Contoh Skripsi Psikologi

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN

PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II

SMU LAB SCHOOL JAKARTA TIMUR

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Untuk memenuhi sebagian dari Syarat-syarat Guna Memperoleh

Derajat Sarjana Psikologi

Oleh :

AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH

NIM : 981703229

NIRM : 983120380050241

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I

JAKARTA

2004

Dipertahankan di Depan Panitia Ujian Skripsi

Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Dan Diterima untuk Memenuhi Sebagian

Dari Syarat-syarat Guna Memperoleh

Derajat sarjana

Pada Tanggal 30 Januari 2004

Mengesahkan

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I

Dekan,

(Drs. H. Zainuddin SK,M.Psi)

Dewan Penguji,                                                       Tanda Tangan

1.  Wazar Pulungan, M.Psi 1. _______________

Ketua Dewan Penguji

2.  Erdina, M.Psi 2. _______________

Anggota Dewan Penguji

3. Dra. Sondang Silaen, M.Psi 3.________________

Anggota Dewan Penguji / Pembimbing I

4. Muchliyanto, S.Psi 4. ________________

Anggota Dewan Penguji / Pembimbing II

Sebuah sukses terwujud

Karena diiktiarkan, melalui…

Perencanaan yang matang, keyakinan,

Kerja keras, keuletan dan niat baik

Karya ini kupersembahkan untuk

Orang-orang yang kucintai,

Mama, Papa, mas Bonang, mas Agung dan Pravi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur”.

Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak Drs. H. Zainuddin, SK. M. Psi selaku Dekan Fakultas Psikologi UPI Y.A.I
  2. Ibu Dra. Sondang Silaen, M.Psi selaku dosen pembimbing I atas bimbingan, pengarahan, saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi.
  3. Bapak Drs. Muchliyanto selaku dosen pembimbing II atas bimbingan, pengarahan, saran serta dukungan yang berarti kepada penulis selama penyusunan skripsi.
  4. Ibu Dra. Hj Ulya Latifah selaku kepala sekolah SMU Lab School Jakarta Timur atas izinnya memperbolehkan penulis melakukan penelitian.
  5. Ibu Ita selaku koordinator Bimbingan Penyuluhan/Bimbingan Konseling SMU Lab School yang banyak membantu penulis dalam mendapatkan data-data yang diperlukan.
  6. Siswa siswi SMU Lab School Jakarta Timur khususnya kelas II yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi skala yang diberikan.
  7. Mama, Papa, Mas Agung, Mas Bonang yang tercinta atas semua kasih sayang, dukungan moril maupun materil serta doa yang selalu menyertai penulis
  8. Pravira SN, ST yang dengan sabar banyak memberikan doa, waktu, perhatian, serta dukungan yang sangat besar kepada penulis
  9. Kiblat, Bunga, dan Iin atas segala doa, dukungan, perhatian serta canda tawa selama penulis meyelesaikan skripsi ini.
  10. Endah, Lina, Eva,Ita, Emil, Dini, Arie, Yuke dan juga banyak lagi teman-teman angkatan ’98 yang tidak dapat disebutkan satu persatu yag telah memberikan doa, dukungan dan masukkan yang yag berguna untuk skripsi ini.

Semoga segala kebaikan dan pertolongan semuanya mendapatkan berkah dari Allah SWT. Akhir kata penulis mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan,. AMIN.

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR LAMPIRAN

ABSTRAK

BAB I  PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

B. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan

C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian

E. Sistematika Skripsi

BAB II  TINJAUAN PUSTAKA

A. Prestasi Belajar

1. Pengertian Belajar

2. Pengertian prestasi belajar

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

4. Pengukuran prestasi belajar

B. Kecerdasan Emosiona

1. Pengertian emosi

2. Pengertian kecerdasan emosional

3. Faktor Kecerdasan Emosional

C. Keterkaitan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa SMU

D. Hipotesis

BAB III  METODE PENELITIAN

A. Identifikasi variabel penelitian

B. Definisi Operasional

C. Populasi dan metode pengambilan sampel

D. Metode pengambilan data

E. Metode Analisis Instrumen

F. Metoda Analisis Data

BAB IV  LAPORAN PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Orientasi kancah Penelitian

B. Uji Coba Instrumen Penelitian

C. Pelaksanaan Penelitian

D. Analisis Data Penelitian

BAB V  KESIMPULAN

A. Rangkuman Hasil Penelitian

B. Pembahasan

C. Kesimpulan

D. Saran-saran

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR TABEL

Tabel

Tabel 1  Distribusi sampling

Tabel 2  Blue print Skala kecerdasan Emosional

Tabel 3  Distribusi Penyebaran Item Valid dan Gugur Skala Kecerdasan Emosional

Tabel 4  Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A     : Distribusi Skor Uji Coba Skala Kecerdasan Emosional

Lampiran B     : Hasil Uji Validitas Item Skala Kecerdasan Emosional

Lampiran C     : Hasil Uji Korelasi Antar Faktor Skala Kecerdasan Emosional

Lampiran D     : Reliabilitas Skala Kecerdasan Emosional

Lampiran E     : Hasil Analisis Korelasi Antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar.

Lampiran F      : Skala Kecerdasan Emosional

Lampiran G     : Tabel Morgan

Lampiran H     : Surat Keterangan Penelitian

ABSTRAK

Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang juga tinggi. Namun, menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang, tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi salah satunya adalah kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peranan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasarkan pengukuran dan penilaian terhadap hasil kegiatan belajar dalam bidang akademik yang diwujudkan berupa angka-angka dalam rapor. Bila siswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, maka akan meningkatkan prestasi belajar. Hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU dan Hipotesis nihil (Ho) adalah tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar sebagai variable terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur yang seluruhnya berjumlah 240 orang. Sampel penelitian adalah 148 siswa, menggunakan metode proporsional random sampling. Dalam pengumpulan data digunalan metode skala untuk kecerdasan emosional berdasarkan teori Daniel Goleman yang terdiri dari mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain; dan untuk mengukur prestasi belajar siswa digunakan metode pemeriksaan dokumen dengan melihat nilai rapor semester I.

Nilai korelasi yang diperoleh pada analisis validitas instrumen dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson berkisar antara 0,320 – 0,720 dan p berkisar antara 0,000 – 0,008. Berdasarkan pada taraf signifikan 0,05 diperoleh 85 item valid dan 15 item gugur dari 100 item yang ada pada skala kecerdasan emosional. Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh 0,9538 dihitung dengan rumus Alpha Cronbach.

Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,248 dengan p 0,002 (<0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur.

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah dan pokok bahasan, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi.

A. Latar belakang masalah

Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Melalui sekolah, siswa belajar berbagai macam hal.

Dalam pendidikan formal, belajar menunjukkan adanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan, kecakapan dan pengetahuan baru. Hasil dari proses belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajarnya. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar.

Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatu yang penting,  karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya. Menurut Irwanto (1997 :105) belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Dengan belajar, siswa dapat mewujudkan cita-cita yang diharapkan.

Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi, perlu adanya penilaian. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya. Penilaian terhadap hasil belajar seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar.

Prestasi belajar menurut Yaspir Gandhi Wirawan dalam Murjono (1996 :178) adalah:

“ Hasil yang dicapai seorang siswa dalam usaha belajarnya sebagaimana dicantumkan di dalam nilai rapornya. Melalui prestasi belajar seorang siswa dapat mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya dalam belajar.”

Proses belajar di sekolah adalah proses yang sifatnya kompleks dan menyeluruh. Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar, seseorang harus memiliki  Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi, karena inteligensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Menurut Binet dalam buku Winkel (1997:529) hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu, dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif.

Kenyataannya, dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan inteligensinya. Ada siswa yang mempunyai kemampuan inteligensi tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah, namun ada siswa yang walaupun kemampuan inteligensinya relatif rendah, dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Itu sebabnya taraf inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yang mempengaruhi. Menurut Goleman (2000 : 44), kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama.

Dalam proses belajar siswa, kedua inteligensi itu sangat diperlukan. IQ tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa partisipasi penghayatan emosional terhadap mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. Namun biasanya kedua inteligensi itu saling melengkapi. Keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan kunci keberhasilan belajar siswa di sekolah (Goleman, 2002). Pendidikan di sekolah bukan hanya perlu mengembangkan rational intelligence yaitu model pemahaman yang lazimnya dipahami siswa saja, melainkan juga perlu mengembangkan emotional intelligence siswa .

Hasil beberapa penelitian di University of Vermont mengenai analisis struktur neurologis otak manusia dan penelitian perilaku oleh LeDoux (1970) menunjukkan bahwa dalam peristiwa penting kehidupan seseorang, EQ selalu mendahului intelegensi rasional. EQ yang baik dapat menentukan keberhasilan individu dalam prestasi belajar membangun kesuksesan karir, mengembangkan hubungan suami-istri yang harmonis dan dapat mengurangi agresivitas, khususnya dalam kalangan remaja

(Goleman, 2002 : 17).

Memang harus diakui bahwa mereka yang memiliki IQ rendah dan mengalami keterbelakangan mental akan mengalami kesulitan, bahkan mungkin tidak mampu mengikuti pendidikan formal yang seharusnya sesuai dengan usia mereka. Namun fenomena yang ada menunjukan bahwa tidak sedikit orang dengan IQ tinggi yang berprestasi rendah, dan ada banyak orang dengan IQ sedang yang dapat mengungguli prestasi belajar orang dengan IQ tinggi. Hal ini menunjukan bahwa IQ tidak selalu dapat memperkirakan prestasi belajar seseorang.

Kemunculan istilah kecerdasan emosional dalam pendidikan, bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai jawaban atas kejanggalan tersebut. Teori Daniel Goleman, sesuai dengan judul bukunya, memberikan definisi baru terhadap kata cerdas. Walaupun EQ merupakan hal yang relatif baru dibandingkan IQ, namun beberapa penelitian telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan emosional tidak kalah penting dengan IQ (Goleman, 2002:44).

Menurut Goleman (2002 : 512), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.

Menurut Goleman, khusus pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi, mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan, terlalu kritis, rewel, cenderung menarik diri, terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya, maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. Karena sifat-sifat di atas, bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala, sulit bergaul, mudah frustrasi, tidak mudah percaya kepada orang lain, tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Kondisi sebaliknya, dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

Pada penelitian ini, penulis mengunakan sampel pada SMU Lab School Jakarta Timur, yang berada pada peringkat 16 se-DKI, berdasarkan nilai rata-rata nilai ulangan umum murni cawu 2 kelas II tahun ajaran 2001/2002.

Dalam kaitan pentingnya kecerdasan emosional pada diri siswa sebagai salah satu faktor penting untuk meraih prestasi akademik, maka dalam penyusunan skripsi ini penulis tertarik untuk meneliti :”Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas II SMU Lab School  Jakarta Timur”.

B. Rumusan masalah dan Pokok-pokok Bahasan

Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan Prestasi belajar pada siswa kelas II SMU di Jakarta?”

Pada penelitian ini yang menjadi pokok-pokok bahasan adalah sebagai berikut:

1. Prestasi belajar

Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh seorang siswa dari kegiatan belajar mengajar dalam bidang akademik di sekolah dalam jangka waktu tertentu.

2. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan ke arah yang positif.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMU Lab School Jakarta Timur.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain ialah :

  1. Dari segi teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi    psikologi pendidikan dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat memberi gambaran mengenai hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar.
  2. Dari segi praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi khususnya kepada para orang tua, konselor sekolah dan guru dalam upaya membimbing dan memotivasi siswa remaja untuk menggali kecerdasan emosional yang dimilikinya.

E. Sistematika Skripsi

Sistematika isi dan penulisan skripsi ini antara lain :

Bab I   : Pendahuluan

Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah dan pokok-pokok       bahasan, tujuan dan manfaat dari penelitian serta sistematika skripsi

Bab II  : Tinjauan Pustaka

Berisi tentang pengertian belajar, pengertian prestasi belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, pengertian emosi, pengertian kecerdasan emosional, indikator kecerdasan emosional, hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar dan hipotesis.

Bab III            : Metodologi Penelitian

Berisi tentang identifikasi variabel penelitian, definisi operasional, populasi    dan metode pengambilan sampel, metode pengumpulan data, metode analisis instrumen serta metode analisis data.

Bab IV            : Laporan Penelitian

Berisi tentang laporan pelaksanaan penelitian yang terdiri dari orientasi kancah penelitian, persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian serta analisis data penelitian.

Bab V  : Penutup

Berisi tentang  pembahasan hasil penelitian, kesimpulan dan saran dari    peneliti

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Mudzakir. (1997). Psikologi Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.

Goleman, Daniel. (2000). Emitional Intelligence (terjemahan). Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama.

Goleman, Daniel. (2000). Working With Emotional Intelligence (terjemahan). Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gottman, John. (2001). Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional (terjemahan). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Irwanto.  (1997). Psikologi Umum. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Mila Ratnawati. (1996). Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Suasana Keluarga, Citra Diri, dan Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas V SD Ta’Miriyah Surabaya. Jurnal Anima Vol XI No. 42.

Moch, Nazir. (1988). Metodologi Penelitian.Cetakan 3. Jakarta :Ghalia Indonesia.

Morgan, Clifford T, King, R.A Weizz, JR, Schopler. J, 1986. Introduction of Psychology, (7th ed), Singapore : Mc Graw Hil Book Company

Muhibbin, Syah. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Nana, Sudjana. (2001). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Cetakan ketujuh. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Ratna Wilis, D. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta : Penerbit Erlannga.

Saphiro, Lawrence E. (1998). Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak. Jakarta : Gramedia.

Sarlito Wirawan. (1997). Psikologi Remaja. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.

Sia, Tjundjing. (2001). Hubungan Antara IQ, EQ, dan QA dengan Prestasi Studi Pada Siswa SMU. Jurnal Anima Vol.17 no.1

Sri, Lanawati. (1999). Hubungan Antara Emotional Intelligence dan Intelektual Quetion dengan Prestasi Belajar Siswa SMU.Tesis Master  : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Sumadi, Suryabrata. (1998). Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada .

Sumadi, Suryabrata. 1998. Metodologi Penelitian. Cetakan sebelas. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.

Saifuddin, Azwar. (1997). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Balajar Offset.

Saifuddin Azwar. (1998). Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukutan Prestasi balajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.

Suharsono. (2002). Melejitkan IQ, IE, dan IS. Depok : Inisiasi Press.

Sutrisno Hadi. (2000). Statistik 2. Yogyakarta : Andi Offset.

Syaiful Bakrie D. (1994). Prestasi belajar dan kompetensi guru. Surabaya : Usaha Nasional.

Winkel, WS (1997). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia.

SUMBER BY AMALIA SAWITRI WAHYUNINGSIH

FAKULTAS PSIKOLOGIUNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I

Want to read more, your donation is our appreciation

About these ads

46 Comments

  1. nice…thanks for this great ‘skripsi’ really help me much. sorry if my english bad

  2. Terimakasi ya atas reverensi untuk Tugas Akhir Untuk Jurusan Psikologi , sangat – sangat bermanfaat.

  3. dimana alamatnya, kalau kontak kemana?

  4. boww…
    misi yaa….
    kok anda bisa mendapakan skripsi saya secara lengkap ya..???
    dari manakah gerangan anda mendapatkanya…???

    tengkyu…

  5. makasih ya file sharenya. bagi temen2 lain coba aja kunjungi blog ini http://www.indiegost.blogspot.com ada banyak judul penelitian dari a-z

  6. Mas,, tLng kiRimkan skRipsinya ke emaiL saya ya.. terima kasih

  7. makasih yah mas

  8. mas saya minta kirim ke email…. thx…

  9. mas tolong kirimin ke email y….
    makasih …

  10. mas tlg kirimkan bab2 dan 3 na aja,mau buat tgs jurnal.makasih mas

  11. mas minta tolong kirimin bab 2 dan 3 ya.. trims

  12. skripsi psikologi atau jurnal psikologi memang banyak diminati oleh kaum mahasiswa yang hendak mengambil Tugas Akhir, sehingga website ini benar-benar memiliki andil dalam memperlancar data-data referensi yang dibutuhkan, semoga selalu bermanfaat dan dimanfaatkan oleh teman-teman yang membutuhkan. keep strong bro..:-)

  13. haloo, tolong dikirim skripsinya dong ke email gw..trims

  14. ass..
    kak, tolong kirimin contoh proposal pengajuan skripsi n contoh skripsi ke fb saya donk kak.
    email saya dydy_a7x@yahoo.co.id
    or FB : dydy avenged

    tlong y kak….
    tx…..

  15. mas tolong skripsinya kirim ke email saya ya .. (nurulku_lutcu@rocketmail.com)
    buat nambah referensi saya ..
    trimakasih ^

  16. mas, boleh minta kirimin skripsi ini ga? saya lagi butuh skalanya niy…

  17. mas tolong kirimin ke email y….
    makasih …

  18. mas bisa kirimin contoh penulisan tinjauan pustaka.. kalau bisa yang IT, saya sedang binging tetntang tinjaun pustaka untuk skripsi saya.. terimakasih.. kirim ke ulihidayat@ymail.com

  19. Mas..tlng krm ke email y..buat rfrensi ne..thanks

  20. maz blh minta dikiimin ini skripsi gak, bwt perbandingan neh…
    nuwun

  21. mas tlng kirimin skripsiny ke email saya
    makasih..

  22. mas, kirim ke emailku dong,,,,, pleaseeee, thanks

  23. thanks ya ka sangat membantu sekali ni untuk refrensi tugas aku. bukan untuk tugas akir ko cuma mau tau tentang latar belakang dan rumusan masalah nya sukses selalu..

  24. mas saya sudah kirim email ke anda ko blm dibls.bleh saya minta kn.ini sangat bermanfaat buat reverensi saya.trima kasih saya tunggu blsan secepatnya.sukses selalu buat mas ical

  25. assalamualaikum…
    mas… minta ijin ngopi ya…..hehehe
    buat tugas bahasa indonesia….
    thankz….^_^

  26. mas, mba. . kasih gambaran skripsi ttg psikologi olahraga dnx. . tertarik nih pngn ngangkat mslah tsb, cm msh bingung msti gmn. hhee. . help me please. .

  27. ehhmmm,
    kmrin udah konfirm wad nta skripsinya,,,
    pui lum di balas….

    bole di minta kan???

    cum wad tambahan makalah saya,,,
    al.a musti ngambil dari skripsi….

  28. Tlg dong mas…skripsinya email ke sy. Swn nggih

  29. untuk contoh + bahan bacaan aja, kalo boleh tolong dikirim ke email saya…

  30. tolong krim skripsi ke email saya mas… makasihh

  31. sKRIPSINYA kEREN kIRIMIN KE EMAIL AKU YA
    MAKASI
    bAEK DEH kAMU HEHHEHEH

  32. mas…tolong kirim semua yah….mau buat skripsi nh….thx for help….

  33. mas, tolong bisa saya baca tentang skripsinya mas untuk bahan refrensi.terima kasih.

  34. terimakasihhh……

  35. kakak………….
    makasih bgt ya…….
    skripsi mu brmnfaat dan nolongin bgt buat aku nyusun proposal……..
    doain ya proposal aku cpt di acc ma pembimbing…………

  36. bantu in dong lagi butuh contoh proposal psikologi pendidikan, trmksh

  37. makasih ya kaka..
    sangat membantu….

  38. is good

  39. Send to mu email please….
    yuan_eetha@yahoo.co.id

    thanks b4

  40. bgs skripsinya…
    tapi jgn pnjang2 donk tampilan d blog-nya. ckup 2 atau 3 lembar aja, selanjutnya bwt link download.
    cuma masukan ya,,
    bravoo…!

  41. makasih
    semoga anda sukses ,, sehat selalu dan berlimpah rezeki

  42. bagus ini… bisa membantu saya dalam membuat contoh skripsi… maju trs gan,sip postingannya…

  43. thanks bgt sgt membantu buat contoh referensi sdkit2 buat skripsi saya…

  44. mas mnt di imel cnth proposal psikologi dong yah,thanks yah

  45. mas,ad g cntoh penelitian psikologi tentang konseling sebaya? mhn bntuannya trm ksh.

  46. makassihhh yya sblum nyyaa


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers