. Namun fenomena yang ada menunjukan bahwa tidak sedikit orang dengan IQ tinggi yang berprestasi rendah, dan ada banyak orang dengan IQ sedang yang dapat mengungguli prestasi belajar orang dengan IQ tinggi. Hal ini menunjukan bahwa IQ tidak selalu dapat memperkirakan prestasi belajar seseorang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemunculan istilah kecerdasan emosional dalam pendidikan, bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai jawaban atas kejanggalan tersebut. Teori Daniel Goleman, sesuai dengan judul bukunya, memberikan definisi baru terhadap kata cerdas. Walaupun EQ merupakan hal yang relatif baru dibandingkan IQ, namun beberapa penelitian telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan emosional tidak kalah penting dengan IQ (Goleman, 2002:44).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Goleman (2002 : 512), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (<em>to manage our emotional life with intelligence</em>); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (<em>the appropriateness of emotion and its expression</em>) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Goleman, khusus pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi, mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan, terlalu kritis, rewel, cenderung menarik diri, terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya, maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. Karena sifat-sifat di atas, bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala, sulit bergaul, mudah frustrasi, tidak mudah percaya kepada orang lain, tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Kondisi sebaliknya, dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada penelitian ini, penulis mengunakan sampel pada SMU Lab School Jakarta Timur, yang berada pada peringkat 16 se-DKI, berdasarkan nilai rata-rata nilai ulangan umum murni cawu 2 kelas II tahun ajaran 2001/2002.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kaitan pentingnya kecerdasan emosional pada diri siswa sebagai salah satu faktor penting untuk meraih prestasi akademik, maka dalam penyusunan skripsi ini penulis tertarik untuk meneliti :”Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas II SMU Lab School  Jakarta Timur”.</p>
<h2 style="text-align:justify;">B. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan</h2>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar pada siswa kelas II SMU di Jakarta?”</p>
<p style="text-align:justify;">Pada penelitian ini yang menjadi pokok-pokok bahasan adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Prestasi belajar</p>
<p style="text-align:justify;">Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh seorang siswa dari kegiatan belajar mengajar dalam bidang akademik di sekolah dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kecerdasan Emosional</p>
<p style="text-align:justify;">Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan ke arah yang positif.</p>
<h2 style="text-align:justify;">C. Tujuan Penelitian</h2>
<p style="text-align:justify;">Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur.</p>
<h2 style="text-align:justify;">D. Manfaat Penelitian</h2>
<p style="text-align:justify;">Hasil penelitian ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain ialah :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Dari segi teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi    psikologi pendidikan dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat memberi gambaran mengenai hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar.</li>
<li>Dari segi praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi khususnya kepada para orang tua, konselor sekolah dan guru dalam upaya membimbing dan memotivasi siswa remaja untuk menggali kecerdasan emosional yang dimilikinya.</li>
</ol>
<h2 style="text-align:justify;">E. Sistematika Skripsi</h2>
<p style="text-align:justify;">Sistematika isi dan penulisan skripsi ini antara lain :</p>
<p style="text-align:justify;">Bab I   : Pendahuluan</p>
<p style="text-align:justify;">Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah dan pokok-pokok       bahasan, tujuan dan manfaat dari penelitian serta sistematika skripsi</p>
<p style="text-align:justify;">Bab II  : Tinjauan Pustaka</p>
<p style="text-align:justify;">Berisi tentang pengertian belajar, pengertian prestasi belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, pengertian emosi, pengertian kecerdasan emosional, indikator kecerdasan emosional, hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar dan hipotesis.</p>
<p style="text-align:justify;">Bab III            : Metodologi Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">Berisi tentang identifikasi variabel penelitian, definisi operasional, populasi    dan metode pengambilan sampel, metode pengumpulan data, metode analisis instrumen serta metode analisis data.</p>
<p style="text-align:justify;">Bab IV            : Laporan Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">Berisi tentang laporan pelaksanaan penelitian yang terdiri dari orientasi kancah penelitian, persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian serta analisis data penelitian.</p>
<p style="text-align:justify;">Bab V  : Penutup</p>
<p style="text-align:justify;">Berisi tentang  pembahasan hasil penelitian, kesimpulan dan saran dari    peneliti</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;">BAB II<br />
TINJAUAN PUSTAKA</h2>
<p style="text-align:justify;">Pada bab ini akan diuraikan lebih jauh mengenai teori-teori yang menjelaskan mengenai pengertian belajar dan prestasi belajar, fator-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, pengertian emosi dan kecerdasan emosional, indikator kecerdasan emosional, keterkaitan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar</p>
<h2 style="text-align:justify;">A. Prestasi Belajar</h2>
<h3 style="text-align:justify;">1. Pengertian Belajar</h3>
<p style="text-align:justify;">Prestasi belajar tidak dapat dipisahkan dari berbuatan belajar, karena belajar merupakan suatu proses, sedangkan prestasi belajar adalah hasil dari proses pembelajaran tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi seorang siswa belajar merupakan suatu kewajiban. Berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurtut Logan, dkk (1976) dalam Sia Tjundjing (2001:70) belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan latihan . Senada dengan hal tersebut, Winkel (1997:193) berpendapat bahwa belajar pada manusia dapat dirumuskan sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas.</p>
<p style="text-align:justify;">Belajar tidak hanya dapat dilakukan di sekolah saja, namun dapat dilakukan dimana-mana, seperti di rumah ataupun dilingkungan masyarakat. Irwanto (1997:105) berpendapat bahwa belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut Mudzakir (1997:34) belajar adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam belajar, siswa mengalami sendiri proses dari tidak tahu menjadi tahu, karena itu menurut Cronbach (Sumadi Suryabrata,1998:231) :</p>
<p style="text-align:justify;">“Belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu   pelajar mempergunakan pancainderanya. Pancaindera tidak terbatas hanya indera pengelihatan saja, tetapi juga berlaku bagi indera yang lain.”</p>
<p style="text-align:justify;">Belajar dapat dikatakan berhasil jika terjadi perubahan dalam diri siswa, namun tidak semua perubahan perilaku dapat dikatakan belajar karena perubahan tingkah laku akibat belajar memiliki ciri-ciri perwujudan yang khas (Muhibbidin Syah, 2000:116) antara lain :</p>
<p style="text-align:justify;">a. Perubahan Intensional</p>
<p style="text-align:justify;">Perubahan dalam proses berlajar adalah karena pengalaman atau praktek yang dilakukan secara sengaja dan disadari. Pada ciri ini siswa menyadari bahwa ada perubahan dalam dirinya, seperti penambahan pengetahuan, kebiasaan dan keterampilan.</p>
<p style="text-align:justify;">b. Perubahan Positif dan aktif</p>
<p style="text-align:justify;">Positif berarti perubahan tersebut baik dan bermanfaat bagi kehidupan serta sesuai dengan harapan karena memperoleh sesuatu yang baru, yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan aktif artinya perubahan tersebut terjadi karena adanya usaha dari siswa yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align:justify;">c. Perubahan efektif dan fungsional</p>
<p style="text-align:justify;">Perubahan dikatakan efektif apabila membawa pengaruh dan manfaat tertentu bagi siswa. Sedangkan perubahan yang fungsional artinya perubahan dalam diri siswa tersebut relatif menetap dan apabila dibutuhkan perubahan tersebut dapat direproduksi dan dimanfaatkan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, secara sengaja, disadari dan perubahan tersebut relatif menetap serta membawa pengaruh dan manfaat yang positif bagi siswa dalam berinteraksi dengan lingkungannya.</p>
<h3 style="text-align:justify;">2. Pengertian prestasi belajar</h3>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan suatu prestasi tidaklah semudah yang dibayangkan, karena memerlukan perjuangan dan pengorbanan dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Penilaian terhadap hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauhmana ia telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar. Seperti yang dikatakan oleh Winkel (1997:168) bahwa proses belajar yang dialami oleh siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan dan pemahaman, dalam bidang nilai, sikap dan keterampilan. Adanya perubahan tersebut tampak dalam prestasi belajar yang dihasilkan oleh siswa terhadap pertanyaan, persoalan atau tugas yang diberikan oleh guru. Melalui prestasi belajar siswa dapat mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya dalam belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan Marsun dan Martaniah dalam Sia Tjundjing (2000:71) berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkan, yang diikuti oleh munculnya perasaan puas bahwa ia telah melakukan sesuatu dengan baik. Hal ini berarti prestasi belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Poerwodarminto (Mila Ratnawati, 1996 : 206) yang dimaksud dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang. Sedangkan prestasi belajar itu sendiri diartikan sebagai prestasi yang dicapai oleh seorang siswa pada jangka waktu tertentu dan dicatat dalam buku rapor sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar merupakan  hasil usaha belajar yang dicapai seorang siswa berupa suatu kecakapan dari kegiatan belajar bidang akademik di sekolah pada jangka waktu tertentu yang dicatat pada setiap akhir semester di dalam buki laporan yang disebut rapor.</p>
<h3 style="text-align:justify;">3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.</h3>
<p style="text-align:justify;">Untuk meraih prestasi belajar yang baik, banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan, karena di dalam dunia pendidikan tidak sedikit siswa yang mengalami kegagalan. Kadang ada siswa yang memiliki dorongan yang kuat untuk berprestasi dan kesempatan untuk meningkatkan prestasi, tapi dalam kenyataannya prestasi yang dihasilkan di bawah kemampuannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk meraih prestasi belajar yang baik banyak sekali faktor-faktor yang perlu diperhatikan. Menurut Sumadi Suryabrata (1998 : 233) dan Shertzer dan Stone   (Winkle, 1997 : 591),  secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Faktor internal</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">2.    Faktor fisiologis</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, faktor fisiologis yang dimaksud adalah faktor yang berhubungan dengan kesehatan dan pancaindera</p>
<p style="text-align:justify;">a)       Kesehatan badan</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk dapat menempuh studi yang baik siswa perlu memperhatikan dan memelihara kesehatan tubuhnya. Keadaan fisik yang lemah dapat menjadi penghalang bagi siswa dalam menyelesaikan program studinya. Dalam upaya memelihara kesehatan fisiknya, siswa perlu memperhatikan pola makan dan pola tidur, untuk memperlancar metabolisme dalam tubuhnya. Selain itu, juga untuk memelihara kesehatan bahkan juga dapat meningkatkan ketangkasan fisik dibutuhkan olahraga yang teratur.</p>
<p style="text-align:justify;">b)      Pancaindera</p>
<p style="text-align:justify;">Berfungsinya pancaindera merupakan syarat dapatnya belajar itu berlangsung  dengan baik. Dalam sistem pendidikan dewasa ini di antara pancaindera itu yang paling memegang peranan dalam belajar adalah mata dan telinga. Hal ini penting, karena sebagian besar hal-hal yang dipelajari oleh manusia  dipelajari melalui penglihatan dan pendengaran. Dengan demikian, seorang anak yang memiliki cacat fisik atau bahkan cacat mental akan menghambat dirinya didalam menangkap pelajaran, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi prestasi belajarnya di sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">2) Faktor psikologis</p>
<p style="text-align:justify;">Ada banyak faktor psikologis yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, antara lain adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">a)      Intelligensi</p>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya, prestasi belajar yang ditampilkan siswa mempunyai kaitan yang erat dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki siswa. Menurut Binet (Winkle,1997 :529) hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan suatu penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif.  Taraf inteligensi ini sangat mempengaruhi prestasi belajar seorang siswa, di mana siswa yang memiliki taraf inteligensi tinggi mempunyai peluang lebih besar untuk mencapai prestasi belajar yang lebih tinggi. Sebaliknya, siswa yang memiliki taraf inteligensi yang rendah diperkirakan juga akan memiliki prestasi belajar yang rendah. Namun bukanlah suatu yang tidak mungkin jika siswa dengan taraf inteligensi rendah memiliki prestasi belajar yang tinggi, juga sebaliknya .</p>
<p style="text-align:justify;">b)      Sikap</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap yang pasif, rendah diri dan kurang percaya diri dapat merupakan faktor yang menghambat siswa dalam menampilkan prestasi belajarnya. Menurut Sarlito Wirawan (1997:233) sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu. Sikap siswa yang positif terhadap mata pelajaran di sekolah merupakan langkah awal yang baik dalam proses belajar mengajar di sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">c)      Motivasi</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Irwanto (1997 : 193) motivasi adalah penggerak perilaku. Motivasi belajar adalah pendorong seseorang untuk belajar. Motivasi timbul karena adanya keinginan atau kebutuhan-kebutuhan dalam diri seseorang. Seseorang berhasil dalam belajar karena ia ingin belajar. Sedangkan menurut Winkle (1991 : 39) motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar itu; maka tujuan yang dikehendaki oleh siswa tercapai. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Peranannya yang khas ialah dalam hal gairah atau semangat belajar, siswa yang termotivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Faktor eksternal</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Selain faktor-faktor yang ada dalam diri siswa, ada hal-hal lain diluar diri yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang akan diraih, antara lain adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">1). Faktor lingkungan keluarga</p>
<p style="text-align:justify;">a)  Sosial ekonomi keluarga</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan sosial ekonomi yang memadai, seseorang lebih berkesempatan mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik, mulai dari buku, alat tulis hingga pemilihan sekolah</p>
<p style="text-align:justify;">b). Pendidikan orang tua</p>
<p style="text-align:justify;">Orang tua yang telah menempuh jenjang pendidikan tinggi cenderung lebih memperhatikan dan memahami pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya, dibandingkan dengan yang mempunyai jenjang pendidikan yang lebih rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">c). Perhatian orang tua dan suasana hubungan antara anggota keluarga</p>
<p style="text-align:justify;">Dukungan dari keluarga merupakan suatu pemacu semangat berpretasi bagi seseorang. Dukungan dalam hal ini bisa secara langsung, berupa pujian atau nasihat; maupun secara tidak langsung, seperti hubugan keluarga yang harmonis.</p>
<p style="text-align:justify;">2).  Faktor lingkungan sekolah</p>
<p style="text-align:justify;">a). Sarana dan prasarana</p>
<p style="text-align:justify;">Kelengkapan fasilitas sekolah, seperti papan tulis, OHP akan membantu   kelancaran proses belajar mengajar di sekolah; selain bentuk ruangan, sirkulasi udara dan lingkungan sekitar sekolah juga dapat mempengaruhi proses belajar mengajar</p>
<p style="text-align:justify;">b). Kompetensi guru dan siswa</p>
<p style="text-align:justify;">Kualitas guru dan siswa sangat penting dalam meraih prestasi, kelengkapan sarana dan prasarana tanpa disertai kinerja yang baik dari para penggunanya akan sia-sia belaka. Bila seorang siswa merasa kebutuhannya untuk berprestasi dengan baik di sekolah terpenuhi, misalnya dengan tersedianya fasilitas dan tenaga pendidik yang berkualitas , yang dapat memenihi rasa ingintahuannya, hubungan dengan guru dan teman-temannya berlangsung harmonis, maka siswa akan memperoleh iklim belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, ia akan terdorong untuk terus-menerus meningkatkan prestasi belajarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">c). Kurikulum dan metode mengajar</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini meliputi materi dan bagaimana cara memberikan materi tersebut kepada siswa. Metrode pembelajaran yang lebih interaktif sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat dan peran serta siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sarlito Wirawan (1994:122) mengatakan bahwa faktor yang paling penting adalah faktor guru. Jika guru mengajar dengan arif bijaksana, tegas, memiliki disiplin tinggi, luwes dan mampu membuat siswa menjadi senang akan pelajaran, maka prestasi belajar siswa akan cenderung tinggi, palingtidak siswa tersebut tidak bosan dalam mengikuti pelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;">3).  Faktor lingkungan masyarakat</p>
<p style="text-align:justify;">a). Sosial budaya</p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan masyarakat tentang pentingnya pendidikan akan mempengaruhi kesungguhan pendidik dan peserta didik. Masyarakat yang masih memandang rendah pendidikan akan enggan mengirimkan anaknya ke sekolah dan cenderung memandang rendah pekerjaan guru/pengajar</p>
<p style="text-align:justify;">b). Partisipasi terhadap pendidikan</p>
<p style="text-align:justify;">Bila semua pihak telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan pendidikan, mulai dari pemerintah (berupa kebijakan dan anggaran) sampai pada masyarakat bawah, setiap orang akan lebih menghargai dan berusaha memajukan pendidikan dan ilmu pengetahuan.</p>
<h3 style="text-align:justify;">4. Pengukuran prestasi belajar</h3>
<p style="text-align:justify;">Dalam dunia pendidikan, menilai merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan. Menilai merupakan salah satu proses belajar dan mengajar. Di Indonesia, kegiatan menilai prestasi belajar bidang akademik di sekolah-sekolah dicatat dalam sebuah buku laporan yang disebut rapor. Dalam rapor dapat diketahui sejauhmana prestasi belajar seorang siswa, apakah siswa tersebut berhasil atau gagal dalam suatu mata pelajaran. Didukung oleh pendapat Sumadi Suryabrata (1998 : 296) bahwa rapor merupakan perumusan terakhir yang diberikan oleh guru mengenai kemajuan atau hasil belajar murid-muridnya selama masa tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaifuddin Azwar (1998 :11) menyebutkan bahwa ada beberapa fungsi penilaian dalam pendidikan, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">a.  Penilaian berfungsi selektif (fungsi sumatif)</p>
<p style="text-align:justify;">Fungsi penilaian ini merupakan pengukuran akhir dalam suatu program dan hasilnya dipakai untuk menentukan apakah siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak dalam program pendidikan tersebut. Dengan kata lain penilaian berfungsi untuk membantu guru mengadakan seleksi terhadap beberapa siswa, misalnya :</p>
<p style="text-align:justify;">1). Memilih siswa yang akan diterima di sekolah</p>
<p style="text-align:justify;">2) Memilih siswa untuk dapat naik kelas</p>
<p style="text-align:justify;">3). Memilih siswa yang seharusnya dapat beasiswa</p>
<p style="text-align:justify;">b. Penilaian berfungsi diagnostik</p>
<p style="text-align:justify;">Fungsi penilaian ini selain untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa juga mengetahui kelemahan siswa sehingga dengan adanya penilaian, maka guru dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing siswa. Jika guru dapat mendeteksi kelemahan siswa, maka kelemahan tersebut dapat segera diperbaiki.</p>
<p style="text-align:justify;">c. Penilaian berfungsi sebagai penempatan (placement)</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap siswa memiliki kemampuan berbeda satu sama lain. Penilaian dilakukan untuk mengetahui di mana seharusnya siswa tersebut ditempatkan sesuai dengan kemampuannya yang telah diperlihatkannya pada prestasi belajar yang telah dicapainya. Sebagai contoh penggunaan nilai rapor SMU kelas II menentukan jurusan studi di kelas III.</p>
<p style="text-align:justify;">d. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan (fungsi formatif)</p>
<p style="text-align:justify;">Penilaian berfungsi untuk mengetahui sejauh mana suatu program dapat diterapkan. Sebagai contoh adalah raport di setiap semester di sekolah-sekolah tingkat dasar dan menegah dapat dipakai untuk mengetahui apakah program pendidikan yang telah diterapkan berhasil diterapkan atau tidak pada siswa  tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Raport biasanya menggambil nilai dari angka 1 sampai dengan 10, terutama pada siswa SD sampai SMU, tetaapi dalam kenyataan nilai terendah dalam rapor yaitu 4 dan nilai tertinggi 9. Nilai-nilai di bawah 5 berarti tidak baik atau buruk, sedangkan nilai-nilai di atas 5 berarti cukup baik, baik dan sangat baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam penelitian ini pengukuran prestasi belajar menggunakan penilaian sebagai pengukur keberhasilan (fungsi formatif), yaitu nilai-nilai raport pada akhir masa semester I.</p>
<h2 style="text-align:justify;">B. Kecerdasan Emosional</h2>
<h3 style="text-align:justify;">1. Pengertian emosi</h3>
<p style="text-align:justify;">Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta).  Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">a. Amarah                    : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati</p>
<p style="text-align:justify;">b. Kesedihan               : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi   diri,  putus asa</p>
<p style="text-align:justify;">c. Rasa takut               : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri</p>
<p style="text-align:justify;">d. Kenikmatan            : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga</p>
<p style="text-align:justify;">e. Cinta                        : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kemesraan, kasih</p>
<p style="text-align:justify;">f. Terkejut                   : terkesiap, terkejut</p>
<p style="text-align:justify;">g. Jengkel                    : hina, jijik, muak, mual, tidak suka</p>
<p style="text-align:justify;">h. malu                                    : malu hati, kesal</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada. Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.</p>
<h3 style="text-align:justify;">2. Pengertian kecerdasan emosional</h3>
<p style="text-align:justify;">Istilah “kecerdasan emosional” pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan John Mayer dari University of New Hampshire untuk menerangkan kualitas-kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai :</p>
<p style="text-align:justify;">“himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.” (Shapiro, 1998:8).</p>
<p style="text-align:justify;">Kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapat berubah-ubah setiap saat. Untuk itu peranan lingkungan terutama orang tua pada masa kanak-kanak sangat mempengaruhi dalam pembentukan kecerdasan emosional.</p>
<p style="text-align:justify;">Keterampilan EQ bukanlah lawan keterampilan IQ atau keterampilan kognitif, namun keduanya berinteraksi secara dinamis, baik pada tingkatan konseptual maupun di dunia nyata. Selain itu, EQ tidak begitu dipengaruhi oleh faktor keturunan. (Shapiro, 1998-10).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah model pelopor lain yentang kecerdasan emosional diajukan oleh Bar-On pada tahun 1992 seorang ahli psikologi Israel, yang mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai serangkaian kemampuan pribadi, emosi dan sosial yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam mengatasi tututan  dan tekanan lingkungan (Goleman, 2000 :180).</p>
<p style="text-align:justify;">Gardner dalam bukunya yang berjudul <em>Frame Of Mind</em> (Goleman, 2000 : 50-53) mengatakan bahwa bukan hanya satu jenis kecerdasan yang monolitik yang penting untuk meraih sukses dalam kehidupan, melainkan ada spektrum kecerdasan yang lebar dengan tujuh varietas utama yaitu linguistik, matematika/logika, spasial, kinestetik, musik, interpersonal dan intrapersonal. Kecerdasan ini dinamakan oleh Gardner sebagai kecerdasan pribadi yang oleh Daniel Goleman disebut  sebagai kecerdasan emosional.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Gardner, kecerdasan pribadi terdiri dari :”kecerdasan antar pribadi yaitu kemampuan untuk memahami orang lain, apa yang memotivasi mereka, bagaimana mereka bekerja, bagaimana bekerja bahu membahu dengan kecerdasan. Sedangkan kecerdasan intra pribadi adalah kemampuan yang korelatif, tetapi terarah ke dalam diri. Kemampuan tersebut adalah kemampuan membentuk suatu model diri sendiri yang teliti dan mengacu pada diri serta kemampuan untuk menggunakan modal tadi sebagai alat untuk menempuh kehidupan secara efektif.” (Goleman, 2002 : 52).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam rumusan lain, Gardner menyatakan bahwa inti kecerdasan antar pribadi itu mencakup “kemampuan untuk membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan hasrat orang lain.” Dalam kecerdasan antar pribadi yang merupakan kunci menuju pengetahuan diri, ia mencantumkan “akses menuju perasaan-perasaan diri seseorang dan kemampuan untuk membedakan perasaan-perasaan tersebut serta memanfaatkannya untuk menuntun tingkah laku”. (Goleman, 2002 : 53).</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan kecerdasan yang dinyatakan oleh Gardner tersebut, Salovey (Goleman, 200:57) memilih kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal untuk dijadikan sebagai dasar untuk mengungkap kecerdasan emosional pada diri individu. Menurutnya kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Goleman (2002 : 512), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (<em>to manage our emotional life with intelligence</em>); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (<em>the appropriateness of emotion and its expression</em>) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kecerdasan emosional adalah kemampuan siswa untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.</p>
<h3 style="text-align:justify;">3. Faktor Kecerdasan Emosional</h3>
<p style="text-align:justify;">Goleman mengutip Salovey (2002:58-59) menempatkan menempatkan kecerdasan pribadi Gardner dalam definisi dasar tentang kecerdasan emosional yang dicetuskannya dan memperluas kemapuan tersebut menjadi lima kemampuan utama, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">a.   Mengenali Emosi Diri</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenali emosi diri sendiri merupakan suatu kemampuan untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi. Kemampuan ini merupakan dasar dari kecerdasan emosional, para ahli psikologi menyebutkan kesadaran diri sebagai metamood, yakni kesadaran seseorang akan emosinya sendiri. Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 64) kesadaran diri adalah waspada terhadap suasana hati maupun pikiran tentang suasana hati, bila kurang waspada maka individu menjadi mudah larut dalam aliran emosi dan dikuasai oleh emosi. Kesadaran diri memang belum menjamin penguasaan emosi, namun merupakan salah satu prasyarat penting untuk mengendalikan emosi sehingga individu mudah menguasai emosi.</p>
<p style="text-align:justify;">b.   Mengelola Emosi</p>
<p style="text-align:justify;">Mengelola emosi merupakan kemampuan individu dalam  menangani perasaan agar dapat terungkap dengan tepat atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri individu. Menjaga agar emosi yang merisaukan tetap terkendali merupakan kunci menuju kesejahteraan emosi. Emosi berlebihan, yang meningkat dengan intensitas terlampau lama akan mengoyak kestabilan kita (Goleman, 2002 : 77-78). Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya serta kemampuan untuk bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan.</p>
<p style="text-align:justify;">c.   Memotivasi Diri Sendiri</p>
<p style="text-align:justify;">Presatasi harus dilalui dengan dimilikinya motivasi dalam diri individu, yang berarti memiliki ketekunan untuk menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati, serta mempunyai perasaan motivasi yang positif, yaitu antusianisme, gairah, optimis dan keyakinan diri.</p>
<p style="text-align:justify;">d.   Mengenali Emosi Orang Lain</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan untuk mengenali emosi orang lain disebut juga empati. Menurut Goleman (2002 :57) kemampuan seseorang untuk mengenali orang lain atau peduli, menunjukkan kemampuan empati seseorang. Individu yang memiliki kemampuan empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan orang lain sehingga ia lebih mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Rosenthal dalam penelitiannya menunjukkan bahwa orang-orang yang mampu membaca perasaan dan isyarat non verbal lebih mampu menyesuiakan diri secara emosional, lebih populer, lebih mudah beraul, dan lebih peka (Goleman, 2002 : 136). Nowicki, ahli psikologi menjelaskan bahwa anak-anak yang tidak mampu membaca atau mengungkapkan emosi dengan baik akan terus menerus merasa frustasi (Goleman, 2002 : 172). Seseorang yang mampu membaca emosi orang lain juga memiliki kesadaran diri yang tinggi. Semakin mampu terbuka pada emosinya sendiri, mampu mengenal dan mengakui emosinya sendiri, maka orang tersebut mempunyai kemampuan untuk membaca perasaan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">e.   Membina Hubungan</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan dalam membina hubungan merupakan suatu keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi (Goleman, 2002 : 59). Keterampilan dalam berkomunikasi merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan. Individu sulit untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dan sulit juga memahami keinginan serta kemauan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang hebat dalam keterampilan membina hubungan ini akan sukses dalam bidang apapun. Orang berhasil dalam pergaulan karena mampu berkomunikasi dengan lancar pada orang lain. Orang-orang ini populer dalam lingkungannya dan menjadi teman yang menyenangkan karena kemampuannya berkomunikasi (Goleman, 2002 :59). Ramah tamah, baik hati, hormat dan disukai orang lain dapat dijadikan petunjuk positif bagaimana siswa mampu membina hubungan dengan orang lain. Sejauhmana kepribadian siswa berkembang dilihat dari banyaknya hubungan interpersonal yang dilakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis mengambil komponen-komponen utama dan prinsip-prinsip dasar dari kecerdasan emosional sebagai faktor untuk mengembangkan instrumen kecerdasan emosional</p>
<h3 style="text-align:justify;">C. Keterkaitan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa SMU</h3>
<p style="text-align:justify;">Di tengah semakin ketatnya persaingan di dunia pendidikan dewasa ini, merupakan hal yang wajar apabila para siswa sering khawatir akan mengalami kegagalan atau ketidak berhasilan dalam meraih prestasi belajar atau bahkan takut tinggal kelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak usaha yang dilakukan oleh para siswa untuk meraih prestasi belajar agar menjadi yang terbaik seperti mengikuti bimbingan belajar. Usaha semacam itu jelas positif, namun masih ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam mencapai keberhasilan selain kecerdasan ataupun kecakapan intelektual, faktor tersebut adalah kecerdasan emosional.  Karena kecerdasan intelektual saja tidak memberikan persiapan bagi individu untuk menghadapi gejolak, kesempatan ataupun kesulitan-kesulitan dan kehidupan. Dengan kecerdasan emosional, individu mampu mengetahui dan menanggapi perasaan mereka sendiri dengan baik dan mampu membaca dan menghadapi perasaan-perasaan orang lain dengan efektif. Individu dengan keterampilan emosional yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan berhasil dalam kehidupan dan memiliki motivasi untuk berprestasi. Sedangkan individu yang tidak dapat menahan kendali atas kehidupan emosionalnya akan mengalami pertarungan batin yang merusak kemampuannya untuk memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya dan memiliki pikiran yang jernih.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah laporan dari National Center for Clinical Infant Programs (1992) menyatakan bahwa keberhasilan di sekolah bukan diramalkan oleh kumpulan fakta seorang siswa atau kemampuan dininya untuk membaca, melainkan oleh ukuran-ukuran emosional dan sosial : yakni pada diri sendiri dan mempunyai minat; tahu  pola perilaku yang diharapkan orang lain dan bagaimana mengendalikan dorongan hati untuk berbuat nakal; mampu menunggu, mengikuti petunjuk dan mengacu pada guru untuk mencari bantuan; serta mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan saat bergaul dengan siswa lain. Hampir semua siswa yang prestasi sekolahnya buruk, menurut laporan tersebut, tidak memiliki satu atau lebih unsur-unsur kecerdasan emosional ini (tanpa memperdulikan apakah mereka juga mempunyai kesulitan-kesulitan kognitif seperti kertidakmampuan belajar). (Goleman, 2002:273).</p>
<p style="text-align:justify;">Penelitian Walter Mischel (1960) mengenai “marsmallow challenge” di Universitas Stanford menunjukkan anak yang ketika berumur empat tahun mampu menunda dorongan hatinya, setelah lulus sekolah menengah atas, secara akademis lebih kompeten, lebih mampu menyusun gagasan secara nalar, seta memiliki gairah belajar yang lebih tinggi. Mereka memiliki skor yang secara signifikan lebih tinggi pada tes SAT dibanding dengan anak yang tidak mampu menunda dorongan hatinya (dalam Goleman, 2002 : 81).</p>
<p style="text-align:justify;">Individu yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang lebih baik, dapat menjadi lebih terampil dalam menenangkan dirinya dengan cepat, jarang tertular penyakit, lebih terampil dalam memusatkan perhatian, lebih baik dalam berhubungan dengan orang lain, lebih cakap dalam memahami orang lain dan untuk kerja akademis di sekolah lebih baik (Gottman, 2001:xvii).</p>
<p style="text-align:justify;">Keterampilan dasar emosional tidak dapat dimiliki secara tiba-tiba, tetapi membutuhkan proses dalam mempelajarinya dan lingkungan yang membentuk  kecerdasan emosional tersebut besar pengaruhnya. Hal positif akan diperoleh bila anak diajarkan keterampilan dasar kecerdasan emosional, secara emosional akan lebih cerdas, penuh pengertian, mudah menerima perasaan-perasaan dan lebih banyak pengalaman dalam memecahkan permasalahannya sendiri, sehingga pada saat remaja akan lebih banyak sukses disekolah dan dalam berhubungan dengan rekan-rekan sebaya serta akan terlindung dari resiko-resiko seperti obat-obat terlarang, kenakalan, kekerasan serta seks yang tidak aman (Gottman, 2001 : 250).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor yang penting yang seharusnya dimiliki oleh siswa yang memiliki kebutuhan untuk meraih prestasi belajar yang lebih baik di sekolah..</p>
<h2 style="text-align:justify;">D. Hipotesis</h2>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan uraian teoritik di atas, maka hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Hipotesis alternatif (Ha) : “Ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar”</li>
<li>Hipotesis nihil (Ho) : “Tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar”</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Untuk membaca lebih lanjut atau lebih lengkap Tentang Skripsi ini </span></strong></h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Silakan menghubungi via email di rahman_faisal14@yahoo.com untuk konfirmasi </span></strong></h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">maka akan dikirimkan ke email anda tentang skripsi ini LENGKAP.</span></strong></h3>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Butuh jasa konsultasi buat skripsi, tugas akhir tapi terbatas oleh waktu, hemmm tenang kami adalah solusinya, ya benar Konsultasi Skripsi Online.</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Hubungi: </strong><strong>Rahman </strong><strong>Faisal  di </strong><strong>0818 786 991 dan 0856 9120 8905 atau via email di <a href="http://www.blogger.com/rahman_faisal14@yahoo.com">rahman_faisal14@yahoo.com</a> dan di <a href="http://www.blogger.com/rahmanfaisal14@gmail.com">rahmanfaisal14@gmail.com</a></strong></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;">DAFTAR PUSTAKA</h2>
<p style="text-align:justify;">Ahmad, Mudzakir. (1997). <span style="text-decoration:underline;">Psikologi Pendidikan</span>. Bandung : Pustaka Setia.</p>
<p style="text-align:justify;">Goleman, Daniel. (2000). <span style="text-decoration:underline;">Emitional Intelligence (terjemahan</span>). Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align:justify;">Goleman, Daniel. (2000). <span style="text-decoration:underline;">Working With Emotional Intelligence (terjemahan)</span>. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align:justify;">Gottman, John. (2001). <span style="text-decoration:underline;">Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional (terjemahan)</span>. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align:justify;">Irwanto.  (1997). <span style="text-decoration:underline;">Psikologi Umum</span>. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.</p>
<p style="text-align:justify;">Mila Ratnawati. (1996). Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Suasana Keluarga, Citra Diri, dan Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas V SD Ta’Miriyah Surabaya. <span style="text-decoration:underline;">Jurnal Anima Vol XI No. 42</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Moch, Nazir. (1988). <span style="text-decoration:underline;">Metodologi Penelitian.Cetakan 3</span>. Jakarta :Ghalia Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Morgan, Clifford T, King, R.A Weizz, JR, Schopler. J, 1986. <span style="text-decoration:underline;">Introduction of Psychology</span>, (7th ed), Singapore : Mc Graw Hil Book Company</p>
<p style="text-align:justify;">Muhibbin, Syah. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nana, Sudjana. (2001). <span style="text-decoration:underline;">Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar</span>. Cetakan ketujuh. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ratna Wilis, D. (1996). <span style="text-decoration:underline;">Teori-Teori Belajar</span>. Jakarta : Penerbit Erlannga.</p>
<p style="text-align:justify;">Saphiro, Lawrence E. (1998). <span style="text-decoration:underline;">Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak</span>. Jakarta : Gramedia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sarlito Wirawan. (1997). <span style="text-decoration:underline;">Psikologi Remaja</span>. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.</p>
<p style="text-align:justify;">Sia, Tjundjing. (2001). Hubungan Antara IQ, EQ, dan QA dengan Prestasi Studi Pada Siswa SMU. <span style="text-decoration:underline;">Jurnal Anima Vol.17 no.1</span></p>
<p style="text-align:justify;">Sri, Lanawati. (1999). <span style="text-decoration:underline;">Hubungan Antara Emotional Intelligence dan Intelektual Quetion dengan Prestasi Belajar Siswa SMU</span>.Tesis Master  : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumadi, Suryabrata. (1998). <span style="text-decoration:underline;">Psikologi Pendidikan</span>. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada .</p>
<p style="text-align:justify;">Sumadi, Suryabrata. 1998. <span style="text-decoration:underline;">Metodologi Penelitian</span>. Cetakan sebelas. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.</p>
<p style="text-align:justify;">Saifuddin, Azwar. (1997). <span style="text-decoration:underline;">Reliabilitas dan Validitas.</span> Yogyakarta : Pustaka Balajar Offset.</p>
<p style="text-align:justify;">Saifuddin Azwar. (1998). <span style="text-decoration:underline;">Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukutan Prestasi balajar.</span> Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.</p>
<p style="text-align:justify;">Suharsono. (2002). <span style="text-decoration:underline;">Melejitkan IQ, IE, dan IS</span>. Depok : Inisiasi Press.</p>
<p style="text-align:justify;">Sutrisno Hadi. (2000). <span style="text-decoration:underline;">Statistik 2</span>. Yogyakarta : Andi Offset.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaiful Bakrie D. (1994). <span style="text-decoration:underline;">Prestasi belajar dan kompetensi guru</span>. Surabaya : Usaha Nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Winkel, WS (1997). <span style="text-decoration:underline;">Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar</span>. Jakarta : Gramedia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:left;"><em><strong>SUMBER BY AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH</strong></em></p>
<p style="text-align:left;"><em><strong>FAKULTAS PSIKOLOGIUNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/520/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=520&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/09/07/contoh-skripsi-psikologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hi You, You Just Claim Our Cultures</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/09/02/hi-you-you-just-claim-our-cultures/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/09/02/hi-you-you-just-claim-our-cultures/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 08:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Claim Budaya Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Rumpun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia is one of the Big country and has many islands so that Indonesia called as the Islands Nation. In Indonesia we can see the famous of the places  like a Bali, Jakarta and soon. Recently Indonesia culture has claimed by neighboring Country of course we know that. They still claim Indonesia cultures, starting Batik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=517&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Indonesia is one of the Big country and has many islands so that Indonesia called as the Islands Nation. In Indonesia we can see the famous of the places  like a Bali, Jakarta and soon. Recently Indonesia culture has claimed by neighboring Country of course we know that. They still claim Indonesia cultures, starting Batik, Rasa Sayange&#8217;s Song, Reog Ponorogo, Angklung, Ambalat Toritorial, Pendet Dance and the newly Jemur island and what next man, Ha!! Indonesia never claim your culture but why you still claim our culture and other, in ASEAN all of the ASEAN Countries has the regulations that named is ASEAN Chapters and when one of the ASEAN countries has the trouble we find the solution with the good governances so that ASEAN Countries never has the conflict. By the way in the fact who get the begin to provocation and disturb the another contries in ASEAN and the  other countries hurt so do not blame if war will occur.</p>
<p style="text-align:justify;">As the big country in ASEAN, Indonesia never afraid and never claim the others culture of ASEAN&#8217;s Countries but why the neighboring country still claim our country. Indonesia still calm dawn for nice effort and find the great solution, Indonesia uses the diplomaticly solution when we has problems. Indonesia as the domocracy country and every body has the same right to give protest and voicing their rights as decided in Indonesia regulations UUD 1945. In the name of peace we have to keep the situation adn condition to be calm dawn and comfortable for living so that we can live together with never conflicts.  <span id="more-517"></span></p>
<p style="text-align:justify;">When you claim our Indonesia culture and others you can hear the Saykoji&#8217;s Song with title is Copy My Style Again and you can download <strong><a href="http://www.ziddu.com/download/6258936/Saykoji-CopyMyStyle_Again_.mp3.html">Here</a></strong>, like this song below;</p>
<p>You copy my style<br />
You copy again<br />
What is plagiarism in your country more famous?<br />
My patient still remains you I took as a friend<br />
But sooner or later i gotta take my stand</p>
<p>been back and forth until everything went upside down<br />
Friends I got choked up while eating compote<br />
Again, again, again and again continue to occur<br />
Neighbors make another tantrum makes the heart sick</p>
<p>Like to admit admit not shyness<br />
Indonesia in the claims have a one<br />
What was you who could not able to<br />
Create their own culture not potent potent effect</p>
<p>Read the signs, noble countrymen<br />
But the nagging continues, your reputation in the grave<br />
I&#8217;m proud to be honest honest I&#8217;m thankful<br />
Elo admit admit that progress back lo</p>
<p>I recalled the creation of hot talk<br />
Despite my obvious identity looted<br />
Joe wrote farizal can apologize<br />
Other times unconscious, unresponsive</p>
<p>You copy my style<br />
You copy again<br />
What is plagiarism in the country again ngetrend lo?<br />
My patient still remains I assume you friend<br />
But sooner or later i gotta take my stand</p>
<p>Not to brag nationalist pride raised eyebrows<br />
Not going to fight rather than self-sadistic gangster<br />
Although more popular not to be an actress I competed<br />
But back at the most practical use songs</p>
<p>Angry on the internet, already the market<br />
Nag in an impatient market<br />
Rich worm beard hot fire<br />
It was going to give a slap gatel</p>
<p>But I&#8217;m a man of peace<br />
Although it was hard to relax<br />
Ammunition in addition to waving palm trees<br />
Use My rap music is ready to slaughter</p>
<p>It&#8217;s still the same family one melayu<br />
But wilt Saykoji hard and not kemayu<br />
My rocker scarf rather mendayu<br />
But I try to take the rap battle, Let&#8217;s do it!!</p>
<p>You copy my style<br />
You copy again<br />
What is plagiarism in the country again ngetrend lo?<br />
My patient still remains I assume you friend<br />
But sooner or later i gotta take my stand</p>
<p style="text-align:justify;"><span>As the neightboring country we should to keep our peace and never begin to do the some conflicts, do the right one of eachother country. </span>we use are like ants, they will not bite if they are not in danger. Therefore, if you do not want to bite do not bother and let us keep the harmony so that we can live like a peaceful country and full of wonderful stories. How many times have taken our cultures and we still have not provoked calm that can lead role but remember, once the war near the war will be done and should be remembered that the people of Indonesia are not scare to dead and my eyes are ready to fight in order to maintain the integrity of the NKRI (Republic Unitary State of Indonesia).</p>
<p style="text-align:justify;">Go Indonesia go, Go Indonesia go, Go Indonesia go, Go Indonesia go, Go Indonesia go</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/517/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=517&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/09/02/hi-you-you-just-claim-our-cultures/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh Proposal Skripsi</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/08/11/contoh-proposal-skripsi/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/08/11/contoh-proposal-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 07:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Contoh Proposal Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[SIstematikan penulisan proposal skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Skripsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Skripsi, skripsi dan skripsi lagi wah pokoknya kalau sudah ngebahas masalah ini bisa mumet dach jadinya so pasti ya ga..?? Tapi tenang aja disini kami bisa membantu kesulitan semua itu, butuh jasa konsultasi buat skripsi yang tidak selesai-selasai kami bisa bantu tanpa harus jarak yang menjadi kendala oleh karena itu kami bantu anda melalui online [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=508&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Skripsi, skripsi dan skripsi lagi wah pokoknya kalau sudah ngebahas masalah ini bisa mumet dach jadinya so pasti ya ga..?? Tapi tenang aja disini kami bisa membantu kesulitan semua itu, butuh jasa konsultasi buat skripsi yang tidak selesai-selasai kami bisa bantu tanpa harus jarak yang menjadi kendala oleh karena itu kami bantu anda melalui<span style="color:#0000ff;"><strong> <a href="http://rahman-faisal.blogspot.com/2009/09/jasa-konsultan-skripsi.html">online consultant for scription</a></strong></span>. Bagaimana caranya tenang saja disini kami akan bantu, hubungi kami via email di <a href="rahman_faisal14@yahoo.com">rahman_faisal14@yahoo.com</a> dengan mengisi data-data yang disampaikan juga dalam emailnya yaitu berupa, Nama, alamat, no telepon HP dll sebagainya. Kami melayani jasa konsultasi skripsi dengan media <span style="color:#0000ff;"><strong>Yahoo Massenger</strong> </span>dan juga via <span style="color:#0000ff;"><strong><a title="My Profile In Facebook" href="http://www.facebook.com/home.php?#/profile.php?id=1295707673&amp;ref=profile">Facebook</a> </strong></span>sebagai media pembelajaran Info lain klik <strong><a href="http://rahman-faisal.blogspot.com/2009/09/jasa-konsultan-skripsi.html">Disini</a></strong>. Jika sudah mengirikan maksud dan tujuan ke email kami dengan segera kami akan membantu untuk menyelesaikan masalah skripsi kamu itu. Untuk lebih lengkap hubungi <strong><span style="color:#0000ff;">Rahman </span></strong><strong><span style="color:#0000ff;">Faisal </span></strong> di <span style="color:#0000ff;"><strong>0856 9120 8905</strong></span>, 24 jam non stop. Untuk itu berikut kami sampaikan contoh sistematika penulisan proposal skripsi dibawah ini,  disini merupakan contoh saja agar bisa diberikan atau juga merupakan bentuk kepedulian kita dalam membantu mengerjakannya. Sehingga beban tugas dalam penyusunan skripsi ini bisa dipermudah dan tidak menjadikan beban lainny. Berikut contoh penulisan proposal skripsi seperti yang tertera dibawah ini:</p>
<p style="text-align:left;">
<p><strong>Contoh</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Proposal Skripsi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tuliskan judul skripsi yang telah diajukan ke Dosen Pembimbing misalkan judulnya yaitu:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Analisis Makna Implisit Pada Novel Harry Potter and The Prisoner</strong></p>
<p><strong>Of Azkaban Karya J. K. Rowling Dan Terjemahannya</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>diajukan untuk dipertahankan dalam Sidang Ujian Sarjana Jurusan Sastra Inggris Fakultas</p>
<p>Sastra Universitas Padjadjaran</p>
<p><span id="more-508"></span><strong>Aldo Elam M</strong></p>
<p><strong>H1D96210</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>UNIVERSITAS PADJADJARAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>FAKULTAS SASTRA</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>JURUSAN SASTRA INGGRIS</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>BANDUNG 2001</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><strong>ABSTRAK</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Skripsi ini berjudul <em>Analisis Makna Implisit pada Novel Harry Potter and the Prisoner of Azkaban Karya J. K. Rowling dan Terjemahannya</em>. Objek penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang mengandung makna implisit pada novel tersebut. Kalimat yang mengandung makna implisit diambil sebagai data dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif komparatif. Novel yang berjudul <em>Harry Potter and the Prisoner of Azkaban </em>ini ditulis oleh J. K. Rowling dan dialihbahasakan oleh Listiana Srisanti ke bahasa Indonesia dengan judul <em>Harry Potter Dan Tawanan Azkaban</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penerjemahan makna implicit dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) makna implisit harus diterjemahkan secara eksplisit apabila sistem dalam bahasa sasaran mengharuskannya, namun (2) makna implisit dapat juga diterjemahkan secara eksplisit apabila sistem bahasa sasaran memungkinkannya, yang terakhir adalah (3) makna implicit harus diterjemahkan eksplisit jika menyebabkan ketaksaan atau ketidakjelasan makna dalam hasil terjemahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mempermudah dalam persetujuan dari dosen mengenai skripsi yang akan kita bahas lebih baik dalam pengajuan proposal skripsi ditunjukan sistematikanya seperti contoh dibawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DAFTAR ISI</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>ABSTRAK </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>ABSTRACT </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KATA PENGANTAR </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DAFTAR ISI </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB I PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">1.1 Latar Belakang Masalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.2 Identifikasi Masalah</p>
<p style="text-align:justify;">1.3 Tujuan Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">1.4 Kegunaan Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">1.5 Kerangka Pemikiran</p>
<p style="text-align:justify;">1.6 Metode Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB II TINJAUAN PUSTAKA</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">2.1 Makna</p>
<p style="text-align:justify;">2.1.1 Perubahan Makna</p>
<p style="text-align:justify;">2.1.2 Jenis Makna</p>
<p style="text-align:justify;">2.2 Makna Implisit</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.1 Makna Referensial Implisit</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.1.1 Referen Persona</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.1.2 Referen Demonstratif</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.1.3 Referen Komparatif</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.2 Makna Organisasional Implisit</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.2.1 Kata Substitusi</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.2.2 Kalimat Elipsis</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.2.3 Kalimat Pasif</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.3 Makna Situasional Implisit</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.3.1 Makna Situasional Implisit Akibat Faktor Budaya</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.3.2 Makna Situasional Implisit karena Gerakan Isyarat saat Ujaran</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.3.3 Makna Situasional Implisit yang Disebabkan Waktu dan Tempat Terjadinya  Komunikasi</p>
<p style="text-align:justify;">2.2.3.4 Makna Situasional Implisit Akibat Hubungan Penutur dan Penanggap</p>
<p style="text-align:justify;">2.3 Penerjemahan</p>
<p style="text-align:justify;">2.3.1 Metode Penerjemahan</p>
<p style="text-align:justify;">2.3.2 Penerjemahan Makna Implisit</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB III OBJEK PENELITIAN </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">4.1 Makna Referensial Implisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.1.1 Referen Persona Implisit Diterjemahkan Secara Eksplisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.1.2 Referen Persona Implisit Diterjemahkan Menjadi Referen Persona</p>
<p style="text-align:justify;">4.1.3 Referen Demonstratif Implisit Diterjemahkan Secara Eksplisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.1.4 Referen Demonstratif Implisit Diterjemahkan Menjadi Referen Demonstratif</p>
<p style="text-align:justify;">4.1.5 Referen Komparatif Implisit Diterjemahkan Secara Eksplisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.1.6 Referen Komparatif Implisit Diterjemahkan Menjadi Referen Komparatif</p>
<p style="text-align:justify;">4.2 Makna Organisasional Implisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.1 Kalimat Elipsis Diterjemahkan Secara Eksplisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.2 Kalimat Elipsis Diterjemahkan Menjadi Kalimat Elipsis</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.3 Kalimat Pasif Diterjemahkan Secara Eksplisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.4 Kalimat Pasif Diterjemahkan Menjadi Kalimat Pasif</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.5 Kata Substitusi Diterjemahkan Secara Eksplisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.6 Kata Substitusi Diterjemahkan Menjadi Kata Substitusi</p>
<p style="text-align:justify;">4.3 Makna Situasional Implisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.3.1 Makna Situasional Implisit Akibat Faktor Budaya Diterjemahkan Menjadi Makna   tuasional Akibat Faktor Budaya</p>
<p style="text-align:justify;">4.3.2 Makna Situasional Implisit Akibat Faktor Budaya Diterjemahkan Secara Eksplisit 65</p>
<p style="text-align:justify;">4.3.3 Makna Situasional Implisit karena Gerakan Isyarat saat Ujaran Diterjemahkan Menjadi  Makna Situasional karena Gerakan Isyarat saat Ujaran</p>
<p style="text-align:justify;">4.3.4 Makna Situasional Implisit yang Disebabkan Waktu dan Tempat Komunikasi diterjemahkan Menjadi Makna Situasional yang Disebabkan Waktu dan Tempat Komunikasi</p>
<p style="text-align:justify;">4.3.5 Makna Situasional Implisit yang Disebabkan Waktu dan Tempat Komunikasi diterjemahkan Secara Ekplisit</p>
<p style="text-align:justify;">4.3.6 Makna Situasional Implisit Akibat Hubungan Penutur dan Penanggap Diterjemahkan Menjadi Makna Situasional Akibat Hubungan Penutur dan Penanggap</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB V SIMPULAN </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SYNOPSIS </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>LAMPIRAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BIODATA</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahap selanjutnya yaitu penulisan pada bab pertama, penulisan proposal skripsi dalam bab ini lebih mengutamakan dari garis beras yang tertera dalam skripsi yang akan diajukan sehingga persetujuan itu akan lebih cepat terealisasi adapun sistematikan penulisannya seperti contoh dibawah ini yaitu berisikan antara lain:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB I</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>I.1 Latar Belakang Masalah</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penerjemahan sangat mutlak diperlukan dalam era informasi dan komunikasi yang bergerak cepat seperti saat ini. Proses penerjemahan dan hasil-hasilnya dapat dilihat tersebar dalam segala bidang, mulai dari bidang pendidikan sampai hiburan. Buku, film dan berbagai media pembawa informasi lainnya yang dibuat tidak dalam bahasa asli memerlukan suatu proses penerjemahan. Penerjemahan sendiri merupakan suatu proses penyampaian informasi dari bahasa sumber ke dalam padanan yang sesuai pada bahasa sasaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hasil penerjemahan dapat dianggap berhasil apabila pesan, pikiran, gagasan, dan konsep yang ada dalam bahasa sumber dapat disampaikan ke dalam bahasa sasaran secara utuh. Hal ini akan sulit dilakukan karena adanya perbedaan pada sistem bahasa dan budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Seorang penerjemah yang baik tidak hanya harus dapat mengatasi perbedaan sistem bahasa dan budaya, tetapi ia juga harus dapat menangkap pesan implisit atau amanat yang ada di bahasa sumber dan menyampaikannya kembali ke dalam bahasa sasaran. Hal ini menjadi penting karena keutuhan suatu teks sedikit banyak dipengaruhi oleh adanya pesan atau makna implicit yang terdapat didalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk dapat menangkap pesan implisit dengan baik, diperlukan kemampuan untuk mengenali berbagai macam makna dan cara-cara menerjemahkannya. Di dalam teks, ada kalanya makna tidak disampaikan secara eksplisit. Makna-makna yang seperti ini disebut dengan makna implisit atau tersirat. Berikut adalah contoh makna implisit:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“So when you told her, you were actually face to face with her?”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Yes”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“In a position to see her reaction to the news?”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Yes”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jawaban dari kedua kalimat pertanyaan di atas adalah <em>“Yes”</em>. Kedua kata tersebut persis sama, tetapi apabila dilakukan pengkajian lebih lanjut lagi ternyata makna implicit yang terkandung dalam kedua <em>“Yes” </em>tadi berbeda satu dengan lainnya. Penerjemah yang baik harus terampil dalam menangkap berbagai makna implicit yang terdapat pada sebuah teks. Kemampuan ini mutlak diperlukan agar tidak terjadi ketaksaan sehingga pembaca yang membaca hasil terjemahan berupa novel ini tidak mengalami kebingungan dalam memahami pesan novel tersebut. Penyampaian makna implisit tadi ke dalam bahasa sasaran juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Hal-hal inilah yang telah memotivasi penulis untuk meneliti lebih dalam lagi mengenai masalah makna implisit dalam terjemahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>I.2 Identifikasi Masalah</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah baik tidaknya penerjemahan makna implisit pada novel <em>Harry Potter and the Prisoner of Azkaban </em>karya J.K. Rowling. Dalam analisis akan dibahas penerjemahan makna implisit dari bahasa sumber (bahasa Inggris) ke terjemahannya dalam bahasa sasaran (bahasa Indonesia). Juga yang akan dilihat adalah upaya-upaya yang dilakukan penerjemah dalam mengalihbahasakan berbagai bentuk makna implisit sehingga keutuhan teks dan makna yang ingin disampaikan tetap terjaga. Sebagai landasan penelitian, penulis mengambil teori mengenai makna implicit milik Larson yang dikutip dari buku <em>Meaning-Based Translation: A Guide to Cross-Language Equivalence. </em>Dalam buku ini Larson membagi makna implisit menjadi makna implisit referensial, makna implisit organisasional dan makna implisit situasional. Dalam menerjemahkan ketiga jenis makna implisit tadi dibutuhkan keterampilan untuk mencari padanannya dan kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan apakah makna tadi akan diekplisitkan atau tidak. Sehubungan dengan hal</p>
<p style="text-align:justify;">tersebut ada tiga masalah yang dikaji dalam skripsi ini:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Menerjemahkan makna implisit referensial. Dalam menerjemahkan makna implicit referensial penerjemah harus mengetahui referen yang dimaksud terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah penerjemahan ini harus dieksplisitkan atau tidak.</li>
<li>Menerjemahkan makna implisit organisasional. Dalam menerjemahkan makna implisit organisasional struktur bahasa yang dipakai harus diperhatikan. Apabila struktur bahasa tersebut mengimplisitkan sesuatu maka harus dipertimbangkan mengenai perlu tidaknya untuk mengeksplisitkan hal tersebut ke dalam bahasa sasaran.</li>
<li>Menerjemahkan makna implisit situasional. Situasi yang terjadi pada saat ujaran merupakan kunci dalam menerjemahkan makna implisit situasional. Apabila dirasakan situasi yang dimaksud sudah cukup jelas maka makna implisit tersebut tidak perlu dieksplisitkan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>I.3 Tujuan Penelitian</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna implisit referensial, makna implisit organisasional dan makna implisit situasional yang ada di novel <em>Harry Potter and the Prisoner of Azkaban </em>dan terjemahannya, juga untuk mengetahui bagaimana ketiga makna tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta untuk mengetahui penyesuaian yang diperlukan oleh penerjemah dalam menyampaikan makna-makna implisit tadi ke dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa sasarannya sehingga dapat ditarik simpulan secara umum mengenai penerjemahan makna implisit dalam novel tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>I.4 Kegunaan Penelitian</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penelitian ini berguna untuk memahami mengenai penerjemahan makna implicit sehingga seorang penerjemah dapat belajar lebih banyak mengenai makna implisit dan berbagai teknik untuk menerjemahkan makna implisit dengan baik tanpa menimbulkan ambiguitas atau kerancuan. Penelitian ini juga diharapkan dapat membantu terbentuknya penerjemahan yang lebih baik, khususnya untuk penerjemahan yang berhubungan dengan makna implisit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>I.5 Kerangka Pemikiran</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang penerjemah harus dapat menjaga keutuhan teks yang diterjemahkannya. Salah satu cara untuk tetap menjaga keutuhan teks adalah dengan memperhatikan benar-benar berbagai penggunaan makna implisit pada teks yang dibuat oleh pengarang. Penerjemah juga harus dapat memindahkan makna-makna implisit yang ada pada suatu teks dengan piawai sehingga apa yang dimaksudkan oleh pengarang dapat disampaikan tanpa distorsi kepada pembaca dalam bahasa sasaran. Larson membagi makna implisit menjadi tiga macam yaitu: makna referensial implisit, makna organisasional implisit dan makna implisit situasional (1984: 34-37). Analisis akan dibagi berdasarkan ketiga macam makna implisit ini. Makna referensial implisit dapat ditemukan dalam kalimat yang memiliki pronomina persona, pronomina posesif, dan pronomina refleksif terutama yang dalam kata-kata seperti <em>it, he, she, they,. </em>Juga ditemukan dalam kata demonstratif seperti <em>this </em>atau <em>that</em>. Artikel <em>the </em>juga merupakan salah satu kata yang memiliki makna implisit, demikian pula halnya dengan kata-kata komparatif seperti <em>some, most, different, </em>dan <em>more</em>. Kalimat yang mengandung makna implisit organisasional dapat ditemukan dalam susunan kalimat elipsis dan kalimat pasif sistem bahasa sumber. Selain itu dapat juga ditemukan dalam kalimat yang memiliki kata substitusi seperti <em>one, did, so, do, </em>dan <em>not</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan makna situasional implisit ditemukan dalam situasi percakapan. Situasi yang dimaksud adalah hubungan antara penutur dan penanggap, latar belakang budaya, tempat berlakunya proses komunikasi, waktu terjadinya ujaran, usia dan jenis kelamin, situasi sosial penutur dan penanggap, praduga yang muncul dalam situasi berkomunikasi dan gerakan isyarat yang terjadi selama proses komunikasi berlangsung. Dalam skripsi ini faktor-faktor yang cukup banyak tadi akan dibatasi sehingga analisis makna situasional implisit terdiri dari empat bagian, yaitu makna implisit yang timbul akibat faktor budaya, gerakan isyarat, waktu dan tempat komunikasi, serta hubungan penutur dan penanggap. Untuk menganalisis penerjemahan makna implisit, penulis mengumpulkan berbagai data dan membahasnya sesuai dengan aturan yang berlaku pada bahasa sasaran sehingga dapat diketahui apakah penerjemahan tersebut telah sesuai dengan aturan yang berlaku pada bahasa sasaran, timbul tidaknya kerancuan dan terjaga tidaknya keutuhan teks asli.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>I.6 Metode Penelitian</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Metode yang diambil dalam peneltian ini adalah metode deskriptif dan komparatif. Masalah yang terkumpul pada data akan diklasifikasikan untuk kemudian dibahas secara objektif. Lalu dibandingkan dan dianalisis berdasarkan teori-teori yang diuraikan pada Bab II. Analisis akan menjelaskan apakah cara penerjemahan makna implisit pada data tidak menimbulkan kerancuan makna, cukup jelas untuk dipahami, telah sesuai dengan aturan pada bahasa sasaran dan juga tidak menyimpang dari teori-teori yang berlaku.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian studi pustaka, yaitu dengan membaca dan mempelajari buku-buku yang erat kaitannya dengan pembahasan masalah sehingga diperoleh berbagai teori dan referensi yang mendukung penganalisisan data. Penelitian ini banyak dilakukan di perpustakaan yang ada di kota Bandung. Perpustakaan-perpustakaan tersebut antara lain perpustakaan Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra UNPAD, perpustakaan Ekstensi Fakultas Sastra UNPAD dan koleksi umum UPT perpustakaan ITB. Sedangkan waktu yang diperlukan dalam membuat penelitian ini kurang lebih empat bulan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Memasuki pada bab selanjutnya yaitu bab ketiga, penulisan proposal skripsi itu dibuat inti permasalahan yang akan diangkat saja tidak mengutamakan atau membuat garis berasanya tetapi hanya berisikan apa saja yang akan dibahas serta hal tersebut akan mempermudah kita dalam penyususnannya, seperti contoh dibawah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB II</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>TINJAUAN PUSTAKA</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada bab ini akan menjelaskan tentang:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Pengertian Makna</li>
</ol>
<ul>
<li> Perubahan Makna</li>
<li>Jenis Makna</li>
</ul>
<p>2.  Makna Implisit</p>
<ul>
<li>Makna Referensial Implisit</li>
</ul>
<ol>
<li>Referen Persona</li>
<li>Referen Demonstratif</li>
<li>Refere n Komparatif</li>
</ol>
<ul>
<li>Makna Organisasional Implisit</li>
</ul>
<ol>
<li>Kata Substitusi</li>
<li>Kalimat Elipsis</li>
<li>Kalimat Pasif</li>
</ol>
<ul>
<li> Makna Situasional Implisit</li>
</ul>
<ol>
<li>Makna Situasional Implisit Akibat Faktor Budaya</li>
<li>Makna Situasional Implisit karena Gerakan Isyarat saat Ujaran</li>
<li>Makna Situasional Implisit Akibat Hubungan Penutur dan Penanggap</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">3.  Penerjemahan</p>
<ul>
<li>Metode Penerjemahan</li>
<li>Penerjemahan Makna Implisit</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada bab ketiga lebih mengedepankan tentang objek penelitian yang akan dilakukan sehingga bisa diketahui oleh dosen pembimbing yang nantinya akan dilihat lebih jauh lagi. seperti contoh dibawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB III</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>OBJEK PENELITIAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada bab ini akan membahas tentang objek penelitian.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada bab yang bisa dikatakan merupakan bab isi yang terakhir, disini yang akan dibahas merupakan hal yang menujuk atau mendukung dari skripsi yang diajukan sehingga penguatan ataupun referensi dari skripsi itu dapat dipertahankan. Seperti contoh dibawah ini dan sekali lagi hanya berisikan pada hal – hal yang akan dibahas:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB IV</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada bab ini akan diuraikan penelitian dan pembahasan mengenai penerjemahan makna implisit.</p>
<ol>
<li>Makna Referensial Implisit</li>
</ol>
<ul>
<li>Referen Persona Implisit Diterjemahkan Secara Eksplisit</li>
<li>Referen Persona Implisit Diterjemahkan Menjadi Referen Persona</li>
<li>Referen Demonstratif Implisit Diterjemahkan Secara Eksplisit</li>
<li>Referen Demonstratif Implisit Diterjemahkan Menjadi Referen Demonstratif</li>
<li> Referen Komparatif Implisit Diterjemahkan Secara Eksplisit</li>
<li>Referen Komparatif Implisit Diterjemahkan Menjadi Referen Komparatif</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">2.   Makna Organisasional Implisit</p>
<ul>
<li>Kalimat Elipsis Diterjemahkan Secara Eksplisit</li>
<li>Kalimat Elipsis Diterjemahkan Menjadi Kalimat Elipsis</li>
<li>Kalimat Pasif Diterjemahkan Secara Eksplisit</li>
<li>Kalimat Pasif Diterjemahkan Menjadi Kalimat Pasif</li>
<li>Kata Substitusi Diterjemahkan Secara Eksplisit</li>
<li>Kata Substitusi Diterjemahkan Menjadi Kata Substitusi</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">3.  Makna Situasional Implisit</p>
<ul>
<li>Makna Situasional Implisit Akibat Faktor Budaya Diterjemahkan Menjadi Makna Situasional Akibat Faktor Budaya</li>
<li>Makna Situasional Implisit akibat Faktor Budaya Diterjemahkan Secara Eksplisit</li>
<li> Makna Situasional Implisit karena Gerakan Isyarat saat UjaranDiterjemahkan Menjadi Makna Situasional karena Gerakan Isyarat saatUjaran</li>
<li>Makna Situasional Implisit yang Disebabkan Waktu dan Tempat KomunikasiDiterjemahkan Menjadi Makna Siuasional yang Disebabkan Waktu danTempat Komunikasi</li>
<li>Makna Situasional Implisit yang Disebabkan Waktu dan Tempat KomunikasiDiterjemahkan Secara Eksplisit</li>
<li>Makna Situasional Implisit Akibat Hubungan Penutur dan Penanggap. Diterjemahkan Menjadi Makna Situasional Akibat Hubungan Penutur dan Penanggap</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yups akhirnya selesai juga, inilah bab terakhir yaitu bab kelima, tentunya berisikan kesimpulan dari yang sudah dibahas semuannya, disini juga berisikan bagian lainnya seperti contoh dibawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BAB V</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada bab ini akan membahas tentang kesimpulan dari bab-bab lainnya</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan yang didapat mengenai penerjemahan makna implisit dalam sebuah novel adalah sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Makna implisit harus diterjemahkan secara eksplisit apabila sistem dari bahasa target mengharuskannya.</li>
<li>Makna implisit dapat diterjemahkan secara eksplisit jika sistem dari bahasa target memperbolehkannya.</li>
<li>Makna implisit harus diterjemahkan secara eksplisit apabila menimbulkan ketaksaan  atau kekaburan makna pada bahasa target.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Selain itu pada bab ini juga berisikan antara lain:</p>
<p><strong>SYNOPSIS</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KUMPULAN DATA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>I. Makna Referensial Implisit</p>
<p>I.1 Referen Persona</p>
<p>I. 2 Referen Demonstratif</p>
<p>I.3 Referen Komparatif</p>
<p>II. Makna Organisasional Implisit</p>
<p>II. 1 Kalimat Elipsis</p>
<p>II. 2 Kalimat Pasif</p>
<p>II. 3 Kata Substitusi</p>
<p>III. Makna Implisit</p>
<p>III.1 Makna Implisit Situasional (Budaya)</p>
<p>III.2 Makna Impilisit Situasional (Gerakan Isyarat)</p>
<p>III.3 Makna Implisit Situasional (Waktu dan Tempat Komunikasi)</p>
<p>III.4 Makna Implisit Situasional (Hubungan Penutur dan Penanggap, Usia dan</p>
<p>Jenis Kelamin)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>BIODATA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Informasi Umum</strong></p>
<p>Berisikan;</p>
<p>Tempat / Tanggal Lahir        :</p>
<p>Jenis Kelamin                           :</p>
<p>Berat / Tinggi                           :</p>
<p>Agama                                         :</p>
<p>Kebangsaan / Suku               :</p>
<p>Status                                         :</p>
<p>Alamat                                       :</p>
<p>Telp                                            :</p>
<p><strong>Pendidikan</strong></p>
<p><strong>Pendidikan Informal</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Aktivitas</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Butuh jasa konsultasi buat skripsi, tugas akhir tapi terbatas oleh waktu, hemmm tenang kami adalah solusinya, ya benar Konsultasi Skripsi Online.</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Hubungi: </strong><strong>Rahman </strong><strong>Faisal  di </strong><strong>0818 786 991 dan 0856 9120 8905 via email di <a href="http://www.blogger.com/rahman_faisal14@yahoo.com">rahman_faisal14@yahoo.com</a> dan di <a href="http://www.blogger.com/rahmanfaisal14@gmail.com">rahmanfaisal14@gmail.com</a></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p>Sumber by <strong>Aldo Elam M</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=508&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/08/11/contoh-proposal-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Under The Auspices of The Patromak Light</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/08/11/under-the-auspices-of-the-patromak-light/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/08/11/under-the-auspices-of-the-patromak-light/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 02:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Under The Auspices Of The Patromak Light  Subsided.
Under the auspices of the patromak night  subside, the sun was now calming over the loss of light. Night has come, the sun was now calming over the loss of light.
The ran into a chicken cage in which they do not appear to see clearly in line with [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=502&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Under The Auspices Of The Patromak Light  Subsided.</p>
<p style="text-align:center;">Under the auspices of the patromak night  subside, the sun was now calming over the loss of light. Night has come, the sun was now calming over the loss of light.</p>
<p style="text-align:center;">The ran into a chicken cage in which they do not appear to see clearly in line with the loss of the evening sun.</p>
<p style="text-align:center;">When they enjoy the beautiful darkness of the night with a clang light, while many are still in darkness and continue to hold accompany night.</p>
<p style="text-align:center;">only the faithful accompany patromak night, they sneak off and hold fighting in the darkness who scared them.</p>
<p style="text-align:center;">Pleasure they felt that night with the darkness light forest, they looked far far darkness that still hold up.</p>
<p style="text-align:center;">Under Patromak,  the light they see dark night, eat, study and sleep they always are in themselves not powerless with a patromak light.</p>
<p style="text-align:center;">Under the auspices of Patromak independent .  <span id="more-502"></span></p>
<p style="text-align:center;">This property, not only for us but for the wealthy who can not feel how hectic life in the dark night.</p>
<p style="text-align:center;">Above of broadcast that reflect in the darkness of night but only just containing dark tumultuous night in the dark as far asleep.</p>
<p style="text-align:center;">Home run in patromak light that many times because of loss of oil off the land that is now somewhere where it is located.</p>
<p style="text-align:center;">The cities full of shining light and that always reside in crowded the night, but we can only continue to pray as we still hope that there is a soul, that is lighten that illuminate our night in the dark forest, and always under patromak light.</p>
<p style="text-align:center;">Crying eyes by a block-hole, just because the night who still get excited with the way the darkness in front of this.<br />
Under the auspices of Patromak independent .</p>
<p style="text-align:center;">The light is visible in the distance is only tens of kilo meters away, therefore to see who sprained in isolation of uproar in the night.</p>
<p style="text-align:center;">Continue to fall and drop off at night and just be a patromak who always crave when the night comes.</p>
<p style="text-align:center;">They were far away in the city there light who continue to enjoy the brilliant but we under poor village far only be patromak light that is now only one owned.</p>
<p style="text-align:center;">Brands far in the city there is only a living there then crowded  with sparkling light far, we see that distant under poor village  stranded far from immune light not by the wealth and grandeur of our beloved Indonesia United.</p>
<p style="text-align:center;">Under patromak light we are seeing the tears that continue crying blood not freeze because of the dark night to contemplate cloudy and no worm.</p>
<p style="text-align:center;">Freedom, the freedom and freedom is to reverberate over Indonesia, but see, look and see that indeed we under poor village far from independent of Indonesia, that is independent from the darkness.</p>
<p style="text-align:center;">Who should provable, whether we or they, see, and indeed we continue to see the large sense of independence.<br />
Free for free from my village in this dark.</p>
<p style="text-align:center;">Under The Auspices of Patromak Independent  Light.</p>
<p style="text-align:center;">Me<br />
Bandung, 6 August 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=502&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/08/11/under-the-auspices-of-the-patromak-light/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islamic Economy and Inflation</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/07/31/islamic-economy-and-inflation/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/07/31/islamic-economy-and-inflation/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 06:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[economy]]></category>
		<category><![CDATA[economy syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam market sistem]]></category>
		<category><![CDATA[islamic economy]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Islamic economy based on the syariah process and all of the economy process included has profit each other. In the Prophet Muhammad SAW era, the value ever increased or high inflation and it very scared for the people. So, the people said to Prophet Muhammad SAW better than to decide the price for making it [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=495&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Islamic economy based on the syariah process and all of the economy process included has profit each other. In the Prophet Muhammad SAW era, the value ever increased or high inflation and it very scared for the people. So, the people said to Prophet Muhammad SAW better than to decide the price for making it balance. Heard that suggestion, Prophet Muhammad SAW answered: In truth ALLAH SWT was decided, ALLAH SWT was given the prosperity, ALLAH SWT was holding up the price and giving our prosperity. Traditional collection of stories relating words or needs of Muhammad the chief source of guidance for understanding religious questions and described how should us to stand to the attitude and hold on the inflation.</p>
<p style="text-align:justify;">Inflation is the increasing price for average and the process or happening level increase things, wherever a number of things was increased although a little of price average still increasing. Inflation can be happening for some effects: First, if the number of acquire currency money more than a number of things or service putting on the market. Second, Inflation can be happening just because losing the belief to that currency which shown for people who likes hold on the things than money or money changed the things. Third, inflation comes in other country into import product which needed, just because the price still increase and the effects for buying product have increased too.   <span id="more-495"></span></p>
<p style="text-align:justify;">The increase price average of things can tolerance just because from happened by the incident not just because of the human engineer needs for example the people do the speculation, manipulation, commodities hold on the wrong place. The economy purpose in Islam to give the same benefit each other not just for hold on for themselves needs. Apply of good attitude is the most important and as based on the Islamic economy its same caused the real and useful for every one and each other. Good attitude have function for make the prosperities and justice for every one in the world.</p>
<p style="text-align:justify;">So, inflation is the increasing price for average and the process or happening level increase things, wherever a number of things was increased although a little of price average still increasing. Islamic economy based on and built in good attitude which the profit can same balance for all of them and each other and have the principle is <em>“Rahmatan lil alamin”</em> its means very useful for all and can feel it and avoid the Manipulation, speculation, bad gamble and others .</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/495/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=495&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/07/31/islamic-economy-and-inflation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lucky or Unlucky, Let&#8217;s Check Here!!!!!</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/07/15/lucky-or-unlucky-lets-check-here/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/07/15/lucky-or-unlucky-lets-check-here/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 03:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Contoh Artikel Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Kehidupan Miskin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[You are so Lucky when you born in rich one. You are Unlucky when you born in poor one, the lucky are not really lucky. Unlucky will be lucky soon of course, if you know the best lucky of your life here. We could both make fun of here or distance of you, the lucky [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=491&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">You are so Lucky when you born in rich one. You are Unlucky when you born in poor one, the lucky are not really lucky. Unlucky will be lucky soon of course, if you know the best lucky of your life here. We could both make fun of here or distance of you, the lucky fact of your existences, experiences life. Lucky that everyone that loving you, another one can&#8217;t feel what you felt but everyone can know what you thought</p>
<p style="text-align:justify;">To count the freckles on your life, its hard be you and others. Never could imagine them only here. Ten Million ways to love somebody when you see and know their, their just little bit from us. You can see the rich one can eat every day, Can choose the great or more enjoy the life, enjoy the facilities, Can do anything and can feel anything that made their happy. In another side, the poor one is not really yet, to hang on and carry on this life and found the eating. They have to hard efforts to get it. Doesn&#8217;t know how many time to find it, thinking for their sons and their family<br />
<span id="more-491"></span><br />
whenever, wherever we&#8217;re not meant to be together here, the rich one can drive the car. Awhile of another one just work at the traffic, they&#8217;ll be there and you&#8217;ll be near of them and did you feel them</p>
<p>Lucky that my lips not only mumble, they spill kisses like a fountain. Lucky that my life is not small and humble. So you don&#8217;t confuse them with their life. Lucky I have strong legs like my mother with rich one and to run for cover when you need it.</p>
<p>Whenever, wherever we&#8217;re not meant to be together here. The rich one can drive the car and Awhile of another one just work at the traffic. They&#8217;ll be there and you&#8217;ll be near of them and did you feel them. Makeover their life with your part, your experiences life. Thinking out louder for help their who need your participation. Say it again to hold some of they can feel whatever and wherever you feel nicely.</p>
<p>You have happy days but they can&#8217;t, you have nice dress they can&#8217;t, you have great house but they can&#8217;t, you can buy anything but they can&#8217;t. You as the lucky one, ever you think to bring them for real their life and got the same with you or not, the answer just in you heart.</p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:large;"><span style="font-size:x-small;"></span></span><span style="font-family:Verdana;font-size:large;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/491/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=491&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/07/15/lucky-or-unlucky-lets-check-here/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal-hal Yang Diperlukan Dalam Presentasi</title>
		<link>http://faisal14.wordpress.com/2009/07/02/hal-hal-yang-diperlukan-dalam-presentasi/</link>
		<comments>http://faisal14.wordpress.com/2009/07/02/hal-hal-yang-diperlukan-dalam-presentasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 03:59:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahman Faisal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Live]]></category>
		<category><![CDATA[Public Speaking]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Presentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faisal14.wordpress.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mempresentasikan hal-hal tersebut yang berhubungan dengan kerjakeras atau karya kita, ada beberapa hal yang diperlukan dalam presentasi yang akan disampaikan, berikut hal-hal tersebut;
Tahu kebutuhan audiens Anda dan isi sesuai dengan kebutuhan mereka. Mengetahui seluk-beluk dari bahan yang dipresentasikan. Tempatkan apa yang harus Anda katakan dalam urutan logis, artinya sesuai dengan hal yang diutamakan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=485&subd=faisal14&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dalam mempresentasikan hal-hal tersebut yang berhubungan dengan kerjakeras atau karya kita, ada beberapa hal yang diperlukan dalam presentasi yang akan disampaikan, berikut hal-hal tersebut;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tahu kebutuhan audiens</strong> Anda dan isi sesuai dengan kebutuhan mereka. Mengetahui seluk-beluk dari bahan yang dipresentasikan. Tempatkan apa yang harus Anda katakan dalam urutan logis, artinya sesuai dengan hal yang diutamakan dan didahulukan berdasarkan urutannya. Pastikan Anda berbicara akan menawan Anda ke khalayak serta nilai waktu presentasi dan perhatian mereka. Praktek dan berlatih percakapan Anda di rumah atau di mana Anda dapat mudah dan nyaman seperti di depan cermin, keluarga, teman atau rekan kerja. Gunakan alat perekam untuk mendengarkan sendiri, gunanya sebagai alat perekam  untuk menilai presentasi dan menganalisa itu. Anda tahu apa yang kuat dan yang lemah poin. Penekankan yang kuat terhadap poin Anda selama presentasi, biasanya seseorang yang sibuk akan mempunya sedikit sekali waktu maka gunakan waktu semaksimalnya.  <span id="more-485"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bila Anda sedang melakukan presentasi di depan audiens yang ada, yang Anda akan lakukan adalah menjada sebagai <strong>Aktor di atas panggung</strong>. Bagaimana Anda sedang dirasakan sangat penting. Berpakaian dengan tepat disetiap kesempatan. Jadi jika Anda sungguh-sungguh pada topik yang anda presentasikan, akan mudah melakukannya di depan khalayak ramai. Sekarang gambar yang dikehendaki untuk audiens Anda antara lain terlihat menyenangkan, antusias, percaya diri, bangga, namun tidak sombong, tetap tenang, tampak santai, bahkan jika Anda merasa gugup, nada bicara perlahan diatur sedemikian rupa, mengatakan dengan jelas, dan tepat menunjukkan emosi dan perasaan yang berkaitan dengan topik Anda. Mendirikan hubungan dengan audiens Anda. Berbicara kepada orang yang terjauh dari anda untuk memastikan suara yang cukup keras untuk proyek ke bagian belakang ruangan. Bedakan nada suara Anda dan menyandiwarakan jika diperlukan. Jika mikrofon tersedia, sesuaikan suara Anda dan mengadaptasi sudah sesuai.</p>
<p><strong>Bahasa tubuh</strong> sangat penting., seperti berdiri, berjalan atau bergerak sesuai dengan tangan tentang sikap atau ungkapan yang lebih memilih duduk atau berdiri dengan kepala masih bawah dan membaca dari yang disiapkan sambutan atau pembukaan. Menggunakan alat bantu audio-visual untuk perangkat tambahan jika sesuai dan diperlukan. Mampu menggunakan perangkat lunak presentasi seperti PowerPoint yang baik sebelum Anda presentasi. Jangan terlalu mempesona audiens Anda dengan menggunakan animasi yang berlebihan, klip suara, atau terlalu menyolok warna yang tidak tepat untuk topik Anda. Jangan penyiksaan audiens Anda dengan meletakkan sebuah dokumen panjang kecil di cetak pada sebuah overhead dan membacanya kepada mereka, hal ini bisa mengurangi nilai presentasi tersebut oleh Karena itu sebisa mungkin dihindari agar hasilnya bisa maksimal.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berbicara dengan keyakinan</strong> sebagai orang yang menguasai panggung dan jika Anda benar-benar percaya pada apa yang Anda katakana maka hal tersebut akan terasa lebih mudah. Meyakinkan audiens Anda secara efektif. Materi yang Anda hadirkan secara lisan harus memiliki bahan yang sama seperti apa yang dibutuhkan untuk penelitian tertulis kertas, yakni logis dari kemajuan PENDAHULUAN (Tesis pernyataan) ke tubuh (mendukung argumen kuat, akurat dan up-to-date informasi) ke KESIMPULAN ( kembali negara tesis, ringkasan, dan kesimpulan logis) merupakan bagian yang diperlukan dalam presentasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jangan membaca</strong> dari catatan untuk memperpanjang waktu walaupun cukup dapat diterima sekilas pada catatan. Berbicara keras dan jelas yakinkan suara anda, jangan mengomel. Jika Anda melakukan kesalahan, benar, dan terus terjadi. Tidak perlu minta maaf atau membuat alasan-banyaknya hal itu bisa mengurangi pandangan audiens.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus mempertahankan <strong>Kontak mata</strong> dengan audiens Anda. Menggunakan metode 3 detik, melihat langsung ke dalam mata orang di khalayak ramai selama 3 detik pada suatu waktu. Ada kontak mata langsung dengan sejumlah orang di ruang tersebut, dan sekali-sekali sekilas di seluruh audiens sambil berbicara. Anda menggunakan kontak mata untuk membuat setiap orang dalam audiens Anda merasa terlibat dan menyakinkan bahwa semuanya dapat dimengerti oleh semua audiens dari apa yang dipresentasikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara kepada khalayak dengan bai, mendengarkan pertanyaan mereka, artinya mampu <strong>Menanggapi reaksi mereka</strong>, sesuaikan dan menyesuaikan diri itu lebih baik. Jika apa yang telah disiapkan ada yang tidak jelas untuk mendapatkan seluruh audiens Anda, maka dipandang perlu mengubah strategi pertengahan streaming yang baik jika Anda siap untuk melakukannya. Perlu diketahui bahwa komunikasi adalah kunci sukses untuk presentasi. Jika anda kekurangan waktu, tahu apa yang dapat dengan aman tersentuh. Jika Anda memiliki waktu ekstra, tahu apa yang bisa ditambahkan secara efektif. Selalu siap untuk tidak terduga dari apa yang anda pikirkan dalam materi yang dipresentasikan.<br />
Berikan audiens Anda sendiri dan sedikit waktu untuk berpikir dan menangkap materi yang disampaikan. Jangan menggunakan seperti dalam berlomba dan seperti dikerjar-kejar lebih baik materi presentasi dan membiarkan pemirsa Anda melihat dan menelaah, serta Anda sendiri tidak seperti tergesa-gesa dalam masa presentasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tambahkan humor</strong> kapanpun dan sesuai mungkin dalam presentasi Anda. Audiens tetap tertarik sepanjang seluruh presentasi dengan adanya hal tersebut. Ingat bahwa pembicaraan yang menarik membuat waktu terbang, tapi akan membosankan bila bicara selalu dan tereus menerus serta terlalu lama untuk bertahan meskipun presentasi waktu yang sama akan tetapi jika diselingi oleh humor maka audiens akan merasa waktu presentasi itu terasa singkat, sampai penutupnya menjadi menarik.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila menggunakan alat bantu audio-visual untuk meningkatkan presentasi, <strong>Pastikan semua peralatan</strong> yang diperlukan dan sudah diatur dalam rangka kerja sebelum presentasi. Jika memungkinkan, ada sistem cadangan darurat tersedia untuk mencegah hal-hal yang tidak terduga. Memeriksa lokasi di depan tempat duduk untuk memastikan penyajian materi presentasi untuk audiens, seperti papan tulis, pencahayaan, lokasi proyeksi layar, sound system, dll yang cocok untuk presentasi dan selama diperlukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah siap dan memberikan presentasi di waktu yang tepat. Bawalah para audiens merasa penting dan di depan waktu yang akan memberikan sebuah presentasi Anda sehingga mereka tidak akan membuang waktu karena daya tarik yang diberikan dari presentasi tersebut. Ada hal yang tidak perlu seperti mencatat waktu selama presentasi, misalnya Anda diberikan waktu 30 menit usahakan untuk menyelesaikannya dalam waktu maksimal 3/4 dari waktu yang disediakan jika bisa lebih singkat lagi dan tepat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tahu kapan untuk berhenti berbicara.</strong> Gunakan waktu semaksimal mungkin sehingga dari waktu ke waktu ketika mempersiapkan presentasi di rumah sudah sesuai dengan yang diharapkan. Sama seperti anda tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu ditulis dalam kertas, Anda tidak akan membuat bosan audiens Anda dengan kata-kata berulang-ulang atau yang tidak perlu dalam presentasi lisan. Untuk mengakhiri presentasi, meringkas poin utama Anda dengan cara yang sama seperti yang biasa Anda lakukan dalam <strong>KESIMPULAN</strong> tertulis dari kertas. Ingat, bagaimanapun, bahwa terdapat perbedaan antara kata-kata yang digunakan sesuai dengan telinga dan resmi tertulis kata-kata yang dimaksudkan untuk membaca. Hentikanlah presentasi yang menarik dengan kata-kata yang sesuai atau pokok. Pendengar dengan meninggalkan jejak rekam yang positif dan pada saat selesai anda mendapat nilai yang memuaskan. Jangan mengulang-ulang saat Anda menutup sambutannya. Terima kasih adalah hal yang dianjurkan pada saat presentasi tersebut telah selesai lalu Anda duduk kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat Mencoba, Semoga Sukses</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faisal14.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faisal14.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faisal14.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faisal14.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faisal14.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faisal14.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faisal14.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faisal14.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faisal14.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faisal14.wordpress.com/485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faisal14.wordpress.com&blog=3473021&post=485&subd=faisal14&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faisal14.wordpress.com/2009/07/02/hal-hal-yang-diperlukan-dalam-presentasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f59af2b4d90bb4da4f75c6477b7be089?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ichal</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>